Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
Le jour de ma fausse couche, mon mari a eu un bâtard

Le jour de ma fausse couche, mon mari a eu un bâtard

Ce jour-là, j'ai eu une fausse couche accompagnée d'une hémorragie. Le même jour, mon mari a publié une photo des petits pieds d'un nouveau-né dans ses moments de Facebook avec un texte : « Bienvenu dans ce monde, mon petit ange. Papa te protègera toujours. » J'ai composé son numéro de téléphone, les mains toutes tremblantes. « Nous avons perdu notre bébé. Peux-tu venir à l'hôpital s'il te plaît ? » De l'autre bout du fil, le cri d'un nouveau-né a résonné dans mes oreilles, ainsi que la voix impatiente de mon mari : « Il faut que tu acceptes le destin. Prends soin de toi-même. Rose vient d'accoucher et a besoin de moi. Je ne peux pas la laisser toute seule. » Sur ces mots, il m'a raccroché au nez, me laissant m'effondrer seule sur le lit froid de l'hôpital. Après un long moment, j'ai essuyé mes larmes et a appelé le numéro de Louis Dulac, un grand rival de mon mari. « Épouse-moi et je t'apporterai toute la famille Dubois en dot. Tout ce que je te demande est de faire tomber Joseph Fouquet. Es-tu partant ? »
Short Story · Romance
2.8K viewsCompleted
Read
Add to library
Mes parents sans le sou sont en fait des milliardaires

Mes parents sans le sou sont en fait des milliardaires

La veille de Noël, mes parents m'avaient encore laissée seule à la maison, sous prétexte qu'ils pouvaient tripler leur salaire ce jour-là. Mais après vingt ans à passer chaque réveillon seule, j'en avais assez de cette solitude glaciale. J'ai donc pris des plats que j'avais préparés et je suis allée les chercher. Je ne m'attendais pas à ça : ceux qui prétendaient vouloir gagner un peu plus d'argent sont sortis d'une voiture de luxe, en riant et en tenant par l'épaule un garçon à peu près de mon âge, avant d'entrer ensemble dans un hôtel cinq étoiles. « Papa, maman, vous trouvez ça normal de laisser Camille toute seule à la maison ? » a demandé le garçon. Ma mère a répondu d'un ton détaché : « Ce n'est pas grave, elle a l'habitude. » Mon père a renchéri sans la moindre gêne : « Elle ne peut pas t'arriver à la cheville. Toi, tu es notre vrai trésor ! » Je me suis retournée et je suis partie. Ils avaient feint d'être pauvres pour me tromper, mais cette fois, je n'avais plus besoin de leur présence non plus.
Read
Add to library
Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati

Jeritan Hati Istri yang Tak Pernah Dicintai Sepenuh Hati

"Dimas, satu bulan saja .... Biarkan aku benar-benar merasakan rasanya menjadi istrimu ..." Itu adalah permintaan sederhana yang terdengar seperti jeritan terakhir seorang wanita yang patah hati. Namun, bagi Anisa Kumala, itu adalah harga dirinya, harga yang dia minta atas cinta yang telah dia berikan, tetapi tak pernah sekalipun dia terima. Sejak awal, dia tahu, pernikahan mereka tak pernah dilandaskan cinta. Dimas Cokro menikahinya hanya sebatas bentuk tanggung jawab, karena dia ditekan oleh neneknya. Tak ada pelukan hangat, tak ada tatapan penuh kasih .... Yang ada hanyalah sikap dingin dan rumah kosong yang tak pernah terasa seperti rumah. Meski begitu, Anisa tetap bertahan. Dia berusaha menjadi istri yang baik, berharap bahwa suatu hari, hati Dimas mungkin akan luluh. Namun, nyatanya harapan itu dihancurkan oleh pengkhianatan. Dimas ingin menikahi wanita lain, wanita yang benar-benar dia cintai. Dengan atau tanpa persetujuan Anisa. Seluruh keluarganya mendukung keputusan itu. Dengan hati yang hancur dan harapan yang sirna, Anisa mengajukan satu permintaan terakhirnya. Satu bulan dicintai sebagai seorang istri, istri yang sesungguhnya. Satu bulan ... sebelum dia benar-benar pergi. Dimas menganggapnya sebagai langkah putus asa, bahkan terkesan menyedihkan. Namun, satu bulan itu mengubah segalanya. Cara Anisa tersenyum, cara dia mencintai dengan sepenuh hati, bahkan cara dia pergi .... Semua itu meninggalkan sesuatu yang bersemayam di hati Dimas. Hingga akhirnya, Dimas merasa kehilangan arah. Ketika cinta yang tak pernah dia sadari akhirnya menampakkan diri .... Apakah semuanya sudah terlambat? Haruskah dia melawan semuanya, demi satu kesempatan lagi?
Romansa
102.5K viewsOngoing
Read
Add to library
UNCLE BE MINE

UNCLE BE MINE

Di_evil
"Kau bukan kriteriaku, Crys." Brandon berkata tegas. Tatapan nyalang oleh amarah. "Aku menyukai perempuan yang be--" "Perempuan muda, berusia sekitar 20-22 tahun." Crystal memotong dengan cepat. "Sedangkan aku berumur sudah seperempat abad. Aku cukup tua dan tidak akan masuk menjadi kriteria utama wanita pilihanmu." Crystal menyeringai meremehkan. "Ah, kau juga mencari wanita muda yang agresif dan berpengalaman, 'kan?" "Sedangkan aku masih belum pernah tidur dengan pria mana pun selama ini. Jadi, kau merasa aku akan sulit mengimbangimu." "Aku bodoh karena aku ingin dirimu yang pertama memilikiku seutuhnya, tapi kau sama sekali tidak tertarik denganku, Uncle." Crystal berdecak sinis. Namun, kontras akan matanya yang sudah berkaca-kaca. Ia sendiri benci harus menunjukkan kemarahannya dengan cara seperti ini. Akan terlihat lemah. "Aku hanya bisa minta maaf. Aku tidak dapat memberikanmu kesempatanmu untuk lebih menyukaiku, Crys. Itu adalah kesalahan." Brandon mulai melunak, suaranya melembut. "Kau akan tetap menjadi keponakanku, ti--" "Dan, aku akan membuatmu pada akhirnya menyukaiku. Memintaku untuk menjadi milikmu seorang." Crystal berujar mantap. "Aku pasti bersedia mengubah statusmu dari paman menjadi suamiku," imbuhnya dengan suara penuh keyakinan dan ambisius. ………………… Crystal Smith dan Brandon Smith, memang memiliki nama belakang keluarga yang sama, tetapi mereka tidak ada hubungan darah sedikit pun. Hanya secara hukum saja Brandon berstatus sebagai pamannya. Jadi, Crystal membiarkan rasa cinta tumbuh untuk pria yang sepuluh tahun lebih tua darinya. Walau, tidak berbalas sama sekali. Namun, Crystal pantang menyerah dengan apa yang diinginkannya. Dikerahkan berbagai cara agar dapat mengklaim Brandon sebagai miliknya. ………….
Romansa
104.2K viewsOngoing
Read
Add to library
Secangkir Kopi Untuk CEO

Secangkir Kopi Untuk CEO

Pena Langit
Karena sebuah coklat kecil seukuran permen, Anita harus kehilangan jabatannya sebagai Sekretaris Manajer. Bagaimana tidak, coklat yang dapat dari Manajernya itu ternyata mengandung alkohol. Meskipun kadar alkohol dalam coklat itu sangat rendah. Tapi itu sudah cukup membuat Anita yang lemah terhadap alkohol menjadi menggila di sebuah kafe tempat dirinya memenuhi janji untuk bertemu dengan sahabatnya, Cecilia. Anita yang terpengaruh alkohol, mengomel dan mencurahkan kekesalannya terhadap CEO perusahaannya yang dianggapnya diktator, kepada 3 orang berjas yang sedang melakukan rapat, tak jauh dari tempatnya duduk. Dia bahkan tak segan-segan menjelekkan dan menghina CEOnya itu. Dan sialnya, tanpa Anita sadari, salah satu pria berjas itu adalah CEO perusahaannya sendiri. Dan hal itu membuat Anita langsung di panggil dan mendapat teguran keras dari Sagara, seorang CEO dari DA.crop. Menyadari kesalahannya, Anita tidak dapat berkilah. Ia bahkan sudah siap jika memang harus di pecat secara tidak hormat. Tapi Sagara masih mempunyai hati. Dirinya masih mempekerjakan Anita dengan posisi baru, yaitu menjadi Office Girl pribadi Sagara. Yang tugasnya hanya memenuhi apa yang Sagara minta. Anita yang merasa jika dirinya bisa mengatasi cobaan ini, perlahan mulai menyadari jika dirinya sedang dijadikan mainan oleh Sagara. Sebab, setiap Sagara meminta secangkir kopi, dirinya selalu tidak puas dengan kopi buatan Anita. Dan selalu minta di buatkan yang baru tanpa memberi tahu kopi seperti apa yang sebenarnya Sagara inginkan. Hidup Anita yang sebelumnya tenang dan damai, mulai menjadi menyebalkan sejak dirinya jadi Office Girl pribadi Sagara.
Romansa
107.1K viewsOngoing
Read
Add to library
Pasutri Jadi-jadian

Pasutri Jadi-jadian

Jaka dan Nuning bersahabat sejak kelas 4 SD. Cuma sahabat. Jaka nggak pernah kepikiran nikahin Nuning meski cuma dalam mimpi. Soalnya Nuning itu gesreknya naudzubillah dan sama sekali bukan tipenya. Cewek itu cuma cocok dijadiin 'partner in crime' nyolong mangganya Mbah Surip. Atau dijadiin umpan pemancing keributan di kelas untuk melancarkan aksi bolosnya. Tapi demi apa, nggak ada angin nggak ada hujan, tiba-tiba aja Nuning minta dinikahin?! Alasannya ngehek banget, "Biar orangtuaku ngijinin aku pindah ke Jakarta bareng kamu. Aku kan nggak mau selamanya jadi orang kampung!" Bikin Jaka ngibrit terbirit-birit. Bikin Jaka keki karena kemerdekaannya sebagai jomblo dihabisi. Soalnya Nuning bikin pengumuman kalau Jaka itu calon suaminya. Bikin Jaka mati pasaran di depan gebetannya. Makin ditolak, Nuning makin ugal-ugalan ngejar Jaka macam banteng liat kain merah. Bahkan cewek gebetannya pun tak luput jadi sasaran. Tapi Jaka ogah nyerah, pokoknya Nuning pilihan terakhir baginya kalau udah nggak ada lagi cewek yang bisa dinikahinya di bumi. Titik! Tapi. Bukan Nuning namanya kalau nyerah gitu aja. Jaka tiket emasnya ke Jakarta. Ia pun mengerahkan jurus 'pepet, dempet, srempet' untuk mendapatkannya. Tapi ternyata, Jaka sama tangguhnya. Cowok itu gesit licin bagai belut menghindarinya. Lalu tiba-tiba menghilang. Namun saat Nuning mulai lelah mencari dan menyerah, tiba-tiba saja Jaka kembali nongol di depannya dan berkata, "Oke, kita nikah!" Nuning sukses menggaet tiketnya ke Jakarta. Ya. Cuma pernikahan ini yang bisa membawanya ke kota impian. Nggak peduli apa alasan Jaka mau nikahin dia. Pokoknya... nikah aja dulu, soal cinta urusan belakangan!
Romansa
1031.6K viewsCompleted
Show Reviews (74)
Read
Add to library
Indy Shinta
Halo, pembaca semuanya. Terima kasih banyak atas dukungannya untuk Nuning dan Jaka. Juga Vincent tentunya. Berikan juga dukungan kalian buat Jelita dan William, ya. Emang siapa sih mereka? Baca yuk kisahnya di novel terbaru author yang berjudul 'Pembantu Kesayangan Tuan Muda'. Terima kasih :)
malapalas
BACA novel berjudul :FREL. Banyak kejutan di dalamnya. Selain tentang cinta segitiga yang bikin baper, gemes dibumbui humor dan mengharubirukan, kalian akan disuguhi dg persahabatan, keluarga, luka dan rahasia di masa lalu orangtua yang akan membuat cerita lebih seru dan menjungkirbalikkan perasaan.
Read All Reviews
Iron Veve's Kiss

Iron Veve's Kiss

In Alabama’s rot-soaked bayous, Drucilla Drakes survives by three rules: silence, scars, and never letting Louise—her Bible-thumping captor—catch her hoping. But when a schoolyard ambush leaves her bleeding beneath a stranger’s leather jacket, invisibility becomes a death sentence. Enter Dragon Morales: New Orleans’ most notorious runaway, a cartel prince turned outlaw mechanic with grease-stained hands and a death wish. He doesn’t save people—he survives them. Yet in Dru’s lashed flesh and hellfire gaze, he sees his own shattered reflection. Their bond is gasoline and matches. Dragon’s father—Colombia’s cartel kingpin—hunts them relentlessly. Louise, armed with voodoo rites and the chaos-hungry loa Marinette, vows to break Dru. Their only allies? The Lou Nwa, a bayou biker gang trading in bullets and black magic, and Papa Legba, the crossroads spirit who offers Dru a lethal bargain: *“Her soul or yours.”* Fleeing through the Deep South’s cursed underbelly, they dodge cartel hitmen, haunted swamps, and safehouses reeking of betrayal. Dark magic seeps into old wounds; family secrets tighten like nooses. Dragon swears he’s too ruined to love. Dru knows she’s too shattered to trust. But in the bayou’s choking heat, desire is a grenade they can’t outrun. This isn’t a fairytale. It’s switchblade kisses and saintly curses—a collision of fire and ruin where protectors become predators. Dru doesn’t need saving; she needs an inferno. And Dragon? He’s got a lighter and nothing left to burn. Will they raze the South to ashes, or become the sacrifice the crossroads demands? One truth remains: in the bayou, even survival leaves scars. **Warning:** No princes here. Just bayou smoke, blood-soaked magic, and the kind of love that devours.
Mystery/Thriller
560 viewsOngoing
Read
Add to library
Le prix du sang partagé

Le prix du sang partagé

Quand mon mari a voulu pour la centième fois me menacer de divorce pour que je me sacrifie pour ma sœur. Je n'ai ni pleuré ni crié, j'ai simplement signé mon nom sur les papiers du divorce. J'ai moi-même offert cet homme que j'avais aimé pendant dix ans à ma sœur. Quelques jours plus tard, ma sœur a tenu des propos insolents lors d'un banquet et elle a offensé une famille puissante. J'ai de nouveau pris toute la responsabilité sur moi et j'ai supporté toutes les conséquences à sa place. Même quand ils ont proposé que je sois le cobaye du médicament mis au point pour ma sœur, j'ai accepté sans hésiter. Papa et maman ont dit que j'étais enfin devenue sage et raisonnable. Même mon mari, si froid d'ordinaire, s'est tenu près de mon lit et a caressé ma joue avec douceur en disant : « N'aie pas peur, l'expérience ne mettra pas ta vie en danger. Quand tu sortiras, je te préparerai un bon dîner. » Mais il ne savait pas que, dangereux ou non, il ne m'attendrait jamais plus. Parce que j'étais atteinte d'une maladie incurable et que j'allais mourir très bientôt.
Short Story · Romance
1.9K viewsCompleted
Read
Add to library
Ma Vengeance d'Outre-Tombe

Ma Vengeance d'Outre-Tombe

Pour sauver ma famille, je mourais d'un empoisonnement à l'argent. Marcus, mon fiancé, qui m'avait promis de ne jamais m'abandonner, voulait désormais prélever mon rein en bonne santé pour Céleste, la fille adoptive de mes parents. Personne ne se souciait de savoir si je vivais ou mourais. Alors, j'ai refusé le traitement conservateur. Je me suis injecté la potion de vie de la sorcière. Le prix ? Dans soixante-douze heures, je devrais mourir d'une défaillance totale des organes. Durant ces trois jours, j'ai offert mon centre de guérison privé — celui que j'avais construit de mes propres mains — à Céleste. Maman et Papa ont rayonné de joie. « Ma bonne fille, tu as enfin mûri. Tu prends soin de ta sœur, maintenant. » Marcus a voulu reporter notre mariage pour s'occuper de Céleste. J'ai accepté calmement. Il m'a félicité d'avoir enfin fait preuve de compréhension. J'ai même cédé mon poste de guérisseuse en chef de la meute à Céleste. Mes parents et Marcus étaient si enthousiastes qu'ils ont organisé une grande fête en son honneur. Ils ont invité toutes les personnalités influentes de la meute pour célébrer sa nouvelle fonction. Je me demandais simplement une chose : après ma mort, verseraient-ils une seule larme pour moi ?
Short Story · Loup-garou
1.7K viewsCompleted
Read
Add to library
Qu’elle revienne, moi je règne

Qu’elle revienne, moi je règne

Dans un bar, Léa Bernard a entendu Théo Marchand dire : « Léa est très belle. Je l'ai courtisée à l'époque, c'est parce qu'elle ressemble un peu à Élise Fontaine. Toutes ces années, j'ai toujours cherché l'ombre d'Élise en elle. » C'était alors qu'elle a compris qu'elle n'avait été qu'un simple substitut. Ce soir-là, elle a composé ce numéro qu'elle n'avait pas appelé depuis longtemps. « Allô, papa, j'accepte de rentrer à la maison pour le mariage arrangé. » Plus tard, Théo a revu ce visage qu'il avait tant désiré lors d'un banquet, et quand il a appris la véritable identité de Léa, il a complètement perdu la tête… Le jour où Léa avait refusé le mariage arrangé et avait quitté la maison, Alex Dubois s'était tenu devant la fenêtre, faisant tourner son vin rouge, un regard indéchiffrable dans les yeux, « Léa, un jour tu reviendras sagement à mes côtés. » On disait qu'Alex, l'héritier de la famille la plus puissante de Rivélys, était froid, austère et indifférent aux femmes, et Léa l'avait cru sans réserve. Ce n'était que plus tard que Léa a découvert à quel point Alex était fou derrière son apparence calme et austère.
Romance
1044.6K viewsCompleted
Read
Add to library
PREV
1
...
454647484950
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status