Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
POEDJAN

POEDJAN

Mustika ingin memercayai bahwa semua hal adalah tidak benar, tapi semua hal terasa begitu benar sampai-sampai ia mungkin bisa percaya bahwa tidak adanya kerutan di wajah adalah karena darah anak-anak, yang mana itu adalah hal yang kejam. Pikiran kelam itu menyesap satu-satunya kebahagiaan yang bisa ia rasakan pagi itu; sarapan bersama. Baik Dedeng maupun Mustika, keduanya sama-sama terdiam memandang makanan. Para pembantu tak berani menegur mereka, apalagi melihat Nina sepertinya lahap dengan makanannya pagi itu. “Ibu! Ayah!” Panggilan itu menyadarkan hanya satu pikiran; Mustika. Mustika tersentak sekali sebelum ia menoleh dan tersenum pada anaknya yang sudah menghabiskan panekuk dengan sira
105.5K viewsOngoingAdded to Library 120 Times as pank ponk
Read
+Library
Puncak Kehidupan

Puncak Kehidupan

Alex mengangguk "Ya ini tidak mungkin salah. Itu adalah Lonceng Eksorsisme." Paman Drake menghela nafas panjang. Paman Drake tampak tua. Jenggotnya putih, dan dia kurus, seperti orang tua yang akan masuk ke peti mati setiap saat. Dia mengerutkan kening dalam-dalam, membuat wajahnya yang sudah keriput terlihat lebih seperti jeruk kering.
8.53.4M viewsCompletedAdded to Library 75.1K Times as pank ponk
Show Reviews (846)
Read
+Library
Septiawan Cheeick
alur cerita nya slalu bisa di tebak..gitu2 aja.. mana dikit banget cuma 2 bab..itu juga cuma cerita selingan nyeritain informasi tokoh aja.. jadi ga nafsu baca..klo mau nyeritain tokoh aja mau nya uodate bab nya yg banyak sekali 4 atau 5 bab biar yg nunggu bab ga kesel.. cuma curhat aja ini............
Raka Abqary
percuma dong alex mnjadi sngat kuat toh pada akhirnya hanya alex dan kaisar rowan yang tersisa dibumi..& ternyata tujuan dari cerita ini ialah hanya mencari & bertemu leluhur rockfeller,yaitu dewa sang pencipta..gk seru,gak sesuai dgn harapan,masa iya stlh reinkarnasi alex jdi murid SMPnya dorothy?
Read All Reviews
Hasrat Panas Paman Dingin

Hasrat Panas Paman Dingin

"Norak banget." Viona membulatkan mata. "Maksud kamu apa?!" Karen mengangkat bahu. Tidak mengindahkan aura permusuhan yang terpancar dari raut wajah Viona. "Hari gini mana ada orang ngerayain ulang tahun pake kado-kadoan gini? Ups, sorry. Gue lupa lo cuma cewek cupu yang kemarin nangis-nangis abis ditolak Rian sepupu gue."
102.2K viewsOngoingAdded to Library 56 Times as pank ponk
Read
+Library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status