Pustaka
Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lelakiku Sedingin Es

Lelakiku Sedingin Es

Tentu siapapun tidak akan menduga, dibalik kepolosan wanita ini, tidak lebih dari seorang wanita penggoda. Hanya yang terus membuatnya marah adalah, karena Ganis seorang yang mampu membangkitkan api yang tersembunyi di balik sikap dinginnya. Hanya Ganis yang mampu menggoda tanpa rasa takut, dan berlaku manja tanpa rasa jengah. Prana menarik napas dalam, badannya sudah mulai terasa pegal. Tubuhnya tidak mungil, kaki yang panjang terjuntai jatuh ke bawah.
1050.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Mengejar Cinta Duda Dingin

Mengejar Cinta Duda Dingin

"Ck ... gara-gara kamu, tangan saya pegal." Joana juga ikut menghentakkan kakinya ke lantai. "Sama, Mas. Kakiku juga pegel banget. Gimana kalau kita pijat-pijatan? Atau kamu mau pijat plus plus?" Joana mengerling manja. Don langsung melotot. Lagi-lagi ia kecolongan. Joana dengan mudah menggodanya dengan ucapan-ucapan kotornya. "Gimana, Mas? Kamu mau, kan?" tanya Joana lagi. Sekarang ia sudah menaikturunkan alisnya.
10970 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 31 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

Triplet Rahasia: Paman, Beraninya Melupakan Mommy!

Dia menatap ke arah lain dan memandang view pegunungan yang begitu indah. Seharusnya Tilly senang saat ini dan menikmati pemnadnagan dengan tenang. Tapi ... dia malah melanjutkan, “Kenapa diam?” cecar Tilly lagi yang masih jauh dari kata puas. “Benar, ya, rasa dadanya lebih kenyal?” “Astaga, Tilly! Mana kurasakan! Aku tidak menyentuhnya sama sekali. Dia saja yang menempel-nempel. Makanya setelah itu, aku menyetop dansa tadi.”
10285.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 9.7K kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Lahirnya Legenda Ksatria Abadi

Malam semakin larut dan rasa dingin semakin menusuk kulit, beberapa orang sudah mulai memucat dengan gigi bergemeletuk menahan suhu dingin yang mencapai nol derajat. Yang mengagumkan adalah tidak ada satupun murid baru yang menyerah dalam menerima ujian suhu dingin ini, meskipun tubuh mereka menggigil kedinginan dengan wajah dan bibir membiru. Parmin juga sudah menggigil kedinginan, dia menengok ke arah Jaka Tole yang terlihat tenang tanpa terlihat sedikitpun kalau teman barunya ini sedang merasakan kedinginan.
107.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 198 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

Gara-gara Teman, Rumah Tanggaku Berantakan

titah Kalil berusaha melepaskan kedua tangan yang dengan erat melingkar di pinggangnya. "Dada kamu berdebar-debar, ya." Terkekeh pelan wanita itu menunjukkan barisan gigi putih nan rapi, mata sayu yang tak bisa disembunyikan, sangat menjelaskan bahwa tidak ada kesadaran yang utuh, "kok bisa deg-degan sih?" Tersenyum kecut Kalil menanggapinya, "lepas dulu, ya? Aku mau pakai baju, dingin. Memangnya kamu enggak kasihan lihat aku kedinginan begini, hm?"
102.8K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 79 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Ditalak Usai Resepsi

Ditalak Usai Resepsi

Saat mataku bersitatap dengan Mas Gilang, seakan dia tahu aku ingin mendapatkan penjelasan darinya. "Tadi aku pegang dahinya, Ris. Panas banget. Aku enggak punya termometer, jadi aku enggak bisa ngecek berapa suhu tubuhnya." ucap Mas Gilang. Kembali ku arahkan wajahku ke depan untuk melihat Mas Dimas. Kini kepalanya sedikit bergerak ke kanan dan ke kiri. "Ris ... ! Jangan tinggalin Mas." Mas Dimas kembali meracau.
1030.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 663 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Diam-diam Cinta

Diam-diam Cinta

Gilang! Svaha meraup bibir Gilang seperti meraup segelas air es di hari panas. Ia meneguknya, cepat dan tidak berhenti. Ia merasakan dingin mengalir ke dalam mulutnya, tenggorokannya. Kemudian Svaha menelannya. Tidak ada jalan lain, kecuali menelannya.
109.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 218 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Me and My Broken Pieces

Me and My Broken Pieces

Oh, kiss me beneath the milky twilight. Lead me out on the moonlit floor... Lift your open hand. Strike up the band, and make the fireflies dance Silvermoon's sparkling So kiss me ...... - By Sixpence None the Richer --- “Ish, apaan coba! gue cuma dihargai dua box pizza! Tau gitu kan lanjut tidur aja tadi.” Hening masuk ke mobil Genta dengan tidak berhenti menggerutu. “Ini juga, Om Genta! apaan sih, sudah tau orang lagi kurang sehat, masih aja di ajak ketemuan. Kalau emang mau pasang iklan yang kemarin bisa langsung aja ke Mei. Gue lagi gak mood kerja hari ini.”
1032.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 904 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
WARUNG TENGAH MALAM

WARUNG TENGAH MALAM

Meskipun aku sudah memakai sarung untuk menghangatkan badan, namun aku tetap saja menggigil. Hihihihihihi.... Hihihihihihi.... Kali ini terdengar suara-suara yang tidak asing di telinga, suara kuntianak. Suara itu terdengar nyaring karena tertawa mereka yang memekakan telinga.
9.8684.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 19.8K kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Tampilkan Ulasan (174)
Baca
+Pustaka
Astri Kurniasih
saya sudah tamat baca ini ya sama kutukan leluhur juga, buka pake koin berbayar Dannnn, setelah beberapa lama(berbulan2) saya mau nostalgia baca ulang, tau ga mas othor saya mesti buka lagi pake koin, semua kekunci lagi... plis atuh lah saya waktu itu buka koin pake uang bukan pake daun... KECEWA
pujangga manik
jangan lupa baca karya terbaru saya ya SEHARUSNYA KAU IKUT MATI ekslusif di Goodnovel baca juga karya saya yang lain WARUNG TENGAH MALAM (tamat) KUTUKAN LELUHUR (tamat) KAMPUNG HALIMUN (tamat) support terus ya, Terima kasih
Baca Semua Ulasan
I WAS NEVER YOURS

I WAS NEVER YOURS

The one menggenggam tangan Cheryl yang kedinginan. Cheryl semakin memeluk the one kuat, karena pakaiannya yang basah, ditambah sapuan udara, membuat tulangnya menggigil. Cheryl menempelkan kepalanya di punggung lebar the one, walau rasa dingin terus menjalar ke seluruh tubuhnya. Setelah ini, ia akan masuk angin. Tapi, Cheryl tak peduli yang penting ia merasakan kebahagiaan, tanpa khawatir satu apapun. Pemandangan yang ditawarkan, tidak Cheryl hiraukan. Rasa menggigil semakin besar, bahkan gigi Cheryl ikut bergoyang karena kedinginan.
1026.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 785 kali sebagai menggigil tapi tidak dingin
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
123456
...
10
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status