Library
Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
PULANG KAMPUNG

PULANG KAMPUNG

ucapku panjang lebar. Kutekan on pada rekamanku kemarin. Setelah selesai kumatikan lagi ponsel da memasukkannya ke saku gamis. Beberapa ibu mendadak diam karena omonganku memang benar adanya. Budhe Narni memang mau pinjam dua juta dan tak ada kalimat menghina yang kuucapkan di dalamnya.
10101.0K viewsCompletedAdded to Library 2.7K Times as pun pun
Read
+Library
PUDAR

PUDAR

Pak Yuda mengeret Alan untuk ia perkenalkan. "Salam kenal, Alan. Saya Puni Astutik, owner dari Swana Ghama. Kedepannya panggil saya, Ibu Puni saja, ya. Senang bisa bertemu denganmu" Ibu Puni Astutik menyalami Alan dengan senyum mengembang. Alan hanya tersenyum tipis sembari menjabat tangan itu. Farel pun berinisiatif memperkenalkan diri berikutnya agar suasana tidak canggung. "Salam kenal juga Ibu Puni, kami sangat senang bisa bekerjasama dengan anda. Ah, perkenalkan saya Farel, saya manager Alan."
583 viewsOngoingAdded to Library 19 Times as pun pun
Read
+Library
Janda Muda

Janda Muda

Rio mengeluarkan ponsel dan mengetikkan sesuatu, "Makanan pemicu keguguran pada kehamilan muda yang harus dihindari adalah satu ; pare, dua; jus aloevera, tiga; nanas, empat; pepaya muda, lima; kepiting, enam; hati hewan, tujuh; produk susu mentah, delapan; buah peach, sembilan; daging olahan, sepuluh; makanan olahan dan berbahan pengawet." Bacanya.
108.8K viewsOngoingAdded to Library 219 Times as pun pun
Read
+Library
Sang Pendekar

Sang Pendekar

Senopati Randu Aji berkata, “Tidak ada bedanya kau dengan sebuah sumpit, aku memakai panah. Sedang yang aku kejar berlari kencang sekali, yang kau kejar tidak.” “Kau rasa menyumpit kelinci atau burung lebih mudah dari memanah seekor rusa yang punya kecepatan dalam berlari?" "Aku rasa seperti itu, sesuai dugaanku." Tertawa lagi sang Senopati.
9.9166.5K viewsCompletedAdded to Library 6.3K Times as pun pun
Show Reviews (150)
Read
+Library
CahyaGumilar79
Terima kasih untuk semuanya yang sudah mampir di cerita ini. Buat Reader semua yang suka dengan karyaku, kalian bisa mampir juga ke cerita lainnya. Pandu Kesatria Genda Yaksa, Wanara, Sang Pendekar Season 2. Segala bentuk dukungan dari kalian sangat berarti buat aku sebagai penulis. Terima kasih...
Zhu Phi
Kalau berkenan mampir ya kak Cahya di Ksatria Naga Phoenix Ditunggu review-nya dan sarannya Terima Kasih Numpang promote juga ya Kisah ini bersetting kerajaan, persilatan, fantasi, serta misteri yang tidak terpecahkan
Read All Reviews
SUSUK JAIPONG

SUSUK JAIPONG

Ternyata, ramai juga di sini. “Punten.” (Permisi) “Mangga.” (Silakan) “Ibu, apa benar ini rumah abah Anom?” “Iya Neng betul, Neng mau konsultasi ya dengan Abah Anom?” “Iya Bu.” “Mari Neng, silakan masuk dan tunggu giliran ya neng, nanti di panggil.” "Iya Bu."
1010.1K viewsOngoingAdded to Library 222 Times as pun pun
Read
+Library
Purnama

Purnama

“Bintang, perempuan kayak Purnama tuh banyak, gak usah khawatir. Bahkan kamu bisa dapet yang lebih dari 118 Purnama. Lagian bapaknya Purnama udah menghina kamu kayak gitu. Masa kamu dipukulin pake sandal,” “Aku juga males dateng, bapaknya Purnama pasti ada di sana.” “Kalo gitu gak usah dateng, selesai perkara.” ***
102.9K viewsOngoingAdded to Library 84 Times as pun pun
Read
+Library
Sweet Passion

Sweet Passion

Sambil menunggu makanan siap, mereka juga melakukan sebuah permainan lucu dengan menghitung seberapa banyak kendaraan yang berwarna sesuai dengan pilihan mereka. "Aku ambil kendaraan warna hitam, Ivan putih dan Ayah merah, bagaimana?" usul Ale. "Jika diantara kita skornya paling redah, paginya harus membuatkan sarapan untuk kita bertiga, setuju?" imbuh Ivan ikut andil dalam permainan tersebut. "Lah, kalian curang. Warna hitam dan putih kan banyak banget pengeluarannya," protes Ale.
108.9K viewsOngoingAdded to Library 348 Times as pun pun
Read
+Library
Mandul

Mandul

Plakk plakk plakk. Tamparan mendarat telak 3 kali di pipi Riri. Terasa perih akibat luka sobek dari tamparan tangan yang kekar itu. Tak cukup sampai disitu, lelaki itu mengambil sebuah lakban untuk menutup mulut Riri yang memberikan umpatan dan makian kepada lelaki gila itu. "Jangan nakal, Sayang! Aku tak pernah menyentuh wanita sembarangan. Biarkan aku menunjukkan betapa hebatnya aku dalam bercinta."
105.1K viewsOngoingAdded to Library 138 Times as pun pun
Read
+Library
Patah

Patah

*** Berssambung [1] Torero : pelaku utama dalam pertunjukan pertarungan manusia melawan banteng di Spanyol dan negara-negara berbahasa Spanyol lainnya. Dalam pertarungan ini, seorang torero berperan mempermainkan dan pada akhirnya membunuh banteng tersebut. [2] Muleta : kain merah yang diikatkan pada tongkat yang digunakan torero untuk mengganggu banteng dan menyembunyikan pedang
1028.8K viewsCompletedAdded to Library 806 Times as pun pun
Read
+Library
Sang Penguasa

Sang Penguasa

"Tuan Muda, lihat ini!" Shilpy menunjuk ke badan pria itu, tatapan mata Shilpy memadat, tangannya dengan kasar merobek pakaian Jo. Hal menarik perhatian adalah sebuah gambar berbentuk dua lingkaran yang saling terhubung, sangat besar dan hitam pekat. Fugaku Meteor sedikit menyipit, dan cahaya berbahaya melintas di atasnya. "Tuan Muda, sepertinya pria ini adalah simbol dari organisasi 'Incredible Blood'," Shilpy berkata dengan suara yang dalam.
8.8146.2K viewsCompletedAdded to Library 4.7K Times as pun pun
Read
+Library
PREV
123456
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status