Hasrat Terlarang Sang Pelakor
"Kau ikut saja, aku tidak akan menggigitmu."
Baru dua minggu Sri Larasati bekerja di sana, namun kehadirannya bagai api yang menjalar perlahan dalam kegelapan. Ia adalah gadis desa dengan pesona yang luar biasa. Wajahnya cantik natural, tanpa riasan berlebihan, dan rambut panjangnya yang selalu terbagi dua dalam kepangan rapih seolah menekankan sisi polos. Namun, di balik seragam pelayan yang sederhana itu, lekuk tubuh Sri yang indah terasa terlalu seksi, terlalu menggoda, dan hal itu sudah cukup merusak akal sehat Andra Pratama, sang tuan rumah.
الفصول الرائجة