Not A Dream Wedding
“Haish, nggak usah teriak-teriak bisa? Udah ngomelnya? Nanti gue jelasin, sekarang lo jemput gue dulu.”
“Heh, yang bener aja ya lo, sekarang lo dimana hah?”
“Nanti gue shareloc ke lo.” Crystal langsung mematikan teleponnya karena tidak ingin mendengar ocehan Ressie, temannya.
Setelah mengirimkan pesan dimana dirinya berada, Crystal beranjak ke kamar mandi untuk membasuh mukanya. Crystal menyugar rambutnya dan merapikannya hanya dengan jari-jari tangannya. Crystal menatap cermin di hadapannya. Tangannya mengepal di atas westafel, tatapannya berubah menjadi tajam terlihat seperti ingin membunuh sesuatu.
Hot Chapters