Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Brondong Sewaan

Brondong Sewaan

Ya, karena hari ini weekend semua kantor bank tentu saja libur sedangkan menarik tunai dari mesin ATM juga ada batas nominalnya, itu mengapa aku harus menariknya darı beberapa mesin ATM dari nomor akun yang berbeda bank pula. “Ini lima puluh juta rupiah Kos, ini adalah pembayaran awal untuk sewa kamu sampai saya hamil nanti. Jadi setelah nanti saya benar-benar positif hamil, saya akan lunasi sisa lima puluh juta lainnya dan kamu bisa pulang.” beberku seraya mengulurkan amplop coklat persegi panjang tersebut pada Koswara. Mata Koswara berbinar, menerima uang tunai itu. “Kesimpulannya kalau Teh Manda lebih cepat hamil, waktu sewa saya juga lebih cepat selesai ya Teh?” katanya berasumsi benar.
1014.4K viewsOngoingAdded to Library 404 Times as pagar bronjong
Read
+Library
Dibayar Satu Miliar

Dibayar Satu Miliar

rutuk Pak Arik menatap layar ponselnya. "Udah, nggak usah Mas, aku nggak pa-pa'. Kayaknya maag-ku yang kambuh karena belum makan. Asam lambungku naik, makanya perut terasa mual dan kepala pusing," jelasku memberitahukan dengan memegang lengannya lagi. Aku sudah ingat apa yang kurasakan sebelum badanku lemas dan pingsan katanya.
9.9249.5K viewsCompletedAdded to Library 7.7K Times as pagar bronjong
Read
+Library
Gara-Gara Utang

Gara-Gara Utang

Awan maju dan menghampiri pak Budi. "Berapa utang om Alvin?" "Sisa lima puluh juta lagi." Angka yang fantastis membuat Dinara terbelalak heran. "Pa, uang segitu untuk apa? Aku sama sekali nggak pernah lihat papa bawa uang segitu ke rumah tapi kenapa utang Papa masih sebanyak itu. Rumah dan toko milik almarhum mas Adnan sudah Papa jual dan sekarang menjadi milik pak Budi kenapa masih sebanyak itu utang papa?" Dinara menatap nanar pada Alvin. Ia menggeleng tak percaya Alvin memiliki utang sebesar itu.
4.1K viewsOngoingAdded to Library 153 Times as pagar bronjong
Read
+Library
Kupu Kupu Terbelenggu

Kupu Kupu Terbelenggu

tanya pak Antok saat pak Broto akan menjawab, tampak mbok Yem datang dengan membawa dua cangkir kopi panas "permisi pak, ini kopi nya" ujar mbok yem sambil meletakkan cangkir ke atas meja "yaudah, kembali kebelakang" ujar pak Antok kepada mbok yem "aku bayarnya nyicil boleh?" lanjut pak Broto lagi "apa jaminannya?" tanya pak Antok "aku cuma punya surat rumah" jawab pak Broto "enam bulan" ujar pak Antok singkat memberi tempo waktu pengembalian uang
3.0K viewsOngoingAdded to Library 88 Times as pagar bronjong
Read
+Library
Hutang Dibayar, Nikah!

Hutang Dibayar, Nikah!

tantang Bang Jago sambil memasang kuda-kuda. Pak Rifat tertawa sumbang. "Yaelah laga lo udah kayak si Pitung aje, Go. Nih denger Go, kiamat udah deket Bro! Lo mendingan tobat. Asal lo tahu aje, gue ke sini bukan buat berantem tapi gue cuman mau tahu kapan hutang tiga juta yang lo pinjem sama almarhumah Bu Sarminah dibayar? Entu aje," kata lelaki berhidung bak perosotan TK itu masih kalem. Logat betawinya muncul pas ngobrol sama Bang Jago padahal dia nggak ada keturunan betawi. Mungkin karena Bang Jago orang sana jadi Pak Rifat menyesuaikan.
1020.6K viewsCompletedAdded to Library 575 Times as pagar bronjong
Read
+Library
ISTRI 365 HARI

ISTRI 365 HARI

"Bagas, uang untuk bayar hutang ke Papa kapan cairnya?" tanya Kara saat mereka sedang sarapan pagi. Kali ini Kara membuat English Breakfast yang berupa toast bread dengan telur mata sapi, beef bacon dan sosis. "Tiga hari lagi Kar, kemarin saya udah cek ke bagian finance PIMCO memang ada sedikit kendala karena masalah kontrak kerja sama dan lain sebagainya," jawab Bagas dengan mulut penuh dengan roti.
1015.6K viewsCompletedAdded to Library 405 Times as pagar bronjong
Read
+Library
Ranjang pelunas hutang

Ranjang pelunas hutang

jawab Anjas dengan pandangan kosong menatap Sri. "Oiya, lalu Melati!?" celetuk Agung dengan suara dingin. Seketika Mawar menatap Agung, matanya merah memendam amarah yang akan meledak. Di sudut ruangan lain, Dimas mulai menikmati permainan yang dia buat. Hanya dengan satu petikan api dia bisa membakar amarah Agung, dengan ini dia tidak perlu mengotori tangannya untuk mengusir Melati dari rumah Anjas.
1.2K viewsOngoingAdded to Library 43 Times as pagar bronjong
Read
+Library
Tujuh Ibu Angkatku yang Superior

Tujuh Ibu Angkatku yang Superior

Memang benar kalau orang banding orang bisa emosi. “Kalau itu masalahnya, lupakan saja, totalnya 10.700, bagaimana cara membayarnya?” Tanya Matt Wu. "Tunai atau harta dapat dibayar langsung dengan memindai kode QR, juga mendukung cicilan baitao.com!" “Bayar saja langsung!” Matt Wu mengetik kode dan mentransfer uang, lalu berbalik dan meninggalkan asrama dengan tas dokumen. Felix Lin sedikit tercengang, berkata dengan terkejut, "Bisnismu berjalan cukup baik! Itu pun bisa menjamin ya?"
8.9694.0K viewsCompletedAdded to Library 17.4K Times as pagar bronjong
Show Reviews (136)
Read
+Library
Imgnmln
Permisi kk yang baik hati^^ mohon maaf sebelumnya, izin promosi yaa. Sambil nunggu update, mampir juga ke Novelku... Sang Penguasa dan Tuan Muda Konglomerat>>Tokoh utamanya cool, keren, beda dari yang lain ga gampang ditindas lohh. Terima kasih^^
JP
Ijin promote thor. REVENGE menceritakan derita wanita yang tidak tahu apa-apa disiksa sampai hampir mati hanya dengan satu tuduhan, Pelakor. Bangkit dari kematian berbekal sedikit ilmu bela diri, Claudia melacak semua orang yang membuatnya menderita. Mampir kak buat reviewnya. Thanks.
Read All Reviews
Ratu Pinjol

Ratu Pinjol

Pak Bonang duduk di kursi salah satunya, sementara aku dan Dani pun duduk bersebrangan dengannya. "Bagaimana rasanya bisa kembali menginjakkan kaki di rumah Mbak dulu?" tanya Pak Bonang berbasa-basi. Aku hanya tersenyum kecut, tidak menjawab pertanyaan Pak Bonang. "Pak Bonang, saya tidak membawa uang cash ya. Nanti pembayarannya via transfer saja," ucapku mengalihkan pembicaraan. "Iya, tidak masalah Mbak Dinar. Cash atau transfer sama saja, yang terpenting jumlahnya cukup tidak kurang, hehehe." Pak Bonang menimpali ucapanku dengan cengengesan.
2.8K viewsCompletedAdded to Library 95 Times as pagar bronjong
Read
+Library
Pembalasan Sang Menantu Terkaya Yang Menyamar

Pembalasan Sang Menantu Terkaya Yang Menyamar

pria itu berucap enteng seolah tanpa dosa. "A-apa?!" Baron merasa telinganya sudah salah menangkap. "Hahaha!" Tawa Baron pun pecah dan menggema di ruangan itu. Bryan jadi semakin kesal. "Apa aku tidak salah dengar, Mas? Kamu ingin pinjam uang? Setelah semua yang kalian lakukan padaku? Dasar brengsek!" teriaknya sambil menggebrak meja. Kedua pundaknya naik turun dengan napas yang memburu.
109.3K viewsCompletedAdded to Library 250 Times as pagar bronjong
Read
+Library
PREV
123456
...
10
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status