Kau Khianati Aku, Kunikahi Ayahmu
Bagaimana kalau justru ia … jatuh cinta pada pria itu?
Irisha mengusap air matanya dengan gerakan kasar, memaksa kelemahannya mati saat itu juga.
“Reino …!” desisnya penuh kebencian, bibirnya menyeringai getir. “Semua ini gara-gara kamu. Brengsek.”
Ia menatap dua garis pada alat tes itu—simbol kekuatan barunya, kartu yang akan ia mainkan dengan kejam.
“Lihat saja,” gumamnya, suaranya dingin seperti belati. “Mulai besok malam … hidupmu akan berubah jadi neraka.”