Filter By
Updating status
AllOngoingCompleted
Sort By
AllPopularRecommendationRatesUpdated
JODOHKU GURU GALAK

JODOHKU GURU GALAK

"Kenapa sih, Kak?" "Dia benar-benar gila," bisik Abhirama dengan suara bergetar. "Aku nggak bisa terus seperti ini, Nata. Aku nggak mau jadi pion di papan catur dia. Kalau dia juga nggak mau nurutin kemauanku."
105.6K viewsOngoingAdded to Library 152 Times as quotes jiraiya
Read
+Library
Jagoan di Puncak Kejayaan

Jagoan di Puncak Kejayaan

“Oh, jadi begitu, kamu ingin bermain bodoh, ya? Kamu ingin bisnis ini meledak, bukan? Baik! Aku kira kalian ini orang-orang yang nggak cukup memenuhi standar untuk memakai produk-produk canggih Yuzuean! Kalian lah yang rugi, bukan diriku. Aku akan pergi, dan jangan mencoba memohon padaku untuk kembali!” Dia berbalik dan mulai menuju pintu. Tidak ingin kehilangan kesempatan, Javier berkicau, "Tolonglah, pantat sialan." Darah pria gemuk itu mendidih. Belum pernah ada yang berani berbicara dengannya seperti ini sebelumnya—tidak ada! “Apa-apaan ini!? Ada apa dengan mulut IQ rendah itu, ya? Apakah kamu memohon padaku untuk menggantung dirimu?”
9498.8K viewsCompletedAdded to Library 18.0K Times as quotes jiraiya
Read
+Library
Mawar Hitam Sang Presdir

Mawar Hitam Sang Presdir

kata Jovan, memuji Riyu dengan bangga saat ia dan sang adik, Jiro, sedang berkumpul bersama Riyu, Riku, Mark, dan Chio di rooftop yang kini menjadi markas bersar mereka. Pujian Jovan itu seketika saja membuat Riyu yang sedang asik melukis di tablet miliknya tertawa kemudian mengangguk. "Tadi aku hanya asal mengatakannya. Tapi... Ternyata julukan itu sangat cocok untuknya," balas Riyu. Jovan, Mark, Riku, dan Chio pun terbahak-bahak setelah mendengar pernyataannya. "Dia adalah penyihir yang memesona," celetuk Jiro dengan santai dan polosnya sementara netranya menatap balok-balok lego yang sedang disusunnya.
102.1K viewsCompletedAdded to Library 70 Times as quotes jiraiya
Read
+Library
Sang Petir Terakhir

Sang Petir Terakhir

Reaksi anak kucing yang sedang tersentak diikuti raungan dan desisan terlihat sangat menggemaskan bagi semua orang yang memandangnya. ‘Bagaimana bisa dia melakukannya? Apakah dia seorang wibu yang begitu fanatik dengan animasi sihir seperti Korra?’ Batin Jai bertanya-tanya. Apakah ini yang dimaksud Miria dengan sebutan Ele... ah, apalah itu namanya? Wajah pria itu terlihat mengejek Jai dengan sinisnya sambil mencibir, “Rubimu. Berikan rubimu sekarang. Anak bodoh!”
93.5K viewsOngoingAdded to Library 105 Times as quotes jiraiya
Read
+Library
Demon Emperor

Demon Emperor

Tanya Chu De Han dengan marah. "Aku ingin kau merasakan efek dari Pedang Inti Es buatanmu sendiri, bagaimana rasanya bila tubuhmu dibekukan selama sisa hidupmu dan menjadi Patung Es Abadi yang menghuni Pengunungan Jin Long ini, ha... ha... ha..." Kata Lang Jin tertawa tergelak-gelak merasa lucu ketika membayangkannya. "Kau berani....." Teriak Chu De Han, wajahnya yang putih dan tampan sudah memerah karena marahnya.
1012.7K viewsCompletedAdded to Library 496 Times as quotes jiraiya
Read
+Library
Diuber Janda

Diuber Janda

ujar Jihan menunjuk Ririn yang sedang berbincang dengan kesal. "Cantik juga, walau udah keliatan dewasa," sahut Edo. "Dih, kenapa malah jadi muji cewek itu? Marah loh aku!" Jihan kesal, dan ia melempar pandangan ke arah lain. "Duh, cewek Abang cemburu ya. Kita bikin rencana baru bagaimana?" "Rencana apa lagi?" Jihan menyahuti dengan malas.
10119.0K viewsCompletedAdded to Library 3.0K Times as quotes jiraiya
Read
+Library
Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

Raja Baru untuk Dunia Kegelapan

sahut Rafael menolak. “Api Suzaku tidak ada, dia menghilang dan entah kapan bangkit lagi,” balas Yui. Matanya beralih ke arah Genji. “Aku memiliki elemen air, sama sekali tidak punya api,” jawab Genji cepat, seakan tahu maksud dari Yui. “Paman,” rengek Yui mengguncang tangan Rafael. “Sedikit saja, hanya kau yang punya api.” “Ya, ya, baiklah,” balas Rafael. Dia menyalakan api dengan kekuatan api hitamnya.
107.3K viewsOngoingAdded to Library 285 Times as quotes jiraiya
Read
+Library
Jiwa Petarung Handal

Jiwa Petarung Handal

Tidak ada tenaga dalam yang ia miliki. Sementara Jia Li, ya yang memang sudah sangat berpengalaman bisa dengan mudah menjatuhkan dua orang utan yang menyerangnya. Ia mengeluarkan jurus jitu yang ia miliki, satu tebasan pedang bisa memancarkan cahaya yang dapat melumpuhkan lawannya. “Hao Yu,”panggil Jia Li kaget melihat Hao Yu terbaring di tanah dengan keadaan tangan memegang dada, menahan rasa sakit yang luar biasa.
101.6K viewsOngoingAdded to Library 48 Times as quotes jiraiya
Read
+Library
Aira's

Aira's

“Ada pula yang masih peduli.” —Aira's *** "Minum dulu!" Seseorang menyodorkan satu botol aqua ke arah Aira lantas Aira menoleh kaget pada seseorang tersebut. "Kak Mimi!" ujar Aira terkesima pula. Mimi tersenyum simpul seraya kembali menyodorkan botol aqua tersebut. "Ambil!" perintahnya yang Aira balas gelengan cepat.
1014.8K viewsCompletedAdded to Library 399 Times as quotes jiraiya
Read
+Library
JODOHKU WASIAT AYAH
Read
+Library
PREV
12345

Frequently Asked Questions

Ada satu momen dalam 'Naruto' yang selalu membuatku merinding setiap kali mengingatnya—saat Jiraiya mengucapkan kata-kata terakhirnya. Di tengah kesendiriannya, terluka parah setelah pertarungan sengit melawan Pain, dia menulis pesan terakhir dengan jarinya sendiri. 'Hidup ini bukanlah hanya tentang menyelesaikan sesuatu... terkadang, yang terpenting adalah bagaimana kita menjalaninya.' Pesan itu bukan sekadar untuk Naruto, tapi seperti wasiat bagi semua orang yang pernah terinspirasi oleh kisahnya. Aku selalu merasa, di balik candaannya yang ceplas-ceplos, Jiraiya adalah karakter yang sangat filosofis. Kata-kata terakhirnya itu seperti benang merah dari seluruh perjalanan hidupnya—gagal, tapi tidak menyerah; terluka, tapi tetap melangkah.

Bagiku, adegan itu juga mengingatkan pada bagaimana sebuah cerita bisa meninggalkan bekas. Jiraiya mungkin mati sebagai 'sannin yang gagal' menurut standarnya sendiri, tapi warisannya hidup melalui Naruto dan generasi setelahnya. Aku sering berpikir, mungkin pesan terakhirnya adalah pengakuan halus bahwa keberhasilan sejati ada dalam proses, bukan hanya hasil. Sedih, tapi sekaligus indah.

SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status