Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pembalasan Dendam Si Sulung

Pembalasan Dendam Si Sulung

Maulana Hani
"Kau ini seorang Guiner, Daxton! Guiner tidak pernah menangis apalagi gagal sepertimu!" Rasa sakit, kekecewaan, dan luka telah menjadi segenggam dendam membara dalam diri Daxton.
1.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 47 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
Skandal Panas: Dari Musuh, Jadi Butuh

Skandal Panas: Dari Musuh, Jadi Butuh

Amalthea adalah seorang CEO di perusahaan ternama. Dia dan Edrick memutuskan untuk segera menikah beberapa bulan lagi. Namun, siapa sangka jika niatan itu harus gagal karena sebuah kejadian nahas menimpa Ama. Ama dijebak oleh kakak tirinya--Karina-- dengan diberi obat perangsang ke dalam minumannya. Malam itu pun, Ama menghabiskan malam panjang di sebuah hotel bersama Orion Setiawan, seorang CEO juga. Ternyata, ada seseorang yang menyusup dan mengambil gambar Ama dan Orion, lalu disebarkan ke publik. Lalu, bagaimana nasib Ama sekarang? Diputuskan, atau tetap bersama dengan Edrick?
105.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 137 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
Ketika Cinta Datang Terlambat, Perpisahan itu Mutlak

Ketika Cinta Datang Terlambat, Perpisahan itu Mutlak

Pada ulang tahun pernikahan ke-7, teman masa kecil Nico yang dramatis menelepon dan mengatakan pipa air di rumahnya rusak. Tanpa mengatakan apa-apa, Nico berbalik dan pergi menjadi tukang ledeng. Sesaat kemudian, Riska memperbarui akun media sosialnya. [ Kapan pun dan di mana pun, hanya dengan satu panggilan telepon, Pak Superman akan selalu tiba. Hadiah apa yang harus kuberikan padanya? ] Gambar yang dipostingnya adalah kondom dan pakaian robek yang berserakan di lantai. Aku tersenyum dan menelepon sebuah nomor. "Pipa air rumahku rusak, kamu mau datang dan memperbaikinya?"
1.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 64 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
Rujak Pedas di Muka Istriku

Rujak Pedas di Muka Istriku

Sinopsis: Aku menumpahkan rujak pedas ke muka istriku karena geram dia ngidam tengah malam. Aku pikir dia hanya akan menangis, ternyata dia membuatku panik karena melakukan ini ....
9.226.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 950 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

Terpaksa jadi Pelakor, Ibu Mertua Kejam

"Jangan, Om. Nanti mama lihat!" Om Beni menarik pinggangku dengan pelan, hingga tu 6uh kami menempel. "Mama mertua kamu sudah tidur. Kita bisa bebas. Om sedih liat kamu tadi ditamparnya. Sini, Om obati!" "Om, jangan!" Om Beni sudah menggendongku masuk ke kamarnya.
1.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 56 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
TERJERAT CINTA SANG DUDA

TERJERAT CINTA SANG DUDA

Sahabat macam apa yang bisa-bisanya ngerebut calon suami sahabatnya sendiri? Dia bilang katanya, ngarep aku datang dengan muka kusut, sedih dan meraung-raung. Namun sayangnya, dia salah. Aku gak seperti itu, aku justru datang dengan senyum, dan calon suami baru yang membuat semua mata terpaku.________________________________________
8.729.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 667 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
Belang si Janda Kembang

Belang si Janda Kembang

SanSan954
Kerinduan akan hadirnya anak di dalam rumah serta tuntutan sang ibu untuk segera memiliki cucu, membuat Tesla gelap mata dan menurut saja kala sang ibu menjodohkannya dengan seorang janda kembang yang tinggal di sebelah rumah. Sayangnya rencana itu tercium oleh Amy—istri Tesla. Amy menguntit liburan suaminya dengan si janda, lalu mengirimkan foto-foto mesra keduanya ke rumah orang tua Tesla. Ayah Tesla yang lemah jantung terkejut melihat gambar kemesraan sang anak dengan si janda, serangan jantung merenggut nyawa ayahnya dan Tesla berduka. Akankah kematian sang ayah menghentikan sepak terjang Tesla?
101.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
A Trap

A Trap

Wanita Yang Tegar
Allena Maura Mahardian, seorang gadis cantik dan manis yang bekerja di sebuah Cafe di pusat kota Jakarta. Allena adalah karyawan yang sangat rajin dalam bekerja, bahkan ia selalu dipuji oleh pemilik Cafe tersebut. Allena Maura Mahardian adalah gadis yatim piatu, kedua orang tuanya telah meninggal dunia karena sebuah kecelakaan yang direncanakan. Pada saat itu, usianya masih lima belas tahun. Ia sangat sedih mendengar kabar bahwa kedua orang tuanya telah pergi untuk selama-lamanya dan tidak akan kembali lagi. Sejak saat itulah, Allena Maura Mahardian memutuskan untuk mencari pekerjaan dan hidup mandiri karena harta kekayaan kedua orang tuanya telah jatuh ke tangan seorang pria tua sekaligus pembunuh kedua orang tuanya. Setelah dua minggu bekerja di sebuah Cafe, Allena Maura Mahardian kembali mengalami nasib yang sangat buruk. Rekan kerjanya yang sangat membencinya dengan tega menjebak dirinya dan menyerahkannya pada seorang pria yang sangat misterius dan memiliki sifat layaknya seorang iblis. "Kau tidak akan bisa kabur dariku, sayang!" teriak Pria itu. "Aku hanya dijebak dan dijadikan sebagai penebus hutang oleh teman-temanku," ujar Allena Maura Mahardian. "Aku tidak perduli dengan ucapanmu sayang. Kau akan tetap menikah denganku!" tegas Pria itu. "Tolong mengertilah," lirih Allena Maura Mahardian. Air matanya mengalir begitu saja, ia berusaha untuk menolak menikah dengan pria berhati iblis yang berada di hadapannya. "Jangan berbicara lagi sayang. Malam ini juga kita akan menikah jadi persiapkanlah dirimu!" tegas Pria itu. Pria itu pun pergi meninggalkan Allena yang menangis tersedu-sedu. Novel ini akan dilanjut setiap hari
Bab Populer
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 82 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Mutiara Sukma
Sebuah pesan masuk ke dalam gawaiku, tak ada firasat apapun saat itu. Dengan santai pesan itu kubuka. Sebuah foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Mataku membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang kulihat, hingga berkali-kali aku memperhatikan bahkan sampai men-zoom foto itu sedetail mungkin, takut jika mata ini salah menyimpulkan. [Maafkan saya, Bu!] tulis si pengirim foto. Aku tak menghiraukan pesannya, butir demi butir air mengalir dari sudut mata, mengaburkan penglihatan. Menandakan bahwa foto itu membuat luka didalam sana. Sebuah foto resepsi pernikahan yang berlatarkan salah satu pemandangan di Puncak, tertampang nyata, sangat indah begitu pula dengan senyum dari kedua mempelai yang terlihat sempurna dan bahagia. Mas Arya, pengantin laki-laki yang kini sedang bersanding dengan seorang wanita muda dan cantik itu adalah suamiku. Suami yang sudah sepuluh tahun ini kuhaturkan bakti kepadanya. "Ma, Mama kenapa menangis?" cepatku susut air mataku dengan ujung jari, dan mematikan ponselku agar gambar yang begitu mengiris hati itu tak sampai terlihat oleh Alisa, putriku. "Ga, sayang. Mata Mama kelilipan," ungkapku asal. Kuraih tubuh mungil Alisa dalam pelukan, gadis lima tahun ini begitu sangat berarti bagiku. "Kak Alif mana sayang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Ada, Ma lagi di kamar, muraja'ah," Aku tersenyum getir. 'Mas, kita sudah punya putra dan putri yang begitu membanggakan, aku juga meninggalkan karierku demi berbakti kepadamu, kenapa masih saja curang dibelakang ku?' bisikku dalam hati. "Ma, Ayah kapan pulang?" Alisa bersandar didadaku, tanganku terulur membelai rambut panjang nan hitam milik Alisa. "Baru juga dua hari, Ayah pergi Nak, udah rindu aja," ujarku menggoda sambil menekan emosi dihati. Dua hari yang lalu, Mas Arya pamit akan ke Kalimantan mau mengurus bisnisnya. Aku yang tak begitu mengikuti perkembangan perusahaan, percaya saja padanya. Tak mungkin rasanya, Mas Arya mengkhianatiku dia lelaki yang baik, sholeh, penyayang dan selalu romantis. Namun, apa yang terjadi benar-benar diluar bayanganku
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 597 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
BUNDA, PULANGLAH KAMI TAKUT SAMA AYAH

BUNDA, PULANGLAH KAMI TAKUT SAMA AYAH

Aku sedih meninggalkan anak-anakku pada Mas Emran. Apakah perjuanganku menjadi pahlawan devisa hanya sia-sia. Aku yang salah karena terlalu percaya pada Mas Emran. Aku yakin Allah tidak tidur dan berharap anakku baik-baik saja menunggu kepulangan ku. Reyhan dan Rindu betapa Bunda kangen sama kalian.
631.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 668 kali sebagai gambar sedih menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
47
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status