Kabut Sirna, Fajar Menyingsing
Naomi Elowen diam-diam mencintai Arthur Pradana selama lima tahun penuh.
Demi pria itu, dia bertahan di kota yang jauh dari kampung halamannya, menukar masa muda dengan kesetiaan yang tak pernah benar-benar dibalas.
Ketika tunangan Arthur kabur dari pernikahan mereka, Naomi melangkah maju tanpa ragu, menerima cincin pertunangan yang seharusnya bukan miliknya.
Sejak awal dia tahu bahwa Arthur tidak pernah mencintainya.
Di hari pernikahan mereka, Nadine Ravelly mengucapkan satu kalimat, “Dadaku sakit,” Arthur langsung meninggalkannya dan bergegas menemui wanita lain.
Semua orang menertawakannya karena bergantung pada Arthur seperti tanaman merambat. Mereka menertawakannya karena dia mencintai sepenuh hati dan keras kepala.
Bahkan Naomi sendiri pernah mempercayai itu.
Namun bahkan cinta yang terdalam sekalipun, apabila terus diabaikan, diremehkan, dan ditempatkan sebagai pilihan terakhir, pada akhirnya akan memudar perlahan.
Dan ketika Arthur akhirnya menoleh kembali ke belakang, wanita yang pernah memberikan seluruh hati dan cinta kepadanya, telah menghilang bersama angin dan tak pernah kembali lagi.