Tukang Pijat Super
“Lagi pula, aku cuma butuh pelukan supaya bisa tidur nyenyak.”
Lilis menghela napas panjang. “Dasar. Kamu itu, ya…” Dia berhenti sejenak, lalu bergumam pelan, “Ya sudah, tapi cuma malam ini aja, ya.”
Juned tersenyum tipis, langsung merebahkan tubuhnya di samping Lilis. Dengan lembut, ia melingkarkan lengannya ke pinggang bibinya. Lilis sedikit kaku di awal, tapi perlahan-lahan ia mulai rileks.