Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Dok! Oh Dokter!

Dok! Oh Dokter!

"Dok, apakah sudah selesai periksa? Aku nggak tahan lagi." Aku terbaring di ranjang medis UKS, pandanganku sepenuhnya terhalang oleh tirai. Alat pemeriksaan itu masuk semakin dalam, aku mencoba menahannya, tetapi tetap saja berteriak, "Jangan!" Dokter itu tetap mengoperasikan mesin dan mengangkat kakiku lebih tinggi tanpa berkata.
287.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 8.3K Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Lelaki Impian Si Gadis Tak Sempurna

Tugasku menjadi terapis sekaligus pelayan dalam tanda kutip untuk seorang seorang perempuan bernasib malang akibat keterbatasan fisik, Minaki Siraga. Dia mau membayarku mahal demi mendapatkan keturunan dariku. Namun hubungan mendalam bersifat profesional ini berubah tidak menyenangkan sejak Minaki mengatakan cintanya padaku. "Aku tidak mau hidup bersama perempuan nggak utuh kayak dia."
10165.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 4.6K Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Rintik Hujan Yang Menggugurkan Cinta

Istri dari mendiang sahabat suamiku mengunggah foto hasil pemeriksaan kehamilan. “Terima kasih atas spermamu yang memberiku kesempatan memiliki anak sendiri.” Aku melihat di kolom suami tertera nama suamiku, Benson. Lalu, meninggalkan komentar tanda tanya. Tak lama kemudian, Benson langsung meneleponku dan memarahiku habis-habisan. “Dia itu seorang janda dan hidupnya kesepian. Dia hanya ingin punya anak supaya ada teman di rumah, biar agak ramai. Masa kamu nggak punya sedikit pun rasa toleransi?” “Lagipula, Celvin itu sahabat baikku. Dia sudah meninggal, jadi wajar kalau aku menjaga istrinya. Ini namanya setia kawan, kamu mengerti nggak, sih?” Tak lama kemudian, janda sahabatnya itu kembali memamerkan foto sebuah apartemen mewah tipe penthouse di Sandona. “Untung ada kamu yang menemaniku, membuat aku kembali merasakan hangatnya sebuah rumah.” Melihat foto punggung Benson yang sedang sibuk di dapur, aku pun berpikir, sepertinya pernikahan ini memang sudah waktunya berakhir.
4.7K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 113 Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hadiah Ulang Tahun untuk Wanita Lain

Hari itu adalah hari ulang tahunku. Kupikir, Andre akan menemaniku ke pantai untuk menonton kembang api. Tapi, pacarku itu malah membawa wanita lain dan anak wanita itu. "Keisya repot bawa anak, tolong pengertian." "Dia nggak tahu jalan dan bawa barang banyak, jadi aku mau antar mereka ke hotel duluan." Dia mengatakannya dengan enteng, seolah sedang menjelaskan masalah sepele. Kelembutan itulah yang membuat kemarahanku tampak berlebihan dan tanpa alasan. Dia membantu mereka masuk ke dalam mobil dan memasangkan sabuk pengaman untuk anak itu. Lalu dia tersenyum dan berkata kepadaku, "Aku nggak lama pasti balik lagi, jangan mikir macam-macam." Aku berdiri di pinggir jalan, menyaksikan mereka pergi seakan-akan mereka satu keluarga sempurna. Malam tiba. Angin laut terasa sangat dingin hingga menusuk tulang. Aku masih menunggu, sampai aku melihat video di akun Keisya. Andre menggendong anak Keisya sambil menonton pertunjukan kembang api di pantai. Pertunjukan itu adalah kejutan yang aku rencanakan sendiri untuk ulang tahunku. Isi komentar di bawahnya senada. [Mereka pasangan yang serasi, keluarga kecil yang bahagia.] Seseorang bertanya padanya kenapa dia tidak menjemputku. Dia tersenyum dan berkata, "Viona pengertian. Dia nggak mungkin marah." Pada saat itu, kue ulang tahunku sudah meleleh seluruhnya. Ternyata, dia bukannya tidak punya hati. Dia hanya terlalu yakin bahwa aku akan terus menunggu selamanya. Tapi, hati yang terlalu lama diabaikan pasti akan menjadi dingin. Ombak menghantam pantai. Menghancurkan ilusi terakhirku. Kali ini, aku tidak akan menunggunya kembali.
4.0K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 132 Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya

Kematian Putranya, Akhir Pernikahannya

Setelah putranya meninggal, Laras mengubah semua kebiasaannya yang dibenci Benny. Laras tidak mengawasi keberadaan Benny lagi. Saat Benny tidak pulang semalaman, dia juga tidak menangis atau membuat keributan lagi. Bahkan saat mengalami kecelakaan mobil dan dokter memintanya menghubungi keluarganya, dia juga hanya menjawab dengan tenang, "Aku yatim piatu, nggak punya keluarga."
9.846.9K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 1.2K Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
Ujian Kesetiaan Saudara

Ujian Kesetiaan Saudara

“Dasar genit … sudah pengin dari tadi, ‘kan…?” Malam tahun baru, kakak membawa pulang pacar yang sexy dan menggoda. Bukan hanya melalui kata-kata, bahkan saat aku ke kamar mandi pun dia tak melepaskanku. Dia sengaja membawa baskon ke dalam, lalu berjongkok tepat di hadapanku. “Bantu aku bersihkan bokongku … boleh, ‘kan?” Melihat pemandangan ini, aku benar-benar tak bisa menahan diri lagi, tanganku langsung mengulur ke arahnya….
5.2K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 208 Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
Istri Manja Kesayangan Om Arsen

Istri Manja Kesayangan Om Arsen

C I T O S
Sebuah perjodohan tak terduga diatur untuk Acha oleh sang ayah. Namun, Acha menolaknya mentah-mentah karena ia tak sudi menikah dengan pria yang lebih cocok menjadi pamannya sendiri! "Aku nggak mau nikah sama Om Arsen karena Om sudah tua!" -Acha. "Tidak bisa! Kamu harus tetap terima menikah dengan saya!" -Arsen.
1.2K viewsOngoingIdinagdag sa Library 45 Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan

Mengandung Anak Majikan "Apa pun yang terjadi, hari ini kamu harus keluar dari rumahku! Dan ingat, hanya aku saja yang boleh tahu tentang kehamilanmu ini!" Ancam Tuan Danureja yang kemudian menambahkan segepok uang lagi ke dalam tas Shafira. Lantas, bagaimana nasib Shafira dan bayi yang ada dalam kandungannya itu? Akankah Shafira kuat memikul beban itu seorang diri tanpa sosok suami?
4.7K viewsOngoingIdinagdag sa Library 151 Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
Catatan Usang

Catatan Usang

“Dek, tolong catat semua hadiah yang udah aku kasih ke kamu. Bonnya ada di tasku!” “Catat lagi?” “Iyalah kita harus menghemat. Pengeluaran dan pemasukan harus ada notanya. Tidak boleh kita pakai berlebihan sehari hanya boleh 70 ribu. Tidak boleh lebih.” Tak ada sahutan dari istriku malah menatap lurus dengan pandangan kosong. Aku mendekat untuk memastikan dia mendengarnya atau tidak. “Kau dengar tidak, Dek?” Baru saja kau ingin menyentuh pundaknya. Prily sudah lebih dahulu berjalan menghindar. “Hmm,” sahutnya tak acuh. Bahkan barang-barang yang kuberikan sebagai hadiah ulang tahun pernikahan kita saja dia abaikan. Bukankah dia pernah bilang menginginkan long dress dengan berwarna merah muda dengan aksen renda. Sudahlah aku repot-repot memesannya diam-diam lewat market place online. Prily justru membiarkan gamis beserta coklat yang kupesan khusus untuknya tergeletak di meja. Ck, kenapa perempuan susah sekali dimengerti. Sungguh membuatku frustrasi saja. Lebih baik bermain game dari pada terus memikirkan hal-hal yang hanya memancing emosi. ~ Di sore hari Prily biasanya akan berdiri di atas balkon. Aku sudah hafal dengan kebiasaannya. Kamar kami mengarah ke lapangan, yang biasa dipakai anak-anak kompleks untuk bermain di pagi dan sore hari. Prily tak pernah melewatkan melihat canda tawa mereka di balik jendela, barang sekali. “Mau sampai kapan berdiri di situ,” tanyaku sembari memakai kaus lengan pendek, lalu mengeringkan kepalaku dengan handuk. Prily segera mendekat lalu tangannya begitu cekatan menggosokkan handuk itu ke kepalaku. “Padahal aku punya hair dryer loh, Mas bisa pakai kalau mau.” “Kamu saja yang pakai, aku tidak perlu lah. 10 menit juga kering.” Mampukah Prily bertahan dalam pernikahannya dengan Arjuna yang serba perhitungan? atau memilih pergi saat cinta pertamanya? Dia Akbar, pria kaya raya, yang ia kira telah lama mati, justru hadir kembali.
1013.5K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 539 Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
Saat Cinta Terkikis Habis

Saat Cinta Terkikis Habis

Setelah keguguran yang tidak disengaja, aku keluar dari kamar rumah sakit sendirian untuk mencari Axel Gunt. Aku melihatnya saat di luar ruang dokter dan ketika aku hendak mengetuk pintu, aku mendengar percakapan mereka. “Angkatlah rahim istriku, aku nggak perlu istriku melahirkan anakku.” Axel menyeret wanita di sisinya ke hadapan dokter dan mengelus-elus perutnya. “Pertahankan anak di dalam perutnya, ini satu-satunya anakku.” Aku sangat familier dengan wanita ini. Dia adalah Annie, sekretaris Axel selama tiga tahun. Axel mengingatkan dokter dengan serius dan khawatir. “Pastikan untuk menggunakan obat terbaik! Jangan sampai terjadi hal-hal yang nggak diinginkan!” Aku menarik tanganku kembali, seolah-olah terjatuh ke dalam jurang yang dalam. Aku tidak menyangka orang tercintaku akan melakukan hal sekejam ini padaku saat aku baru saja keguguran. Aku tidak menyangka bahwa kepercayaanku padanya akan berubah menjadi pisau tajam yang menusuk hatiku. Aku rasa cintaku padanya hanya bisa diwujudkan dengan melepas tangan.
10.3K viewsKumpletoIdinagdag sa Library 390 Beses bilang nggak boleh
Read
+Library
PREV
1
...
3233343536
...
50
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status