Agnia dan Cermin Pecah
Ivan hanyalah penulis thriller biasa yang sedang mengalami kebuntuan ide (writer's block) parah. Namun, laptopnya tidak pernah berhenti bekerja.
Setiap kali Ivan terbangun dari tidur yang tidak nyenyak, ia menemukan bab-bab baru di dokumennya. Bab-bab yang tidak pernah ia ingat telah ditulisnya. Bab-bab yang menceritakan kejahatan Agnia—tokoh fiksi wanita ciptaannya—dengan detail yang terlalu mengerikan untuk sekadar imajinasi.
Awalnya, Ivan mengira ia gila. Atau mungkin ada penguntit yang membobol apartemennya.
Namun, ketika mayat-mayat di dunia nyata mulai bermunculan persis sesuai urutan bab di laptopnya, Ivan sadar.
Agnia bukan lagi sekadar tinta. Dia ingin keluar. Dan dia tidak suka akhir cerita yang Ivan rencanakan.