Binti Raharjo
Maziyah nampak bingung.
“Sudah, masuk ke kamar mandi, sama ini bawa handuk kecilku, ini bersih, kalau darah itu keluar terus, pakai ini buat pembalut, ya! Kamu mungkin menstruasi, Nduk!”
Maziah masuk tanpa di suruh lagi.
“Akkkkkkk!”
Darah, tapi begitu melihatnya keluar bukan berupa rembesan tapi berupa gumpalan sebesar kepalan tangan anak kecil membuat Maziyah menjerit. Pekat seperti agar-agar yang rusak kelebihan air.
Hot Chapters