Titimangsa Parasu
Bersama pasukan Arya Wiraraja dan para sahabatnya, seperti Ranggalawe, Kebo Anabrang, Lembu Sora, Jurumedung, Gajah Biru, dan juga bala tentara Mongol, Raden Wijaya balik memukul dan menghancurkan Jayakatwang.
Tapi Raden Wijaya seakan melupakan jasa besar sahabatnya, Ranggalawe, yang memimpin pasukan Majapahit di segala pertempuran. Ranggalawe sang panglima perang tanpa-tanding yang selalu berada di garis depan dengan keris yang selalu teracung ke langit. Ketika terhunus dari sarungnya, tujuh liukan keris itu berkilat-kilat seperti tarian dewa maut. Siapa pun lawan yang mendekatinya, berarti mati.
Hot Chapters