PENDEKAR TAPAK DEWA
Rupanya ia masih sangat malu atas perbuatan kurang ajarnya terhadap gadis yang lemah lembut itu tempo hari.
“Sama-sama, Sangga,” sahut Meili pelan. Tak lupa ia tersenyum.
“Nona Mei Mei tak ikut ke atas?”
“Oh, tidak, mungklin lain kali.”
“Oh, iyo, santa’be.”(Santa’be = mari, silakan, permisi).
“Iya, silakan.”
Saat hendak membalikkan badannya, Meilin tak lupa memohon pamit kepada Dato Hongli dengan melambaikan tangannya, dan dibalas oleh Dato Hongli dengan cara yang sama.