Hayu
Peluh Hayu bercucuran, tubuhnya yang tadi harum kini bau bawang bercampur keringat.
“Ini bukan jaman romusha bukan, tapi kenapa aku kerja bagaikan kuda,” gumamnya.
“Jadi kamu nggak ikhlas melakukannya?” tanya Bu Ayu yang tiba-tiba sudah ada di belakangnya. “Jadi kamu mau saya bayar berapa, biar kamu tidak mengomel di belakang saya.”
“Maksud saya bukan begitu.”
“Sudahlah, ayo tinggalkan pekerjaan kamu sebentar, Jelita membawakan makan siang untukmu, kamu harus makan, aku tak mau kamu mengadu pada putraku.”
Hot Chapters