Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cinta yang Sudah Hilang

Cinta yang Sudah Hilang

Setelah hamil, tiap malam suami pergi lari malam. Hari ini dia buru-buru keluar, hanya pakai smartwatch, lupa bawa handphone. Aku tanpa sengaja melihat beberapa pesan yang dia kirimkan kepada rekan wanita. [Datang numpang makan nggak? Sekalian makan aku juga.] [Malam ini nggak ada nafsu makan, hanya mau makan kamu aja.] Sup ayam yang tadi dia suapin aku, rasanya sedang bergolak di dalam perutku. Kalau nggak salah, dia barusan kenalin rekan wanita ini ke adikku.
Cerita Pendek · Romansa
19.0K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling

Kuberi Segalanya, Tetapi Dia Berpaling

Aku disiram segelas air oleh klien, tubuhku gemetar saat menghadapi makiannya, sementara Raisa Gunawan memeluk asistennya sambil menatapku dengan dingin. "Yoga, hal kecil seperti ini saja nggak bisa kamu selesaikan. Perusahaan nggak butuh pemalas!" Aku menyeka air di wajahku, mengambil gelas dan menenggaknya sekaligus. Lalu, tanpa ragu, aku menuang segelas lagi dan menyiramkannya balik! Siapa yang mau bekerja di sini, silakan ambil alih. Aku nggak peduli lagi!
Baca
Tambahkan
Buku Harian Rahasia Fiona

Buku Harian Rahasia Fiona

Aku menarik sabuk pengamanku erat-erat, memegang sandaran kursi penumpang dengan satu tangan dan dipeluk erat oleh pria di belakangku sementara aku sedikit menangis tersentak. Tubuhnya yang tinggi memeluk erat tubuhku yang ringkih, tangannya yang membelai pinggangku membuat tangisan dan napasku semakin sesak. Akhirnya aku tidak tahan dan memohon, “Jangan, jangan di sini, ya?” “Jadi ke rumahmu? Hmm?” Suaranya begitu dekat hingga tubuhku langsung melemas saat mendengarnya, aku memalingkan kepalaku, tidak berani menatapnya dan hanya berkata, “Baiklah.”
Cerita Pendek · Gairah
4.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Karma Untuk Istri Durhaka

Karma Untuk Istri Durhaka

Demi menegosiasikan sebuah proyek besar, istriku melakukan perjalanan bisnis selama setengah tahun. Pada hari di mana dia kembali, istriku muncul di hadapanku sambil bergandengan tangan dengan klien utama kami. Ironisnya lagi, bayi dalam kandungan istriku sudah berusia tiga bulan. Klien utama itu, dengan perut buncitnya, melemparkan sebuah kontrak ke arahku. "Pak Edwin, demi proyek ini, istrimu sudah banyak berkorban." "Kalau bukan karena menghormati Melissa, aku nggak akan mau bekerja sama dengan perusahaan kecil seperti punyamu ini!" Istriku menyentuh perutnya yang membuncit itu dan terlihat bangga. "Kontrak ini hasil negosiasiku. Ada satu syarat kalau kamu mau menandatanganinya, kita cerai!" Aku mengambil kontrak itu dan langsung merobeknya menjadi beberapa bagian. "Oke, kita akhiri pernikahan ini. Tapi, aku nggak akan menandatangani kontrak kotor ini!"
Baca
Tambahkan
Melepas Cintaku Demi Cintamu

Melepas Cintaku Demi Cintamu

"Rena, aku akan selalu mencintaimu!" desah Jeremy tak tertahankan. Tepat saat dia hampir mencapai klimaks, ponselnya tiba-tiba bergetar. Dalam kondisi seperti itu, tentu saja dia mengabaikannya. Namun tak lama kemudian, layar ponselnya menyala. Begitu Jeremy melihat nama yang tertera, tubuhnya langsung menegang. Rena mendengarnya mengangkat telepon dan berkata, "Halo?" Di tengah sunyinya malam, suara dari ponsel terdengar sangat jelas, "Jeremy, kamu tahu nggak ... Nadia ...." Jeremy buru-buru memotongnya dengan suara rendah dalam bahasa asing, "Kecilkan suaramu, ini bukan waktu yang tepat." Lawan bicaranya langsung berganti bahasa, tetapi suaranya tetap terdengar keras, "Hasil pemeriksaan rumah sakit sudah keluar. Nadia kena kanker stadium akhir. Hidupnya tinggal sebulan! Dia ingin jadi istrimu. Kamu bisa nggak kabulkan keinginan terakhirnya sebelum dia pergi?" Ekspresi Jeremy langsung berubah drastis. "Apa?! Tunggu aku!" Setelah menutup telepon, dia menoleh ke Rena dan berkata dengan lembut, "Rena, aku ada urusan penting, harus keluar sebentar. Kamu istirahat saja dulu, nanti aku segera balik." Tanpa menunggu jawaban darinya, Jeremy buru-buru pergi untuk bersih-bersih dan mengganti pakaian. Dia meninggalkan rumah tanpa menoleh sedikit pun. Sesaat kemudian, layar ponsel Rena menyala. Ternyata pesan dari Nadia. [ Rena, kamu kalah. Dari dulu aku sudah bilang, Jeremy itu milikku. ] Tepat di bawahnya, ada pesan lain yang dikirim tiga hari lalu. [ Kalau aku kena kanker, menurutmu Jeremy bakal ninggalin kamu buat datang ke aku nggak? Aku yakin dia pasti datang. ] Tatapan Rena perlahan terangkat dari layar ponsel ke arah pintu kamar yang masih terbuka. Jeremy tidak tahu, dia sudah lama belajar bahasa asing itu. Seluruh percakapan tadi, didengar dan dipahaminya dengan jelas. Sejenak kemudian, wajah Rena menyunggingkan senyuman yang begitu pahit dan menyedihkan. "Iya ... aku memang kalah ...."
Baca
Tambahkan
Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir

Cinta yang Luruh Bersama Cahaya Terakhir

Saat aku melakukan pengambilan sel telur yang ketiga kalinya untuk program bayi tabung, Johannes sedang lembur dan tidak bisa menemaniku. Aku terbangun tengah malam karena kesakitan. Aku mendapati tangan dan kakiku bengkak, sedangkan perutku penuh cairan hingga membengkak bagaikan wanita hamil delapan bulan. Aku hampir tidak bisa bernapas dan dengan panik meraih ponsel untuk menghubunginya. Telepon berdering selama semenit sebelum diangkat. Namun, yang mengangkat telepon bukanlah Johannes, melainkan seorang wanita asing. "Halo?" Suaranya terdengar lembut dan penuh gairah. "Siapa kamu? Johannes, aku nggak bisa bernapas." "Kamu nakal. Kenapa kamu masih pakai baju?" Plak! Terdengar suara cambukan yang nyaring dengan diiringi erangan wanita. Kemudian, panggilannya pun terputus.
Baca
Tambahkan
Suami Labil

Suami Labil

Putraku berusia tiga tahun, tetapi dia sama sekali tidak terlihat mirip dengan suamiku. Ayah mertuaku merasa curiga, jadi dia diam-diam membawa anakku untuk melakukan tes DNA. Hasilnya menunjukkan kalau mereka berdua tidak memiliki hubungan darah. Ayah mertuaku sangat marah, memaki kami dan mengancam akan mencekik kami. Suamiku juga menamparku dengan keras, "Dasar wanita nggak tahu malu! Kamu membuatku membesarkan anak dari laki-laki lain selama tiga tahun!" Melihat wajah mereka, aku melemparkan laporan tes DNA ayah mertuaku dan suamiku. Keduanya tidak memiliki hubungan darah. Ayah mertua dan suamiku tercengang di tempat, lalu aku tertawa ringan, "Belum tentu siapa yang bukan anak kandung di sini ...."
Baca
Tambahkan
For the Love of Rafael

For the Love of Rafael

Re-Ya
Papangarapin mo ba ang isang bituin sa langit, kung ikaw ay isang hamak na maglulupa lamang? Si Rada Buenavista - ang bratinelang heredera. Susubukan ang pasensya ng simple at mailap na si - Rafael Samaniego. Saan hahantong ang isang pagtatagpo na babalutin ng samut-saring lihim? Handa ba sila sa isang katotohanan na magsasadlak sa kanila sa lusak ng poot at galit? At magdadala sa kanila sa labis na kabiguan at kapighatian. Saan sila dadalhin ng kanilang katatagan? Kung ang pinaghuhugutan nila ng lakas ang sa kanila'y siya ring dudurog at wawasak.
Romance
1.9K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Bisa Tidak Mencintaimu Saja

Cinta sejati Samuel Dirja diam-diam mengenakan gaun pengantinku. Saat kami berkelahi, dia yang sedang hamil tidak sengaja terjatuh. Setelah dibawa ke rumah sakit, dokter mengatakan bahwa dia tidak akan bisa hamil lagi. Samuel yang murka pun mengirimkanku ke sebuah biara di luar negeri untuk menjadi biarawati. Setahun kemudian, Samuel datang menjemputku dari biara. Namun, saat dia mengetahui bahwa aku sudah kabur sejak lama dan sekarang menggendong seorang anak, dia memarahiku dengan mata memerah. "Kamu ingin menikah karena memiliki anak, atau kamu ingin menggunakan anak ini untuk menghina Shinta yang nggak bisa hamil?" Samuel tentu tidak tahu bahwa anak ini bukan anaknya. Selain itu, aku pun juga akan segera menikah.
Baca
Tambahkan
Hanya Karena Sebuah Rumah

Hanya Karena Sebuah Rumah

Sudah lima tahun menikah, tiba-tiba cinta pertama suamiku mengunggah foto sertifikat rumah di instagram. Dia menulis, "Terima kasih Kak Boni sudah memindahkan kepemilikan rumah ini untukku." Aku terkejut melihat alamat di sertifikat itu adalah rumah kami, jadi aku memberikan komentar, "?" Tak lama kemudian, suamiku langsung meneleponku dengan nada marah, "Dia itu ibu tunggal, kasihan sekali. Aku hanya memindahkan kepemilikan rumah supaya anaknya bisa lebih mudah untuk daftar sekolah nantinya. Itu nggak akan mengganggu tempat tinggal kita!" "Kenapa kamu nggak punya hati nurani? Masa nggak bisa sedikit bersimpati?" Di balik telepon, terdengar suara tangisan lembut dari cinta pertamanya. Setengah jam kemudian, cinta pertamanya mengunggah lagi, kali ini menandai aku di unggahannya. Dia memamerkan sebuah mobil mewah seharga dua miliar, lengkap dengan catatan, "Dibayar lunas, seperti kata pepatah, pria yang mencintaimu akan rela menghabiskan uang untukmu." Aku tahu itu hadiah dari suamiku untuk menenangkannya. Tapi kali ini, aku sudah memutuskan untuk bercerai. Bukankah hanya memberinya sertifikat rumah?
Cerita Pendek · Romansa
12.6K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
2425262728
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status