Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Let Me Go, Mr. CEO!

Let Me Go, Mr. CEO!

(Warning : banyak adegan dewasa, cerita hanya untuk usia 21+) Audriana Camelia tidak tahu bahwa ia telah dijebak oleh kekasihnya sendiri, Bagaskara Angkasa. Alih-alih mendapatkan pekerjaan sebagai sekretaris eksekutif CEO, gadis cantik berusia 24 tahun itu malah dijadikan sebagai sandera Jaxton Quinn, CEO Quinn Entertainment--sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri hiburan. Bagas yang merupakan bawahan Jaxton menawarkan Audriana yang cantik dan masih polos, syarat yang diajukan Jaxton untuk menjadi wanita simpanannya, sebagai barter agar Bagas bisa mendapatkan promosi. Bagaimanakah nasib Audriana selanjutnya?
1052.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.3K kali sebagai go tell it on the mountain
Tampilkan Ulasan (5)
Baca
+Pustaka
raisa regina
Awal bacanya serem takut2 tapi penasaran wkwkwk eh ternyata bucin juga ya Jaxton hihi how sweet jadi senyum2 bacanyaaa hahahahahahah. Semangat update nya ya thor, plis yg banyaaaakkk, penasaraaaaann wkwkwk
Nuada Airlangga
lebih gila dr sebelumnya,apa kehidupan sperti itu ada didunia nyata kak?smpek geleng2 kepalaku,awal nya benci dgn tokoh utama Bru bab 12 benci itu memudar dgn sendirinya.imajinasi kakak luar biasa,terkadang kita bisa bercerita krna kisah sendiri,crita dr orang lain atau dr membaca trus bisa kita
Baca Semua Ulasan
Don't Go , Come Back To Me Please !!

Don't Go , Come Back To Me Please !!

Kyungie12
Kan kujadikan dia wanita yang paling sempurna dan bahagia di dunia ini, melindunginya seumur hidupku ,mencintainya tanpa syarat dan alasan. "Darren Cakra Jaya". Kenapa harus aku ? Aku tak pantas untukmu , perbedaan kita sangat jauh dan terpampang nyata.. caramu memperlakukanku seperti hanya aku lah satu satunya di hidupmu .. sejujurnya aku takut ,aku sudah terlalu jauh jatuh kedalam duniamu.. aku sadar diri aku ini siapa ... Biar aku yang menahan rasa sakit ini ,kau tak perlu tahu. "Diantha Laluna Izzara".
2.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 57 kali sebagai go tell it on the mountain
Baca
+Pustaka
I Fell It

I Fell It

RieStory
"Aku memang berbeda Han, tapi aku menginginkannya. Aku ingin mencintai meski dengan cara yang tak biasa. Kau tak harus mengerti, karena semua peristiwa akan bersaksi."
102.1K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai go tell it on the mountain
Baca
+Pustaka
 DO IT PROPERLY

DO IT PROPERLY

Melodearose
"Lakukan dengan benar!" ujar dua penerus kelompok besar mafia yang menjalani hubungan palsu demi mencegah pecahnya perang antara dua kubu. Naniana Kradse selalu menganggap sandiwara yang ia jalani hanya demi menjaga daerahnya dari kehancuran pasca perang, Ascian Vade Bellion juga hanya menganggap hal konyol yang ia jalani semata-mata demi menjaga keselamatan ibunya. Tetapi ketika perasaan mereka ikut campur, semua menjadi lebih nyata untuk disebut sandiwara, dan semakin rumit untuk disebut hubungan atas pura-pura. Di saat keduanya sadar adanya perasaan yang tak seharusnya, di saat itu mereka harus memutuskan haruskah memperjuangkan hubungan asli yang terlarang atau mengakhiri semuanya dengan baik dan kembali berdiri di sisi masing-masing, sisi berbeda di mana mereka saling menatap tajam layaknya musuh yang tak dapat lagi disatukan.
102.2K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 46 kali sebagai go tell it on the mountain
Baca
+Pustaka
Mark Castello

Mark Castello

Satra Olesti
Mark Castello merupakan putra tunggal dari keluarga yang berstatus konglomerat dan sudah di tetapkan sebagai pewaris tunggal perusahaan keluarganya. Dengan ketampanan dan kecerdasan yang ia miliki, Mark tidak pernah mengecewakan keluarganya. Namun, kedua orang tuanya akan menjodohkan Mark dengan sahabat kecilnya yang tidak pernah ia cintai melebihi rasa cinta persahabatan. Untuk menggagalkan pertunangan itu, Mark menawarkan satu pilihan kepada kedua orang tuanya yaitu menjalin hubungan kerja sama dengan sebuah perusahaan yang kedua orang tuanya mimpikan. Meskipun tawaran itu sangat sulit untuk di wujudkan, akan tetapi Mark harus berjuang untuk memenangkan hubungan kerja sama dengan Nasya Sarabila Imran yang merupakan CEO perusahan Sas Galery itu dan kebetulan adalah tunangan dari seseorang yang sangat ia benci.
102.9K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 78 kali sebagai go tell it on the mountain
Baca
+Pustaka
Satelliciocis Satellite

Satelliciocis Satellite

vegetarionn
Mereka memiliki puisi dalam hidup, sedikit cita rasa petualangan, dan cinta. Cinta di atas segalanya. Meski demikian, selalu ada celah bagi kesengsaraan untuk menyelinap.
103.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 126 kali sebagai go tell it on the mountain
Baca
+Pustaka
Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Tatapan Mr. Whiteller Membuatku Berdebar

Seorang wanita muda asal Indonesia, memulai perjalanan kariernya disebuah perusahaan di Jakarta. Ia mendapatkan kesempatan langka untuk mengerjakan proyek satu perusahaan besar di New York, ini merupakan batu loncatan yang dapat mengubah hidupnya. Namun, dibalik itu, ia dihantui oleh rasa minder akibat masalah bau tubuh yang ia alami. Meskipun sudah berusaha berbagai cara untuk mengatasinya, bau tubuhnya selalu menjadi bayang-bayang yang mengganggu setiap interaksi sosial, membuatnya merasa terisolasi dan tidak percaya diri. Di tengah perjuangannya untuk mengatasi rasa rendah diri, Emily bertemu dengan Mr.Whiteller, pria yang menarik dan misterius. Tatapan matanya yang tajam dan sikap profesional yang dingin membuat Emily merasa terkesan, namun juga cemas. Apakah bau tubuhnya akan mengganggu pria itu? Apakah Mr. Whiteller akan menerima dirinya dengan segala kekurangannya? Rasa takut dan harapan bercampur aduk dalam hatinya. Emily merasa terjebak antara keinginannya untuk lebih dekat dengan pria itu dan ketakutannya akan penolakan. Suatu hari, Mr. Whiteller meminta bantuan Emily untuk memilih beberapa barang dekorasi untuk rumahnya. Kesempatan ini membuat Emily semakin gugup, terlebih lagi ia khawatir bau tubuhnya akan tercium. Namun, tak disangka, kesempatan tersebut malah mengubah dinamika hubungan mereka. Mr. Whiteller mulai menunjukkan perhatian lebih padanya, dan Emily, yang awalnya merasa tak pantas, mulai merasakan ada harapan baru dalam dirinya. Apakah mungkin Mr. Whiteller melihat dirinya lebih dari sekadar partner kerja? Ataukah ia hanya merasa kasihan? Namun, seiring berjalannya waktu, hubungan mereka menjadi semakin rumit. Emily berusaha keras mengatasi insekuritasnya, sementara perasaan antara dia dan Mr. Whiteller berkembang, meskipun banyak hal yang belum terungkap di antara mereka. Emily merasa berada dipersimpangan antara memperjuangkan hubungan yang belum jelas dan tetap berfokus pada impian dan kariernya. Tantangan terbesar datang ketika Emily menyadari bahwa tak semua perjuangan membuahkan hasil yang diharapkan. Dalam perjalanan mencari penerimaan diri dan cinta sejati, Emily harus menghadapi kenyataan pahit—bahwa harapan seringkali tidak selalu terwujud.
1.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 41 kali sebagai go tell it on the mountain
Baca
+Pustaka
Dalam Pelukan Sang Billionaire (Sean&Stella)

Dalam Pelukan Sang Billionaire (Sean&Stella)

Keterpurukan membuat Stella harus dipertemukan dengan Sean, pemilik lahan panti asuhan tempat di mana dia dibesarkan. Gadis berparas cantik itu terpaksa memohon pada Sean, agar tidak menggusur panti asuhannya. Segala cara Stella lakukan agar Sean mengabulkan permohonannya. Namun sayangnya permintaannya selalu ditolak oleh pria tampan arogan itu. Hingga suatu ketika ada sesuatu hal yang diinginkan Sean, sebagai bentuk pertukaran lahan panti yang akan pria itu gusur. “Apa yang bisa kau tawarkan jika aku mengabulkan permintaanmu?” tanya Sean dengan serigai di wajahnya. “Apa yang anda inginkan, Tuan?” Stella mendongakkan kepalanya, menatap manik mata cokelat gelap Sean. “Dirimu.” Sean menjeda, raut wajah arogannya terpancar begitu serius. “Kau bisa menawarkan dirimu sebagai imbalan atas apa yang kau inginkan.”
1023.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 742 kali sebagai go tell it on the mountain
Baca
+Pustaka
Aku Menahan Bom dengan Perut Hamil, Dia Pun Menggila

Aku Menahan Bom dengan Perut Hamil, Dia Pun Menggila

Ketika Kepala Keluarga Karsa menjadi sasaran serangan bom bunuh diri. Suamiku, Daren Karsa, yang menjabat sebagai kepala pengawal, sedang membawa sekelompok pengawal untuk mengantar teman masa kecilnya, Freya Hastanta, menonton peragaan busana. Alih-alih menekan cincin sinyal darurat, aku dengan perut hamil menerjang ke arah kepala keluarga dan menahan ledakan dengan tubuhku. Di kehidupan sebelumnya, aku menekannya. Daren meninggalkan Freya dan bergegas kembali, menyelamatkan kepala keluarga, sehingga dia menjadi tangan kanan kepala keluarga. Namun, Freya marah karena Daren pergi, lalu menyeberangi jalan tol dan tertabrak mobil hingga tewas. Di permukaan Daren tidak mengatakan apa-apa, tetapi pada hari aku melahirkan, dia mengirimku ke tempat pelelangan bawah tanah. "Di sisi kepala keluarga ada begitu banyak pengawal yang melindunginya, kenapa kau justru memaksaku untuk kembali? Bukannya itu demi gengsimu sebagai istri tangan kanan kepala keluarga?" "Kalau bukan karena kau, Freya nggak akan mati. Semua penderitaan yang dia alami, harus kau bayar berkali-kali lipat!" Aku menyaksikan dengan mata kepalaku sendiri organ-organ tubuhku dilelang satu per satu, bahkan tali pusar anakku pun tidak luput. Akhirnya, aku mati karena infeksi saat pengangkatan organ. Ketika membuka mata lagi, aku kembali ke hari saat kepala keluarga diserang.
12.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 411 kali sebagai go tell it on the mountain
Baca
+Pustaka
Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Saat Obat Alergi Berubah Menjadi Permen M&M

Pada malam perayaan ulang tahun pernikahan kami yang pertama, aku tergeletak di atas karpet merah darah, hampir tak bernyawa. Suamiku, Mason, seorang bos mafia, justru merangkul teman masa kecilnya, Yani, sambil menikmati sampanye dan bercakap dengan gembira. Yani tahu aku alergi wijen. Jadi dia membuat setiap hidangan malam ini disiram saus wijen. Aku baru menggigit satu suap. Tenggorokanku langsung membengkak, paru-paruku seperti terbakar, dan ruam merah menjalar di kulitku. Di ambang sesak napas, aku mengerahkan seluruh tenagaku untuk meraih obat alergi di dalam sakuku. Tapi obat itu meleleh, lengket di telapak tanganku. Obatku ternyata telah ditukar menjadi kacang cokelat M&M! Melihat ekspresiku yang tak percaya, Yani tertawa. "Kejutan! Aku sengaja menyuruh Mason mengganti obatmu." "Kita semua tahu kamu cuma pura-pura alergi. Siapa sih yang cuma makan sedikit wijen saja langsung pingsan? Lebay banget." Aku terjatuh dari kursi, berbaring di lantai sambil susah payah bernapas. Di telingaku terdengar suara orang-orang lain yang sedang bertaruh berapa lama aku akan ‘berakting’ kali ini. "Mason… berikan obatku…" Aku memohon dengan suara parau. "Kumohon… aku benar-benar akan mati…" Dia menghela napas. "Drama banget. Kalian perempuan bisa nggak sih berhenti pakai kata ‘mati’ buat mengancam laki-laki? Apa aku belum cukup mencintaimu?" "Yani benar. Selama aku nggak peduli, kamu sendiri yang akan berhenti dengan akting murahan ini." Saat itu, hatiku terasa lebih sakit daripada tenggorokanku. Aku tak lagi menjelaskan apa pun. Dengan tangan gemetar, aku mengirim sinyal permintaan bantuan kepada keluargaku.
4.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 118 kali sebagai go tell it on the mountain
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1234
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status