SUAMI YANG DIHINA KELUARGAKU
tanya Yitno pelan, duduk di bale-bale kayu rumah Bu Lurah.
Bu Lurah sempat mengernyit, terkejut. “Kamu mau nyewa orang bantuin? Di desa ini, Mas Yitno... ya nggak ada yang pakai pembantu. Paling juga tetangga bantu masak, nyapu, kalau ada yang melahirkan atau sakit.”
“Kalau bisa yang dibayar aja, Bu,” sahut Yitno. “Biar nggak ngerepotin orang. Saya bisa gaji, asal orangnya jujur dan mau kerja bersih.”