Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
My Forbidden Mate

My Forbidden Mate

At 7am on the dot my alarm rings on my nightstand. After a brief moment of irritation I sprung out of bed to get ready for school. While brushing my long curly ember hair my phone dings incessantly on the bathroom counter. After picking up the phone the dread I already felt in my heart was amplified. It was my best friend Jesse wishing me a happy birthday but I for the life of me couldn’t understand what an 18 year old girl had to be happy about. When a woman turns 18 she is mated for life, she’d be made to quit school, produce children and satisfy their mates every need and urge. That’s all a woman was good for in this town and I’d be damned if I was going to sit down and shut up about it. After ignoring Jesse I finished dressing and strolled down stairs where my mother and father were still having their morning meeting with their subordinates. Alfa John and Luna Kate or not, I’d doubt they’d even notice I was leaving if I hadn’t slammed the door on my way out. I wonder if they were disappointed by my lack of interest of the ways of the pack or if they were just disappointed I didn’t have a penis between my legs. Regardless, I have no intention on going to my mating ball tonight. My parents have invited every male in our pack but there’s no way I was going without a fight! As I lift my fingers from the door handle I come to an abrupt stop eye to eye with my fathers beta Josh. In a low growl all I hear is “You didn’t think you could actually leave did you?”
Werewolf
4.7K viewsOngoing
Read
Add to library
Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Tuan Muda Tersembunyi Pulau Alcatraz

Malam ini adalah malam tahun baru, saat semua orang merayakan pergantian tahun, 2019 ke 2020. Namun di laut lepas, sekitar lima puluh kilometer dari pusat kota Metropolis, sebuah kapal nelayan kecil terombang-ambing di tengah badai dahsyat. Perahu kecil milik Norman Ferdian terangkat tinggi, dihantam gelombang hingga terbalik. Di atasnya ada dirinya dan putranya yang baru berusia empat belas tahun. Dua hari sebelumnya mereka berlayar menangkap ikan, berharap kembali tepat waktu untuk merayakan tahun baru, namun takdir berkata lain. Ketika Nathan tersadar, tubuhnya basah kuyup dan terasa berat. Ia terbaring di pasir dingin sebuah pantai asing. Di sampingnya terbujur kaku sosok ayahnya, Norman Ferdian. Tak lagi bernapas, tak lagi bergerak. Wajah Nathan memucat, tangannya gemetar memegang tubuh ayahnya. Tangisnya pecah, diiringi angin laut yang pekat. Di sekitar, ia melihat sebuah wilayah yang gelap, sunyi, liar, asing. Tidak ada tanda manusia, hanya ombak dan ranting patah dipukul angin. Ia tidak tahu di mana ia berada, dan ketidaktahuan itu membuatnya semakin takut. ... Lima tahun berlalu. Di lautan sekitar pulau terpencil itu, kapal nelayan perlahan mendekat. Asap tipis dari tengah pulau menarik perhatian mereka. Pulau itu dikenal sebagai pulau misterius yang berbahaya, katanya tidak berpenghuni, menyimpan banyak kisah orang hilang. Tiba-tiba seorang pemuda lusuh berlari menuruni bukit. Tubuhnya kurus namun berotot, pakaian compang-camping, rambut panjang dan janggut lebat, memegang busur sederhana. Ia menembakkan panah api ke tumpukan kayu kering, menyalakan api unggun besar sebagai sinyal bagi kapal. Para nelayan terkejut. Nathan menunjukkan kartu identitas ayahnya dan makam Norman di pinggir pantai. Mereka mengerti bocah ini bukan pembohong. Dengan hati berat, mereka mengajak Nathan naik kapal. Nathan menatap pulau itu, mata yang tidak lagi sama. Lima tahun di tempat ini bukan hanya membuatnya bertahan, tapi mengubahnya menjadi sesuatu yang berbeda. Apa yang sebenarnya terjadi pada Nathan? Bagaimana ia bisa bertahan selama lima tahun di pulau liar itu?
Fantasi
843 viewsOngoing
Read
Add to library
PREV
12
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status