MARTIN AND BIANCA
NUR EVA LAILYbianca kesempurnaan cintabianca liza menikahBenci jadi Cintacerpen benci jadi cinta
“Kau berpikir kau berasal dari lingkungan yang buruk, anggap saja negatif. Begitu juga denganku, itu berarti kita sama-sama negatif, bukan? Nah, sekarang kita tambahkan antara negatif dan negatif maka hasilnya adalah negatif.”
“Astaga, Martin.” Bianca tidak bisa membendung tawanya. Gadis itu memegangi perutnya yang keram, bisa-bisanya Martin berpikir seperti itu. “Kalau kau dan aku sama-sama negatif, itu berarti kita tidak cocok satu sama lain. Salah satu di antara kita harus dominan positif agar kita tidak terjerumus ke dalam hal buruk bersamaan.”
Martin berpikir sejenank. “Jadi, rumusku salah?”