Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Dilema Pernikahan bersama Presdir Dingin

Pada ulang tahun pernikahan kelima Kyna dan Aldrian, cinta pertama Aldrian pulang ke dalam negeri. Malam itu, Kyna mendapati Aldrian melepaskan hasratnya di kamar mandi sambil menggumamkan nama cinta pertamanya itu. Ternyata, inilah alasan Aldrian tidak menyentuhnya selama lima tahun pernikahan mereka. Aldrian berkata, "Kyna, Nara yang pulang sendirian kasihan banget. Aku cuma bantu dia sebagai seorang teman." Kyna menjawab, "Aku mengerti." Aldrian berkata, "Kyna, aku pernah janji ke Nara untuk rayakan ulang tahunnya di pulau. Aku cuma penuhi janjiku." Kyna menjawab, "Oke." Aldrian berkata, "Kyna, aku butuh seseorang yang cakap untuk hadiri pesta malam ini. Nara lebih cocok daripada kamu." Kyna menjawab, "Emm, pergilah." Ketika Nara berhenti marah, menangis, dan membuat keributan, Aldrian malah merasa bingung dan bertanya, "Kyna, kenapa kamu nggak marah?" Kyna tentu saja tidak marah lagi. Sebab, dia juga akan segera pergi. Dia sudah bosan dengan pernikahan mereka yang monoton. Jadi, dia diam-diam belajar bahasa asing, mengikuti tes kemampuan bahasa asing, dan diam-diam mengajukan aplikasi studi ke luar negeri. Pada hari visanya disetujui, Kyna melemparkan surat kesepakatan cerai ke hadapan Aldrian. Aldrian berujar, "Jangan bercanda lagi. Mana mungkin kamu bisa bertahan hidup tanpa aku?" Namun, Kyna tidak peduli pada tanggapan Aldrian dan membeli tiket pesawat ke Yuropiah. Sejak saat itu, kabarnya tak pernah terdengar lagi. Aldrian baru mendengar berita tentang Kyna lagi ketika video Kyna yang mengenakan gaun merah dan menarikan tarian tanah air di negeri asing viral di seluruh internet .... Dia menggertakkan giginya dan bergumam, "Kyna, nggak peduli di mana pun kamu bersembunyi, aku akan bawa kamu kembali!"
91.2M DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 25.0K kali sebagai kamar pink
Tampilkan Ulasan (216)
Baca
+Pustaka
uwu
thor sblm views dan ratingnya turun yg bikin jdi peringkatnya juga nurun karna ceritanya muter” trs, ngebosenin, dan hilang minat baca para pengikut mending lu langsung aje fokus ke kyna sama aldrian di satuin lagi biar mereka nikah dan pengikut jdi suka dan terhibur setelah itu baru masukin konflik
Melody Flow
cerita nya terlalu bertele2. jalan di tempat. kayak adegan aldrian nolongin kyna pas diganggu penjahat, nolong kyna pas trauma dengan eldric gak ada artinya sama sekali ke hubungan mereka jadi semakin membaik. sekarang balik lg ke masalah Cecilia eldric. abis itu ketemu aldrian lg gitu2 trus polanya
Baca Semua Ulasan
Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Dia Tersesat dalam Arah dan Aku Menarik Cahayanya

Suamiku itu seorang buta arah, bahkan tidak bisa membaca navigasi. Di hari pernikahan pun dia tersesat dan datang terlambat, hingga pernikahan kami harus ditunda tiga hari. Saat hari peringatan pernikahan, dia juga tersesat dan makanan yang sudah kusiapkan di meja pun dingin. Bahkan ketika aku hamil delapan bulan dan terjatuh di kamar mandi sambil meminta tolong, dia memang terdengar panik, tetapi tetap saja tersesat di jalan pulang selama lima tahun. Dia baru sampai setelah aku selesai mengkremasi anak kami di rumah sakit. Aku menjadi murung, dan orang-orang di sekitar mencoba menghiburku. “Otaknya memang bodoh dan tidak bisa mengingat jalan, bukan sengaja datang terlambat. Jangan marah lagi, kalian masih bisa punya anak.” Aku hanya mengangguk dengan linglung. Namun saat dalam perjalanan ke pemakaman anakku, aku baru sadar suamiku tidak memakai sopir dan malah memutar arah menuju rumah asistennya dengan lancar. “Merry, pemakamannya tidak mulai secepat itu. Aku antar Bella ke bandara dulu, dia sedang buru-buru pulang kampung.” Tanpa memberiku kesempatan menolak, mobil itu sudah sampai di depan pintunya. Asisten itu dengan luwes duduk di kursi depan, kata-katanya menusuk hati. “Lihat, aku sudah melatihmu dengan baik. Kalau kamu berani lupa jalan ke rumahku, aku akan menghukummu.” Ketika menyadari keberadaanku di kursi belakang, ia lalu menjulurkan lidah dengan canggung. “Bu Merry, tadi saya hanya bercanda.” Aku menahan diri agar tidak meluapkan emosi. Tetapi setelah mengantar asistennya, suamiku kembali “lupa” jalan ke pemakaman, sehingga upacara tertunda setengah jam. Aku memeluk kotak abu anakku, dan akhirnya benar-benar putus asa. Ternyata, seseorang bisa menjadi pengecualian … hanya saja itu bukan diriku dan anakku.
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 29 kali sebagai kamar pink
Baca
+Pustaka
Terjebak Cinta Terlarang

Terjebak Cinta Terlarang

Danendra Sanjaya merasa tertarik pada seorang wanita cantik yang ditemuinya di kelab X. Danendra yang baru kembali dari luar negeri tidak tahu, wanita itu adalah Maharatu seorang aktris yang tengah bersinar. Sebagai seorang casanova cap kadal, Danendra tidak menyia-nyiakan kesempatan saat melihat Maharatu mabuk berat. Tanpa berpikir dua kali, Danendra membawa Maharatu ke hotel di dekat kelab. Maharatu yang mabuk mengira Danendra adalah Bagaskara--suaminya. Keduanya hampir saja terlibat ONS, tapi Maharatu menyadari kalau pria yang sedang mencumbunya bukanlah suaminya. Maharatu mendorong tubuh Danendra lalu bersembunyi di kamar mandi. Keesokan paginya Maharatu terkejut karena dia tertidur di samping Danendra. Buru-buru Maharatu melarikan diri sebelum Danendra bangun. Danendra yang kesal karena ditinggal kabur mencari tahu tentang Maharatu. Pria itu sempat mencibir saat tahu Maharatu hanyalah seorang istri kedua. Pertemuan kedua mereka menjadi titik balik Danendra yang semakin ingin menggali lebih dalam tentang Maharatu. Pasalnya dia bertemu Maharatu dengan keadaan yang sangat memprihatinkan. Wajah, leher, dan tubuh wanita itu penuh luka lebam. Bahkan dengan lantang Maharatu bilang Danendra hampir membuatnya mati. Keberuntungan berpihak pada Danendra, Bagaskara mencari bodyguard untuk menjaga istri keduanya itu. Alhasil Danendra menyamar menjadi bodyguard untuk Maharatu. Disini Danendra tahu kenapa Maharatu bersedia menjadi istri kedua yang menderita. Danendra bertekad akan melepaskan Maharatu dari cengkeraman Bagaskara dan membuat wanita itu merasakan kebahagiaan yang tidak pernah dia rasakan sejak kecil. Terlebih saat Danendra dan Maharatu sudah saling jatuh cinta berbagai cobaan dan halangan merintang di hadapan keduanya. Mampukah mereka meraih kebahagiaan yang sejati? Lalu mampukah Maharatu lepas dari cengkraman Bagaskara yang kejam?
104.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 183 kali sebagai kamar pink
Baca
+Pustaka
VR Sky Impact

VR Sky Impact

Apakah kamu pernah merasakan terjebak masuk ke dalam dunia game pertualangan?. VR Sky Impact adalah permainan virtual reality yang sangat ditunggu-tunggu perilisannya terutama pencinta game online dan anak remaja karena iklan yang disajikan sangat mengesankan menarik minat banyak orang di dunia. Fani dan Fini adalah kembar yang baru saja lulus SMA yang sudah melakukan pre order saat iklan pertama rilis karena ingin mengisi waktu luang sebelum di mulai perkuliahan. Disaat hari pertama rilis, semua orang yang telah mendapat kiriman paket tersebut dan secara hampir bersamaan mencobanya. Saat semua orang memulai permainannya, secara bersamaan semua orang berubah menjadi partikel kecil berwarna putih kemudian menghilang dari dunia nyata, di keesokan harinya menjadi berita viral dunia, dikarenakan banyak beredar rekaman video dari semua konten kreator ternama yang sedang memulai bermain permainan VR Sky Impact perlahan menghilang saat memulai permainan dan berbanding lurus dengan banyaknya laporan dari keluarga yang merasakan kehilangan anggota keluarganya saat terakhir diketahui sedang akan bermain permainan tersebut di kamar atau ruang khusus dirumah mereka, tetapi sang pengembang game tersebut sangat sulit untuk ditemui setelah rilisnya permainan tersebut. Apakah yang terjadi pada Fani dan Fini serta semua orang yang bermain VR Sky Impact? Apa mereka bisa kembali ke dunia asalnya dan bertemu kembali dengan keluarga mereka? Update kemungkinan 3 - 4 minggu sekali, mohon tetap bersabar untuk menunggu kelanjutan ceritanya serta mohon untuk tinggalkan jejak bintang dan komennya juga ya teman-teman, terima kasih. Jika banyak yang baca dan responnya positif membuatku lebih semangat, akan aku usahakan update lebih cepat untuk teman-teman semuanya. Start writing : March 2025 Start publish : September 17, 2025 End publish : _______________
709 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 16 kali sebagai kamar pink
Baca
+Pustaka
Melepas Cintaku Demi Cintamu

Melepas Cintaku Demi Cintamu

"Rena, aku akan selalu mencintaimu!" desah Jeremy tak tertahankan. Tepat saat dia hampir mencapai klimaks, ponselnya tiba-tiba bergetar. Dalam kondisi seperti itu, tentu saja dia mengabaikannya. Namun tak lama kemudian, layar ponselnya menyala. Begitu Jeremy melihat nama yang tertera, tubuhnya langsung menegang. Rena mendengarnya mengangkat telepon dan berkata, "Halo?" Di tengah sunyinya malam, suara dari ponsel terdengar sangat jelas, "Jeremy, kamu tahu nggak ... Nadia ...." Jeremy buru-buru memotongnya dengan suara rendah dalam bahasa asing, "Kecilkan suaramu, ini bukan waktu yang tepat." Lawan bicaranya langsung berganti bahasa, tetapi suaranya tetap terdengar keras, "Hasil pemeriksaan rumah sakit sudah keluar. Nadia kena kanker stadium akhir. Hidupnya tinggal sebulan! Dia ingin jadi istrimu. Kamu bisa nggak kabulkan keinginan terakhirnya sebelum dia pergi?" Ekspresi Jeremy langsung berubah drastis. "Apa?! Tunggu aku!" Setelah menutup telepon, dia menoleh ke Rena dan berkata dengan lembut, "Rena, aku ada urusan penting, harus keluar sebentar. Kamu istirahat saja dulu, nanti aku segera balik." Tanpa menunggu jawaban darinya, Jeremy buru-buru pergi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian. Dia meninggalkan rumah tanpa menoleh sedikit pun. Sesaat kemudian, layar ponsel Rena menyala. Ternyata pesan dari Nadia. [ Rena, kamu kalah. Dari dulu aku sudah bilang, Jeremy itu milikku. ] Tepat di bawahnya, ada pesan lain yang dikirim tiga hari lalu. [ Kalau aku kena kanker, menurutmu Jeremy bakal ninggalin kamu buat datang ke aku nggak? Aku yakin dia pasti datang. ] Tatapan Rena perlahan terangkat dari layar ponsel ke arah pintu kamar yang masih terbuka. Jeremy tidak tahu, dia sudah lama belajar bahasa asing itu. Seluruh percakapan tadi, didengar dan dipahaminya dengan jelas. Sejenak kemudian, wajah Rena menyunggingkan senyuman yang begitu pahit dan menyedihkan. "Iya ... aku memang kalah ...."
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 212 kali sebagai kamar pink
Baca
+Pustaka
Catatan Usang

Catatan Usang

“Dek, tolong catat semua hadiah yang udah aku kasih ke kamu. Bonnya ada di tasku!” “Catat lagi?” “Iyalah kita harus menghemat. Pengeluaran dan pemasukan harus ada notanya. Tidak boleh kita pakai berlebihan sehari hanya boleh 70 ribu. Tidak boleh lebih.” Tak ada sahutan dari istriku malah menatap lurus dengan pandangan kosong. Aku mendekat untuk memastikan dia mendengarnya atau tidak. “Kau dengar tidak, Dek?” Baru saja kau ingin menyentuh pundaknya. Prily sudah lebih dahulu berjalan menghindar. “Hmm,” sahutnya tak acuh. Bahkan barang-barang yang kuberikan sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita saja dia abaikan. Bukankah dia pernah bilang menginginkan long dress dengan berwarna merah muda dengan aksen renda. Sudahlah aku repot-repot memesannya diam-diam lewat market place online. Prily justru membiarkan gamis beserta coklat yang kupesan khusus untuknya tergeletak di meja. Ck, kenapa perempuan susah sekali dimengerti. Sungguh membuatku frustrasi saja. Lebih baik bermain game dari pada terus memikirkan hal-hal yang hanya memancing emosi. ~ Di sore hari Prily biasanya akan berdiri di atas balkon. Aku sudah hafal dengan kebiasaannya. Kamar kami mengarah ke lapangan, yang biasa dipakai anak-anak kompleks untuk bermain di pagi dan sore hari. Prily tak pernah melewatkan melihat canda tawa mereka di balik jendela, barang sekali. “Mau sampai kapan berdiri di situ,” tanyaku sembari memakai kaus lengan pendek, lalu mengeringkan kepalaku dengan handuk. Prily segera mendekat lalu tangannya begitu cekatan menggosokkan handuk itu ke kepalaku. “Padahal aku punya hair dryer loh, Mas bisa pakai kalau mau.” “Kamu saja yang pakai, aku tidak perlu lah. 10 menit juga kering.” Mampukah Prily bertahan dalam pernikahannya dengan Arjuna yang serba perhitungan? atau memilih pergi saat cinta pertamanya? Dia Akbar, pria kaya raya, yang ia kira telah lama mati, justru hadir kembali.
1013.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 350 kali sebagai kamar pink
Baca
+Pustaka
Kupu-kupu Kertas

Kupu-kupu Kertas

21++ warning!!! cerita ini mengandung cerita dewasa, bijaklah dalam memilih bacaan. “Turunkan aku!” jerit Milly meronta memukul punggung Axton ketika lelaki berjalan membawanya menuju kamar rahasia di ruangan kerjanya. “Ah,” ringis Milly ia terbanting di ranjang dan kepalanya terasa pening. Sementara ia mengumpulkan kesadarannya sejenak, Axton tiba-tiba menarik kakinya membuat ia meluncur ke bawah. “Apa yang kau lakukan?!” pekik Milly histeris. Apalagi saat Axton mulai merangkak ke atasnya, menangkap kedua tangannya, mengikatnya dengan dasi yang sebelumnya diambil di atas nakas. “Menurutmu?” Axton bertanya balik di sela giginya yang menarik kencang simpulan dasi itu, lalu mengaitkannya di ranjang. Milly menggeleng diliputi perasaan panik. “Tidak. Tidak!” Axton kemudian selesai memenjarakan tangannya. Ia mengurung Milly di bawahnya dan menyeringai. “Ibumu pasti begitu menjagamu hm? Ia bahkan menyebarkan berita palsu tentang kematian putrinya sendiri. Buktinya kau masih hidup dan bertahan hingga detik ini.” Milly menatap sengit Axton. Berusaha berani walau matanya hendak melesakkan air mata. “Apa maksudmu?” “Kau dan Ibumu telah bekerjasama menghancurkan keluargaku.” “Aku dan Ibuku bukan orang seperti itu!” “Kenyataannya Ibumu menyembunyikanmu dari seluruh dunia. Kau pun turut andil dengan menggunakan benda ini untuk mengelabui semua orang.” Axton melepas masker Milly kasar dan meremasnya kemudian. Tapi selama beberapa saat ia tercenung melihat keseluruhan wajah Milly. Bukan karena paras kecantikan gadis itu. Melainkan bola mata yang dimiliki oleh Milly. Terkesan mengingatkannya pada seseorang di masa lalunya yang begitu ia rindukan. Dan Axton baru memerhatikan hal itu sekarang. Tapi secepat kilat ia menepisnya. Menanamkan di benaknya bahwa gadis di hadapannya ini adalah putri seorang wanita jalang. “Kau tidak pantas memiliki bola mata yang indah,” bisik Axton dingin. “Apa?” Namun detik berikutnya Milly menjerit, “Hentikan!” Masalahnya Axton mengoyak paksa pakaiannya tanpa ampun. Hingga bunyi kain robek berkali-kali terdengar di ruangan kedap suara itu. Menyisakan tubuh Milly yang tertutup bra hitam dan dalaman dengan warna senada.
1010.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 366 kali sebagai kamar pink
Baca
+Pustaka
Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Kejutan Untuk Suami Sok Alim Ternyata Tukang Kawin

Mutiara Sukma
Sebuah pesan masuk ke dalam gawaiku, tak ada firasat apapun saat itu. Dengan santai pesan itu kubuka. Sebuah foto yang dikirim oleh nomor tak dikenal. Mataku membulat sempurna, tak percaya dengan apa yang kulihat, hingga berkali-kali aku memperhatikan bahkan sampai men-zoom foto itu sedetail mungkin, takut jika mata ini salah menyimpulkan. [Maafkan saya, Bu!] tulis si pengirim foto. Aku tak menghiraukan pesannya, butir demi butir air mengalir dari sudut mata, mengaburkan penglihatan. Menandakan bahwa foto itu membuat luka didalam sana. Sebuah foto resepsi pernikahan yang berlatarkan salah satu pemandangan di Puncak, tertampang nyata, sangat indah begitu pula dengan senyum dari kedua mempelai yang terlihat sempurna dan bahagia. Mas Arya, pengantin laki-laki yang kini sedang bersanding dengan seorang wanita muda dan cantik itu adalah suamiku. Suami yang sudah sepuluh tahun ini kuhaturkan bakti kepadanya. "Ma, Mama kenapa menangis?" cepatku susut air mataku dengan ujung jari, dan mematikan ponselku agar gambar yang begitu mengiris hati itu tak sampai terlihat oleh Alisa, putriku. "Ga, sayang. Mata Mama kelilipan," ungkapku asal. Kuraih tubuh mungil Alisa dalam pelukan, gadis lima tahun ini begitu sangat berarti bagiku. "Kak Alif mana sayang?" tanyaku mengalihkan pembicaraan. "Ada, Ma lagi di kamar, muraja'ah," Aku tersenyum getir. 'Mas, kita sudah punya putra dan putri yang begitu membanggakan, aku juga meninggalkan karierku demi berbakti kepadamu, kenapa masih saja curang dibelakang ku?' bisikku dalam hati. "Ma, Ayah kapan pulang?" Alisa bersandar didadaku, tanganku terulur membelai rambut panjang nan hitam milik Alisa. "Baru juga dua hari, Ayah pergi Nak, udah rindu aja," ujarku menggoda sambil menekan emosi dihati. Dua hari yang lalu, Mas Arya pamit akan ke Kalimantan mau mengurus bisnisnya. Aku yang tak begitu mengikuti perkembangan perusahaan, percaya saja padanya. Tak mungkin rasanya, Mas Arya mengkhianatiku dia lelaki yang baik, sholeh, penyayang dan selalu romantis. Namun, apa yang terjadi benar-benar diluar bayanganku
1024.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 696 kali sebagai kamar pink
Baca
+Pustaka
Raina

Raina

itsluvi_
Raina berusaha move on dari mantan pacar sekaligus sahabat SMAnya. Pria yang tiba-tiba memutuskannya di tahun terakhir kuliah dan menikah dengan perempuan lain. Di tengah proses move on itu, Galih datang menawarkan kehidupan baru bagi Raina. Pria yang berpropesi dokter itu membawa serta rasa cinta untuk Raina. Raina berusaha membuka hatinya meski sangat sulit sekali karena semakin dia melupakan semakin dia terus mengingat Raka, pria yang sudah menyakitinya. Galih tidak mempermasalahkan hal itu, dia hanya meminta Raina ada di sampingnya dan dia akan membantu perempuan itu lepas dari masa lalunya. Ketika Raina sudah mulai menerima Galih dan mengarahkan hubungan mereka ke arah yang lebih serius, Raka datang di sebuah reuni SMA. Pria itu kembali menyapa kehidupan Raina dengan sekelumit ceritanya yang belum tuntas. Tentang dirinya yang menikah dengan perempuan lain, tentang dirinya yang datang seorang diri tanpa kehadiran istrinya. Ternyata, Raka sudah cukup lama bercerai dari istrinya. Tepat di hari pertunangan Raina dan Galih, Raka memberikan sepucuk surat perpisahan pada Raina yang justru membuat perempuan 26 tahun itu kembali bimbang. Tiga bulan lagi adalah hari pernikahannya dengan Galih, sebelum itu Raina ingin mengembahkan usahanya. Dia dan sahabatnya membuat sebuah toko kue Lupis dengan kreasi yang lebih modern dan langsung membuka gerai di Palembang. Raina terbang langsung ke Palembang untuk pembukaan toko kue itu. Di hotel, dia bertemu Raka. Lelaki itu menunggu skedul penerbangannya. Mereka menghabiskan waktu bersama, Raina seakan lupa dengan Galih sampai suatu malam di kamar hotel Raina, Raka menjelaskan kalau dia menikahi Dinda karena amanat dari papa gadis itu. Raina menangis, dan Raka berusaha menenangkannya sampai kemudian mereka melakukan having sex atas dasar kerinduan. Dampak dari perbuatannya itu, Raina hamil. Kehamilannya diketahui oleh Galih, pria itu marah dan memutuskan membatalkan pernikahan mereka, kedua keluarga marah besar. Namun Galih sudsh memutuskan, dia menyerahkan Raina sepenuhnya pada Raka.
109.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 289 kali sebagai kamar pink
Baca
+Pustaka
Istri Super Jorok

Istri Super Jorok

Anto, 30 tahun. Anak semata wayang yang dibesarkan dalam lingkungan keluarga yang sangat disiplin. Marni, 27 tahun, gadis yatim piatu yang bertolak belakang dengan Anto. Ibunya yang memiliki banyak anak, tak sempat mengurusi masalah rumah dengan baik. Ditambah lagi, sang Ibu sibuk bekerja di ladang sawit membantu suaminya, meninggalkan anak-anaknya yang masih kecil dengan Marni di rumah. Rumah kotor dan serba jorok sudah biasa bagi Marni dan keluarganya. Ayah Anto, merupakan juragan sawit yang memperkerjakan ayah Marni. Dia merasa kasihan dengan nasib Marni, yang ditinggalkan oleh orang tuanya dengan tujuh adik yang masih kecil. Ayah Anto, menjodohkan Anto dengan Marni, dengan maksud menolong gadis itu. Tutur kata Marni yang halus, sikapnya yang sopan dan kasih sayangnya pada adik-adiknya, menggugah Ayah Anto, sehingga dia berniat menjodohkan Marni dengan anaknya yang sampai umur tiga puluh tahun, tak juga berniat untuk menikah. Anto tak menolak, di tengah desakan orang tuanya yang ingin mendapatkan menantu, Anto menerima begitu saja dan percaya akan pilihan ayahnya, tanpa berpikir akan mengajak gadis itu berkenalan lebih dulu. Anto adalah laki-laki yang gila bekerja, dia tak sempat memikirkan asmara, bahkan setelah didesak untuk menikah karena umurnya yang telah matang. Pernikahan terjadi, di sini lah semua masalah dimulai. Di malam pertama mereka, Anto mencium bau yang tak sedap dari tubuh Marni, bau yang membuat dia kehilangan selera pada wanita itu, Marni juga tak mandi, dia hanya mengganti baju pengantin dengan daster lusuh yang amat menganggu pemandangan Anto. Akhirnya, dengan amat terpaksa, Anto memilih pindah kamar, dari pada muntah sekamar dengan Marni. Di malam pertama mereka, bukan kemesraan yang terjadi, tapi Anto lebih memilih pisah ranjang dengan Marni. Anto menyerah, dia berniat akan menceraikan Marni, jika wanita itu tak mampu berubah dalam tiga bulan.
1028.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 676 kali sebagai kamar pink
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
404142434445
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status