Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Tujuh Tahun yang Salah

Tujuh Tahun yang Salah

Aku duduk sendirian di meja makan, tepat di hari ulang tahun pernikahan kami yang ke-7. Ponselku tiba-tiba berdering. Di layar kunci telepon, ada dua notifikasi pesan masuk yang masih belum terbaca. Pesan pertama datang dari Riki, dia bilang kalau dia harus lembur di kantor malam ini. Sementara pesan yang satu lagi datang dari nomor tidak dikenal. [Pak Riki sungguh luar biasa. Kakak sanggup mengatasinya?] Ada satu foto yang ikut dikirimkan dalam pesan tersebut. Foto itu menampilkan sepasang pria dan wanita yang sedang bercumbu mesra. Aku pun meniup lilin kue ulang tahun pernikahan kami sambil menutup mata dengan penuh kelelahan. [Ayo kita cerai.] Aku mengirimkan pesan balasan ke Riki.
Baca
Tambahkan
Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku

Penyesalan Mantan Suami di Depan Makamku

Pada hari Rina Januar pulang negeri, Galih Gunawan tidak pulang semalaman. Keesokan harinya, aku melihat unggahan foto di instagram Rina. Itu foto dua tangan yang saling menggenggam dan wajah polos Galih yang sedang tidur. Ketika pulang, Galih melemparkan surat cerai kepadaku dan memintaku untuk menyerahkan posisiku sebagai Nyonya Gunawan. Katanya, "Posisi ini memang seharusnya milik Rina. Sekarang dia sudah pulang, waktunya kamu meminggir!" Tidak apa-apa, toh sisa hidupku tidak lama lagi. Siapa pun yang mau posisi Nyonya Gunawan, ambil saja! Kemudian, aku pun meninggal. Galih menangis di depan makamku dan berjanji tidak akan pernah menggenggam tangan wanita lain lagi!
Cerita Pendek · Romansa
21.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Suami dan Anakku Direbut Sahabatku

Suami dan Anakku Direbut Sahabatku

Di tahun kesepuluh pernikahanku, mantan sahabatku memposting sebuah foto. Putrinya dan putraku masing-masing digendong olehnya dan suamiku. Keempat orang itu berdiri berdekatan dan di bawah foto itu tertulis: "Sudah sepasang 'kan anak-anak kami?" Aku berkomentar untuk foto itu, Pasangan yang sempurna. Detik berikutnya, postingan itu dihapus. Keesokan harinya, suamiku bergegas pulang dan bertanya padaku, "Susah payah aku membuat kondisi Sophie membaik, kenapa kamu malah cari ribut?" Putraku bahkan mendorong dan menuduhku, "Ini semua salahmu! Adikku jadi menangis." Aku mengeluarkan surat cerai dan melemparkannya ke wajah mereka. "Ya, ini salahku! Jadi biar aku yang pergi, semoga kalian berempat jadi keluarga bahagia!"
Cerita Pendek · Realistis
9.370.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN

PEMBALASAN DENDAM SANG PUTRI SINDEN

"Benarkah anda adalah ayah kandung saya?" Lintang Prameswari terbelalak takjub memandang tak percaya pada Ki Dalang Narendra, sosok mempesona yang terlihat masih berusia sedikit diatasnya. Begitu dahsyatnya efek yang ditimbulkan oleh Mustika Panji Anom yang dimiliki oleh Ki Dalang Narendra. Lelaki tampan yang terlihat masih begitu muda di usianya yang memasuki 40 tahun itu. "Seharusnya kamu tidak mendekati bahaya yang sejak dulu mengintaimu, Nduk! Susah payah aku berusaha menjauhkanmu dari iblis itu. Cukup ibumu, belahan jiwaku yang menjadi korban. Jangan kamu! Karena kamulah pusat kehidupanku, Putriku!" Narendra menatap nanar sosok belia di hadapannya. "Jaga dan lindungi dia, Wage! Kupercayakan keselamatan jiwanya padamu!" Dengan tegas Wage menyanggupi titah guru spiritual sekaligus penyelamat hidupnya itu. "Apapun akan kulakukan untuk memilikimu seutuhnya! Walaupun harus ada pertumpahan darah untuk menyingkirkan semua penghalangku!" Tekad Wulansari seraya memandang wajah suaminya dengan tatapan memuja. "Aku tidak dapat berhenti mencintaimu, Lintang! Tetapi, akupun tak dapat memaksakan perasaanmu padaku. Karena aku sadar akan keadaanku. Cukuplah bagiku untuk selalu menjagamu, selalu berada di dekatmu!" "Kamu adalah malaikat penjagaku. Aku sangat mengasihimu, tapi ada dendam kesumat yang harus aku balaskan demi nyawa ibuku. Demi kebahagiaan yang terenggut paksa dari kehidupanku! Aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu! Maafkan aku!" "Maafkan putrimu, Ayah! Aku sengaja datang untuk menuntut balas!"
Horor
1012.8K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Pendekar Bukit Meratus

Pendekar Bukit Meratus

Japra tak menyangka, peta usang yang diberikan padanya oleh Ki Palung ternyata membawa petaka baginya dan orang-orang sekitarnya. Peta itu ternyata menyimpan sebuah rahasia besar yang membuat klan golongan putih maupun hitam rela mati untuk mendapatkannya, membuatnya terjebak dalam pusaran pertempuran yang tak terelakkan. Belum selesai pergulatannya di tengah-tengah perseteruan golongan hitam dan putih, Japra mengetahui jika ternyata selama ini dia adalah keturunan orang paling berpengaruh di negara itu. Siapa orang itu? Apakah Japra dapat keluar dari pertempuran golongan putih dan hitam? Simak terus kisahnya!
Pendekar
9.443.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Aku Menikahi Paman dari Tunanganku

Aku Menikahi Paman dari Tunanganku

Di perjamuan keluarga, Ibu mengeluarkan beberapa foto pria dan bertanya siapa yang ingin kujadikan pasangan dalam pernikahan politik ini. Di kehidupan ini, aku tak lagi memilih Samuel. Sebagai gantinya, aku mengeluarkan sebuah foto dari dalam tas dan menyerahkannya padanya. Di foto itu bukan Samuel Gusmawan, melainkan paman kecilnya Jeffrey Gusmawan, penguasa sejati Keluarga Gusmawan saat ini. Ibu menatapku dengan penuh keterkejutan. Bagaimana tidak? Aku telah mengejar Samuel selama bertahun-tahun. Tapi yang Ibu tak tahu, di kehidupan sebelumnya, setelah aku menikah dengan Samuel, dia hampir tak pernah pulang ke rumah. Aku selalu mengira itu karena pekerjaannya yang terlalu sibuk. Setiap kali ada yang bertanya, aku selalu menyalahkan diri sendiri, seolah-olah semua itu adalah kesalahanku. Sampai di hari peringatan pernikahan kami yang ke-20, aku tak sengaja menjatuhkan kotak yang selama ini terkunci rapat di dalam lemari. Saat itulah aku menyadari, sejak awal hingga akhir, orang yang ia cintai adalah adikku sendiri. Ia tidak pulang bukan karena sibuk, melainkan karena ia tak ingin melihatku. Namun di hari pernikahan, saat aku menyerahkan cincin kawin pada Jeffrey, Samuel menjadi gila.
Baca
Tambahkan
Bukan Selera Tuan Muda

Bukan Selera Tuan Muda

putrimaharani
Kiki telah melupakan siapa dirinya di masa lalu. Ia adalah wanita yang telah kehilangan namanya dan hidupnya. Seseorang berkata "Dekatilah Dylan maka kamu akan menemukan jawabannya" Cucu dari keluarga terpandang yang namanya begitu dikenal, yang diklaim sebagai pemilik kunci dari semua rahasia hidupnya. Dengan alasan itu, dirinya mencoba untuk mendekatinya dengan cara menyamar sebagai pria agar bisa menjadi bodyguardnya. "Selama ini kamu... Apa ada perasaan sama saya?" "Enggak tuan. Karena saya selalu sadar diri kalau saya bukan selera tuan." "Bukan gitu Ki, kalau kamu sih enggak apa-apa." Kiki ternganga. Maksudnya dia gay gitu?!
Romansa
3.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Suami Angkuhku Memaksaku Kembali

Suami Angkuhku Memaksaku Kembali

Dua tahun menikah dengan Alex, Freya tidak pernah merasakan cinta dari suaminya. Terlebih lagi, ketika Alex menyebut nama wanita lain saat mereka bercinta. Tanpa sengaja, Freya melihat foto suaminya dengan wanita lain yang diletakkan di belakang foto keluarga mereka. Freya mencecar Alex dengan bertanya tentang wanita idaman lain yang kemungkinan Alex miliki. Merasa tersudut, Alex mengakui bila itu adalah mantan kekasihnya dan dialah wanita idaman Alex. Freya muak dengan pernikahan mereka, lalu meminta perceraian dari Alex yang langsung disetujui oleh pria tersebut. Ketika keduanya berpisah, Alex tersadar bahwa dia tidak bisa hidup tanpa Freya dan mulai merasa mencintai istrinya. Saat itulah, Alex menginginkan mereka kembali bersama. Berhasilkah Alex mendapatkan Freya kembali? Bagaimanakah kisah cinta mereka berdua? Simak selengkapnya dalam novel ini.
Rumah Tangga
1014.4K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Cahaya yang Tertunda

Cahaya yang Tertunda

Baru saja masa nifasnya usai, Winda Baskoro menggendong bayinya ke Dinas Kependudukan untuk mengurus kartu keluarga. "Pak, nama anakku Alex Harto." Petugas itu mengetik beberapa kali pada keyboard, tetapi dahinya makin berkerut. "Di kartu keluarga Tama Harto, sudah tercatat seorang anak bernama Alex Harto." Winda tertegun, mengira dirinya salah dengar. "Nggak mungkin, anak kami baru genap sebulan!" Belum selesai bicara, ponsel di sakunya bergetar. Saat dia membuka layar, terlihat foto dari asisten Tama, Sania Marsudi. Dalam foto itu, Tama merangkul pinggang Sania dengan tangan kiri, sementara tangan kanannya menggendong bocah laki-laki sekitar lima atau enam tahun. Ketiganya berdiri di depan gerbang TK, tersenyum begitu cerah hingga menyilaukan mata. Di papan nama yang tergantung di dada bocah itu, tertera jelas namanya, Alex Harto.
Cerita Pendek · Romansa
23.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sehidup Semati Yang Teringkari

Sehidup Semati Yang Teringkari

"Nona Nelsi, hasil tes menunjukkan kalau Anda menderita kanker pankreas stadium akhir, kondisimu kurang optimis. Setelah menghentikan pengobatan, waktu Anda hanya sisa kurang dari sebulan. Apa Anda yakin tidak ingin menjalani pengobatan? Apa suami Anda setuju?" "Aku yakin... dia bakal setuju." Setelah menutup telepon dokter, aku merasa getir ketika melihat sekeliling rumah yang kosong. Kukira hanya sakit maag biasa, tak kusangka itu kanker. Aku menghela napas dan melihat foto bersama Erik di atas meja. Di dalam foto itu, Erik yang berusia 18 tahun menatapku dengan saksama. Setelah bertahun-tahun, aku masih ingat adegan pada hari itu ketika butiran salju jatuh di rambutku, Erik tersenyum bertanya padaku, "Apa ini yang disebut menua bersama?"
Cerita Pendek · Romansa
26.2K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
1011121314
...
34
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status