Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
YOU

YOU

disatukannya tangan mungil itu di depan kedua dada, sembari bersimbah air mata mulutnya tak berhenti meracau kata ampun. "Pelajaran katamu? Dasar wanita murahan! Kau memang sudah lupa diri rupanya, baiklah akan ku ingatkan kembali. Kau, hanya sebuah sampah yang ku pungut dari pinggir jalan, ternoda, kotor dan menjijikkan. Kalau kau berpikir aku akan menganggap mu berharga karena sudah berhasil menghangatkan ranjang ku, maka ku tekankan saat ini, kau sama sekali tidak ada harganya, sedikitpun. Jangan berani bermimpi terlalu tinggi, kau tidak lebih dari selembar tisu yang hanya sekali pakai lalu dibuang. Sebatas itulah harga mu di mataku. Kau beruntung hari ini karena Kesya ku masih hidup. Sek
9.911.0K viewsCompletedAdded to Library 275 Times as lowly
Read
+Library
DOWN UNDER DOWN

DOWN UNDER DOWN

“Kamu tahu ‘kan gimana rasanya berurusan sama orang kaya?” Ah iya, Skyline adalah apartemen bagi upper-class. Ada banyak manusia sombong seperti Nial yang tinggal di tempat ini. “Kamu pernah berurusan sama Nial?” tiba-tiba saja aku menanyakannya. “Maksudku... kamu ‘kan tahu dia mungkin orang yang paling galak yang tinggal di gedung ini. Pasti ada sesuatu yang bikin semua orang jadi tahu banget kalau dia memang tukang marah.”
6.3K viewsCompletedAdded to Library 227 Times as lowly
Read
+Library
Muda dan Liar

Muda dan Liar

Hufft … “Halo? Siapa ini?” “Halo?” Astaga, apa dia akan memperlama teleponnya? Padahal ini sudah malam. Tidak bisakah ia berpikir? “Siapa ini?” tanyaku ulang. “Ini Tommy.” Deg! Tommy? Mengapa dia telepon? Bahkan dilarut malam seperti ini. Apa yang ingin ia bicarakan? “Kenapa kau menelepon? Apa ada sesuatu?”
3.8K viewsOngoingAdded to Library 118 Times as lowly
Read
+Library
Second Love

Second Love

Kemudian mencoretkan sebuah tulisan-tulisan kecil yang memenuhi kertas putih yang ada di depannya. 'Permulaannya sangat menyenangkan Hanya dengan semua naik dan turun Tapi tiba-tiba, kita kelelahan Dari pemborosan emosi yang tidak berarti Aku mengulangi permainan jungkat-jungkit Sekarang aku lelah olehnya, lelah olehnya Aku mengulangi permainan jungkat-jungkit Kita kelelahan, kelelahan oleh satu sama lain Apakah argument kecilnya adalah awalnya?
1010.1K viewsCompletedAdded to Library 252 Times as lowly
Read
+Library
PREV
1234
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status