Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
The CEO's Clumsy Assistant

The CEO's Clumsy Assistant

Straycatt
"It's already 7am, where is Ms. Martin?" I opened the door to my office, exhausted and tired. Another sleepless night. I was taken aback from the scene in front of me. Paris, was randomly dancing with her headphones on. Singing loudly to the lyrics to what seems like a Korean song. "Hello Mr. Hernandez, Go on, tell me I'm late now. Bloody bastard, I went out to get your coffee so you didn't have to drink it cold but i won't do that today because you'd rather your stupid coffee cold than your assistant being a considerate person. RIGHT?" "Glad to hear your thoughts towards me. Ms. Martin." I tapped her shoulder and saw her horrified face when she realized, I heard and saw it all. --- Paris Martin, a girl full of life is given a job as the most ruthless CEO's assistant. Felix Hernandez is a man of his word. He doesn't lie and he hates liars. Paris being the clumsiest person and Felix the most stiff. Felix being Paris' forever bully doesn't help her. When Felix finally ends up ruining Paris, he realizes how horribly he treated her. How will he bring back the sun-like Paris? Will he be able to bring back his best friend's clumsy sister?
Romance
2.2K DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Calon Istri Untuk Klien WO

Calon Istri Untuk Klien WO

“Jangan kasar-kasar sama calon suami” “Bapak tuh bisa nggak sih, mulutnya jangan asal mengklaim orang” “Kenapa sih kamu kesal banget saya bilang calon istri?” “Ya karena saya bukan calon istri bapak” Ayyana memberikan penekanan disetiap ucapannya “Nanti malam saya lamar kalau gitu” “Nggak usah aneh-aneh” Ayyana memijat pelipisnya, lama-lama ia bisa darah tinggi jika terus berhadapan dengan Fakhri “Sesuai kesepakatan, saya udah makan siang sama bapak. Urusan mobil, tinggal kirim nomor rekening, nanti saya transfer” Ucap Ayyana “So please, jangan ganggu saya lagi. Jangan recokin hidup saya lagi, jauh-jauh dari saya” Lanjutnya melangkah menjauh “Kalau Mami kangen pengen ketemu calon mantunya gimana?” Ucap Fakhri setengah berteriak namun Ayyana tak berniat lagi menanggapi Perempuan itu melajukan mobilnya meninggalkan halaman dengan raut wajah dongkol setengah mati, sementara Fakhri tersenyum geli memilih melakukan hal yang sama, beranjak kembali menuju kantor untuk menyelesaikan beberapa pekerjaan yang terpaksa harus ia tinggal demi memenuhi janji makan siangnya pada Ayyana yang malah menyita waktu lumayan panjang Tapi ia tak keberatan bahkan rasanya menyenangkan melihat Ayyana meleparkan tatapan tajam padanya setiap kali Fakhri berhasil membuatnya kesal Mungkin Maminya tidak salah mengenalkan mereka, karna nyatanya Ayyana memiliki daya tarik tersendiri bagi Fakhri. Entahlah, tapi ia bahkan meragukan sendiri ucapannya saat menyebut Ayyana sebagai calon istri Perempuan itu terlalu baik untuk ia jadikan tumbal untuk kembali bertemu Jihan. Fakhri masih waras untuk tidak menarik adik sahabatnya itu dalam kubangan lumpur yang ia diami selama ini
Rumah Tangga
676 DibacaOngoing
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
12
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status