Rayuan Maut Para Tetanggaku
Aku pun masuk ke dalam, dan Pak Jamal kembali mengunci gembok itu.
“Abis reunian ya, Mas? Memang jika ketemu teman lama itu bisa sampai lupa waktu. Apalagi sudah lama tidak bertemu, pasti banyak yang diceritakan,” kata Pak Jamal, tersenyum ramah.
Aku hanya bisa membalas dengan senyum paksa. Reunian? Rasanya lebih mirip sesi terapi gairah yang menyesakkan daripada reuni.
“Benar, Pak. Kalau gitu, aku ke atas dulu. Maaf nih, Pak, jadi ngerepotin,” kataku.