Pembantu Rasa Nyonya
“Tapi jujur. Aku kawatir, dia mengajak temannya. Bukankah sering kita dengar kalau berteman dan berbisnis lebih baik dipisahkan?”
Matanya menyorotkan kekawatiran. Aku mengerti apa yang dia rasakan. Dulu pun pernah aku mengalaminya. Tapi, pendapat itu bukan harga mati dan kita jadi sampai hati tidak mengajak teman untuk berusaha bersama.
“Tidak apa-apa, Ran. Itu namanya resiko.”
“Tapi, Mas. Bukankah lebih baik kita meminimalkan resiko?”
“Betul banget. Meminimalkan resiko, bukan menghilangkan kemungkinan timbulnya resiko. Karena semua saat kita bergerak, itu berbanding lurus dengan resiko.”