Filtrar por
Status de atualização
TodosEm andamentoConcluído
Ordenar por
TodosPopularRecomendaçãoAvaliaçõesAtualizado
KALI KEDUA

KALI KEDUA

Nahla Farisya
"Mari kita bercerai saja!" Ucapku tegas. Pria dihadapanku menatapku datar. Seolah apa yang ku ucapkan adalah lelucon sampah. Tak ada angin dan hujan aku meminta cerai. Padahal sandiwara-sandiwara ini sudah terasa memuakkan.
Capítulos em Alta
9.74.0K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 108 Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Setelah Berpisah, Bunga Persik Tetap Mekar

Di hari Naomi Maruli mengetahui kehamilannya, dia menerjang hujan deras menuju klub yang sering dikunjungi Rehan Kurniawan. Di pintu masuk ruangan pribadi, dia menyeka rambutnya yang basah dan bersiap untuk memberi kejutan setelah Rehan selesai. Dari celah pintu yang sedikit terbuka, suara seorang pria diselingi tawa, terdengar. “Rehan, tinggal seminggu lagi pernikahanmu dan Naomi. Apa semua kejutan untuk pernikahan itu sudah siap?” “Sudah siap.” Suara dingin Rehan terdengar seperti sedang mabuk. “Aku akan memberinya kenangan yang tak terlupakan.” Naomi berhenti sejenak saat mengeringkan rambutnya, senyum manis tanpa sadar mengembang di bibirnya. Selama tiga tahun bersama Rehan, pria itu benar-benar menyayanginya, memanjakannya dengan sepenuh hati. “Haha, Kak, kalau Naomi tahu aku berpura-pura jadi kamu dan mempermainkannya begitu lama, apa dia akan langsung pingsan dan menggila?” “Haha, takutnya meski dia dibunuh juga nggak akan nyangka kalau Rehan punya saudara kembar identik!” “Kalau dia tahu dia sudah dipermainkan oleh adik dari pacarnya selama tiga tahun...”
6.4K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 216 Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
Gairah Berbahaya sang CEO: Ciumanku Membuatnya Bangun dari Koma

Gairah Berbahaya sang CEO: Ciumanku Membuatnya Bangun dari Koma

"Menurutmu, apa hukuman yang pantas untuk seseorang yang berani menyentuhku tanpa izin, Riel?" Suara dingin itu menusuk, membuat tubuhku gemetar tanpa sadar. Rigen Ataraka—suami koma yang baru kunikahi pagi ini—berdiri menjulang, matanya penuh ancaman. Aku bodoh. Aku terlalu terpesona oleh ketampanannya hingga tanpa sadar mencium dan memeluknya, berpikir dia akan koma selamanya. Tapi pria ini tidak koma. Dia sadar. Segar bugar. Dan sekarang, dia ingin menghukumku. "Maaf, Rigen. Tapi… kita suami istri, kan?" Dia tak menjawab, hanya melemparkan dokumen ke arahku. "Tandatangani." Aku menatap kertas itu—pernikahan kontrak. "Jangan pernah bermimpi mendapatkan apa pun dariku," suaranya tegas. Begitulah aku menjadi istri kontrak Rigen Ataraka, menanti hari perceraian yang semakin dekat. Aku bahkan sudah bersiap dengan tunjangan dan rencana pergi jauh. Namun, saat aku menyerahkan surat cerai.… "Mau ke mana, Riel?" Rigen merobek surat itu tanpa ragu, matanya tajam. "Kamu tidak akan bisa meninggalkanku. Aku terlalu kuat untuk kamu tinggalkan, Ariella."
1077.5K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 2.6K Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
Extraordinary Captain

Extraordinary Captain

Jahikunie
Langit kelabu, sesekali menampakkan kilatan di jauh sana, setelah gelegar bunyinya masuk ke pendengaran. Walaupun hujan akan turun, tapi tidak meredam bunyu pantulan basket di tengah lapangan. Bola yang dipantulkan, tetapi hati yang terpacu. Dari sinilah semua dimulai.
103.1K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 109 Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
Gadis Tanpa  Ingatan

Gadis Tanpa Ingatan

"Pungut aku..." Dalam hujan malam yang menggila, Elvano menemukan gadis asing penuh luka dan tanpa identitas. Ia menamainya Raina. Tapi sejak itu, hidupnya yang tenang berubah. Ada misteri yang belum terjawab. Dan mungkin, kehadiran gadis itu bukan sekadar kebetulan.
10802 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 28 Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
SENJA DI BALIK RAHASIA

SENJA DI BALIK RAHASIA

Alya kembali dipertemukan dengan Rendra, pria yang pernah mengisi hidupnya namun juga meninggalkan luka yang sepenuhnya sembuh. Pertemuan tak terduga di sebuah cafe saat hujan turun membawa mereka pada kenangan lama yang masih terasa hangat dan perasaan yang ternyata belum usai
228 visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 7 Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
Warungku Ditutup Jin

Warungku Ditutup Jin

Maymey
Semenjak kejadian itu, warung nasi goreng Andi menjadi sepi. Warung sedang buka dibilang tutup. Ketika hujan turun, banyak orang berteduh, tapi tidak ada satu pun yang memesan nasi goreng jualannya. Anak dan istrinya pun kesurupan. Ada misteri apakah?
103.7K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 106 Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

Warisan Kultivasi: Pengendali Awan

Di jaman di mana manusia menyanjung kultivator hebat pelayan dewa, hiduplah Cakra, seorang kultivator pemula. Tapi ketika Amara, cinta pertamanya, akan ditumbalkan untuk Dewa Hujan, amarah Cakra meledak. Dan amarah itu membangkitkan sesuatu yang sudah tertidur selama seribu tahun...
10459 visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 10 Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
DIKEJAR CINTA MANTAN SUAMI

DIKEJAR CINTA MANTAN SUAMI

“Kamu aja lagi yang jadi nyonya di rumah kita Rin,” Damar mengejar langkah Arina yang akan pulang sore itu. “Maaf mas, aku bukan selera, kamu!” Arina berlari menuju halte menghindari gerimis yang mulai turun di awal Januari tahun ini. “Kita punya Davian kan, ayo kita jalin kisah kita kembali Rin, saya mohon.” Arina berbalik lalu tersenyum ke arah Damar Ganendra. “Davian nggak tahu kalau punya papa, Mas. Di akte kelahirannya juga Cuma ada namaku sebagai orang tuanya.” “Rin biarkan Davian merasakan keluarga yang utuh, punya papa dan mama!” Rinai hujan mulai mengamuk, memerangkap dua sejoli yang dulu pernah menjadi mempelai dadakan. Disini, di halte bis diiringi hujan yang nyaris badai, kisah cinta Arina dan Damar kembali dimulai setelah perpisahan mereka tiga tahun yang lalu.
7.335.9K visualizaçõesCompletoAdicionado à Biblioteca 789 Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
Festival Kembang Api

Festival Kembang Api

Meraki Senandika
Benda. Apa yang terbesit pertama kali di kepala kita saat mendengar kata benda? Bukankah benda hanya benda. Tetapi katanya benda mampu menyimpan kenangan. Katanya benda juga mampu merasakan dan mentransfer energi akan ingatan kepada orang lain. Pernahkah kalian merasakan kekosongan aneh saat berada di dekat suatu benda? Atau pernahkah kalian secara tidak sadar mendengar benda berbisik di telinga? Jika tidak kalian beruntung. Sebab aku terlahir bersahabat dengan benda. "Ia sering terpuruk sendirian. Tak ada yang peduli. Tak ada yang sadar. Kami menjadi saksi bisu rasa sakitnya." Lemari itu membisikkan kalimat penuh penderitaan padaku. Seolah-olah ia merasakan apa yang dirasakan pemilik kamar ini. "Ia tidak pernah bahagia sekalipun hidup di rumah ini. Kebahagiaannya hanya satu. Saat kamu datang dan merangkulnya pagi itu." Gagang pintu yang kusentuh tanpa diminta bercerita. Aku hanya laki-laki bisa. "Rio, jangan menyalahkan diri sendiri." Begitu ucap mereka. Hingga suatu harii aku terjebak di jalan berkelok yang seharusnya tak pernah ku lalui. Hari itu sabtu malam yang kelam dan aku berhasil menemukan jalan masuk. Festival yang tak pernah kulihat dimanapun. Pesta kembang api pertama dalam hidupku. Lalu kejanggalan apa ini? Tidak ada habis-habisnya. Hari terus berganti. Namun mereka tak pernah berhenti. Dalam hati aku bertekad aku harus keluar dari tempat ini. Akankah benda-benda ini mampu membantuku keluar dari kurungan tak berujung ini? Atau aku malah akan terus terperangkap? Sial. Kembang api pertama dalam hidupku malah mengakhiri segalanya. Hidup, keluarga bahkan cinta pertamaku.
102.6K visualizaçõesEm andamentoAdicionado à Biblioteca 70 Vezes como hujan pagi hari
Ler
+Biblioteca
ANTERIOR
1
...
2021222324
...
50
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status