Sentuhan Pembantu Seksi Sang Tuan
Mereka bukan lagi sekadar keluarga yang serakah; mereka adalah monster yang siap memutilasi demi 51% saham.
"Boleh saja," sahut Maya santai. "Tapi tolong, Victor. Bius dia dulu sebelum kau mengambil tangannya. Karpet Persia ini baru dikirim dari Isfahan, harganya ratusan juta. Aku tidak mau darah kotornya merusak motifnya."
"Baik, Nyonya," suara kaku Victor terdengar dari sudut ruangan.
Arka diam. Ia telah mendengar cukup. Semua motif, semua wajah asli. Ia sengaja membiarkan dirinya ditangkap dan dihajar, dan kini ia berada tepat di jantung pertahanan mereka.