KINASIH
"Bener kata Bapakmu. Kalau saja kamu mau dengerin perkataan kami, hidupmu akan enak. Istri cantik, kaya, ke mana-mana pakai mobil. Nggak kaya Asih, dandan aja nggak pernah, pake baju juga itu-itu terus, kerjaannya di rumah nunggu tukang paket. Gitu terus tiap hari. Nggak bosen apa, mbokyo cari kerjaan di pabrik biar ngasilin duit. Nggak buang duit terus."
Aryo tak lagi mampu menahan amarah. Dia berdiri, menggebrak meja, membuat kopi dalam cangkirnya sedikit terpercik keluar. Sontak, Jatmiko dan istrinya terkejut, mereka menatap Aryo dengan wajah penuh tanya.
Bab Populer