Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Return to the Fateful Day

Return to the Fateful Day

After a century of war between humans and the Otherkin, both sides finally agree to a ceasefire. To preserve peace and coexistence, an intermarriage pact is established—every hundred years, humans and the Otherkin must marry. The first Otherkin to produce an Otherkin child will become the chairman of the Otherkin Alliance. In my last life, I married Kevin Walker, the famously devoted Alpha of the Whitefang pack. One year after our wedding, I gave birth to a wolf pup, and Kevin ascended smoothly to the chairman of the alliance. My sister, Meredith Singer—driven by vanity and a thirst for power—married Simon Lynch, the leader of the vampires. However, she didn't expect his chaotic private life, overflowing with mistresses, to leave her with a disease that robbed her of her ability to bear children. Bitter over her ruined life, Meredith blamed everything on me. She drugged both me and my pup before setting a fire that burned us alive. "Annabelle, everything you have should've been mine! I should be the one married to the Alpha! I should be the chairman's mate! You're nothing!" As the fire roared around us, I clutched my pup tightly in my arms. He sobbed against my chest. "Mom... it hurts..." I couldn't do anything but watch as the flames consumed us both. In the final moments of my life, I saw someone I never expected—the zombie king, Landon Zeller. Without hesitation, he charged into the inferno, cradling me and my pup in his arms, trying desperately to save us. However, it was too late. We'd already taken our last breaths.
Short Story · Imagination
6.4K viewsCompleted
Read
Add to library
Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Mutiara Sukma
Sebuah pesan masuk ke dalam gawaiku, tak ada firasat apapun saat itu. Dengan santai pesan itu kubuka. Sebuah foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Mataku membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang kulihat, hingga berkali-kali aku memperhatikan bahkan sampai men-zoom foto itu sedetail mungkin, takut jika mata ini salah menyimpulkan. [Maafkan saya, Bu!] tulis si pengirim foto. Aku tak menghiraukan pesannya, butir demi butir air mengalir dari sudut mata, mengaburkan penglihatan. Menandakan bahwa foto itu membuat luka didalam sana. Sebuah foto resepsi pernikahan yang berlatarkan salah satu pemandangan di Puncak, tertampang nyata, sangat indah begitu pula dengan senyum dari kedua mempelai yang terlihat sempurna dan bahagia. Mas Arya, pengantin laki-laki yang kini sedang bersanding dengan seorang wanita muda dan cantik itu adalah suamiku. Suami yang sudah sepuluh tahun ini kuhaturkan bakti kepadanya. "Ma, Mama kenapa menangis?" cepatku susut air mataku dengan ujung jari, dan mematikan ponselku agar gambar yang begitu mengiris hati itu tak sampai terlihat oleh Alisa, putriku. "Ga, sayang. Mata Mama kelilipan," ungkapku asal. Kuraih tubuh mungil Alisa dalam pelukan, gadis lima tahun ini begitu sangat berarti bagiku. "Kak Alif mana sayang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Ada, Ma lagi di kamar, muraja'ah," Aku tersenyum getir. 'Mas, kita sudah punya putra dan putri yang begitu membanggakan, aku juga meninggalkan karierku demi berbakti kepadamu, kenapa masih saja curang dibelakang ku?' bisikku dalam hati. "Ma, Ayah kapan pulang?" Alisa bersandar didadaku, tanganku terulur membelai rambut panjang nan hitam milik Alisa. "Baru juga dua hari, Ayah pergi Nak, udah rindu aja," ujarku menggoda sambil menekan emosi dihati. Dua hari yang lalu, Mas Arya pamit akan ke Kalimantan mau mengurus bisnisnya. Aku yang tak begitu mengikuti perkembangan perusahaan, percaya saja padanya. Tak mungkin rasanya, Mas Arya mengkhianatiku dia lelaki yang baik, sholeh, penyayang dan selalu romantis. Namun, apa yang terjadi benar-benar diluar bayanganku
Romansa
1024.3K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
456789
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status