Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Cokelat Valentine Rasa Darah

Cokelat Valentine Rasa Darah

Suamiku mengajak anak kami pergi jalan-jalan bersama cinta pertamanya ke sebuah hutan. Tapi di tengah jalan, suamiku meninggalkan anak kami sendirian dan pergi berdua dengan cinta pertamanya. Ketika si kecil dikelilingi serigala di dalam mobil, nomor suamiku tidak dapat dihubungi. Aku pergi menyusul ke sana, tapi yang tersisa di dalam mobil hanya cokelat valentine yang berlumuran darah. Di tengah pedihnya hatiku, suamiku menelepon. "Kita sedang merayakan hari kasih sayang, haruskah kamu merusak suasana?" Oh? Selamat hari kasih sayang! Izinkan aku mengirimkan cokelat rasa darah untukmu!
Baca
Tambahkan
Di Balik Topeng Cinta Pertama

Di Balik Topeng Cinta Pertama

Suamiku menyuap dokter untuk mentransplantasikan jantung yang mulanya milik putri kami ke putri teman masa kecilnya. Hari itu juga, putriku terkena serangan jantung dan meninggal di pelukanku. Sebaliknya, transplantasi jantung putri teman masa kecil suamiku berhasil. Dia begitu gembira sampai membagikan bonus untuk seluruh karyawan perusahaan. Aku sangat emosi sampai muntah darah. Dokter mengatakan aku menderita leukemia stadium lanjut. Aku tidak punya banyak waktu lagi. Aku pulang dengan hati hancur, memegang guci abu putriku. Namun, suamiku malah ingin berkeliling dunia bersama teman masa kecilnya dan juga putrinya untuk merayakan kehidupan baru mereka.
Baca
Tambahkan
Jeritan yang Tak Terdengar

Jeritan yang Tak Terdengar

Tepat pada hari ulang tahunku, seorang sepupu yang sedang belajar balet terjatuh dan kakinya cedera. Ayah begitu marah dan langsung memukul kakiku dengan tongkat. Aku menjerit kesakitan, tetapi dia malah menyindir dengan nada kesal. "Sekarang kamu tahu bagaimana rasanya kesakitan? Waktu kamu dorong sepupumu sampai terjatuh dari tangga, kenapa kamu nggak mikir kalau dia juga akan kesakitan?" Dia memukulku lebih keras lagi, sampai aku tidak sanggup berteriak lagi. Untuk membuatku jera, dia melemparku yang sudah sekarat ini ke dalam ruang bawah tanah. "Yolanda, kalau kamu sudah bisa membuang pikiran jahatmu itu, baru aku akan mengeluarkanmu!" Namun, saat dia membuka ruang bawah tanah itu lagi, dia hanya menemukan tubuhku yang sudah hancur dan membusuk.
Baca
Tambahkan
Rindu Tak Berujung

Rindu Tak Berujung

Di hari pertama dokter memvonis bahwa hidupku takkan lama lagi, aku malah bertemu dengan mantan suamiku, seorang konglomerat yang sudah 10 tahun tak kulihat. Dia sedang bersama dengan kekasih mudanya yang sedang hamil 3 bulan. Dia bertanya apakah aku menyesal karena meninggalkannya yang sakit parah dulu. Aku hanya meminta uang sebanyak 400 juta darinya. Dia pun memakiku tidak layak hidup di dunia ini. Namun, dia tidak tahu bahwa ketika dia menderita leukemia dulu, satu-satunya orang yang sumsum tulangnya cocok dengannya adalah aku.
Cerita Pendek · Romansa
28.8K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

"Ayah, kapan ayah pulang? Ibu terbaring di ranjang dan nggak bergerak!" Putraku menelepon Michael sambil terisak-isak hingga sulit bernapas. "Panggil saja kalau dia nggak bangun! Dasar pemalas, nggak kerja di rumah juga cuma malas-malasan seperti babi pemalas." "Cari saja ibumu kalau ada apa-apa. Aku sibuk kerja, jangan ganggu aku!" Usai bicara, Michael dengan kesal langsung memutus teleponnya. Saat itu, dia sedang sibuk bermesraan dengan sekretarisnya, sama sekali tidak punya waktu untuk pedui padaku. Hanya saja, dia tak tahu bahwa aku sudah meninggal. Aku tak akan pernah muncul lagi di hadapannya, tapi dia malah memeluk fotoku sambil menangis, memohon agar aku tidak pergi.
Baca
Tambahkan
Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal

Baru Dicintai Suami Setelah Meninggal

Pada hari ketujuh setelah kematianku, suamiku membawa kekasih lamanya ke ranjang pernikahan kami dan bercinta dengan penuh hasrat. Wajahnya tampak sangat puas saat berkata, "Akhirnya aku nggak perlu lihat wanita penghibur itu lagi." Namun kemudian, dia memeluk barang-barang peninggalanku sambil menangis penuh penyesalan. "Sheny, kenapa kamu belum pulang juga?" Sepertinya dia sudah lupa, nyawaku dan anak dalam kandunganku telah melayang di saat dia memaksaku mendonorkan sumsum tulang kepada kekasih lamanya.
Baca
Tambahkan
Cinta Kita Sudah Punah

Cinta Kita Sudah Punah

Adik angkat suamiku mengajakku keluar makan, tapi saat makan terjadinya gempa bumi. Suamiku selaku seorang pemadam kebakaran di waktu pertama datang menolong kami. Tapi karena kami tertimpa di satu batu, dia hanya bisa menolong seorang dulu, akhirnya dia memilih menolong adik angkatnya yang banyak penyakit itu dan memilih tidak menolongku yang sedang hamil lima bulan. Aku meminta tolong dia untuk menolongku. Tapi dia hanya membiarkan batu besar menimpa patah kakiku. “Anggi sejak kecil banyak penyakit, kalau dia tetap di sini, dia akan mati.” Tapi setelah aku meninggal, dia malah gila.
Baca
Tambahkan
Cinta yang Menghanyutkan

Cinta yang Menghanyutkan

Suamiku marah besar karena kekasih lamanya terjebak di lift selama setengah jam. Karena marah, dia memasukkanku ke dalam koper dan menguncinya. “Kamu harus menanggung dua kali lipat dari semua penderitaan yang Enny alami.” Aku meringkuk, kesulitan bernapas, menangis sambil meminta maaf, tetapi yang kuterima hanyalah tuduhan dingin dari suamiku. “Terima hukuman ini. Hanya dengan dihukum, kamu bisa lebih patuh.” Dia mengunci koper yang berisi aku ke dalam lemari. Aku berteriak putus asa, berjuang untuk keluar. Tetapi darah mengalir dari koper dan membasahi lantai. Lima hari kemudian, hati suamiku luluh dan memutuskan untuk mengakhiri hukuman. “Ini hanya peringatan kecil, aku akan memaafkanmu kali ini.” Namun, dia tidak tahu bahwa tulang belulangku sudah membusuk dan tidak berbentuk lagi.
Cerita Pendek · Romansa
18.7K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Tangisan Terakhir Seorang Istri

Tangisan Terakhir Seorang Istri

Saat penjahat menyiksa aku hingga mati, aku sudah hamil tiga bulan. Namun suamiku, Marcell Wijaya, seorang detektif paling terkemuka di kota ini, sedang berada di rumah sakit bersama cinta pertamanya, Emilia Nessi, menemani dia menjalani pemeriksaan kesehatan. Tiga hari sebelumnya, ia memintaku menyumbangkan ginjal untuk Emilia. Ketika aku menolak dan mengatakan bahwa aku telah dua bulan mengandung anak kami, tatapannya berubah menjadi dingin. “Berhenti berbohong,” ujarnya dengan suara bergetar sambil menahan marah. “Kamu cuma egois, mau membiarkan Emilia mati.” Ia menghentikan mobil di jalan raya yang gelap. “Keluar,” perintahnya. “Kalau kamu setega itu, pulanglah jalan kaki.” Aku berdiri di kegelapan lalu diculik oleh penjahat yang dendam karena pernah dipenjara oleh Marcell. Ia memotong lidahku. Dengan kepuasan kejam, ia menggunakan ponsel aku untuk menelepon suamiku. Namun jawaban Marcell singkat dan dingin, “Apa pun itu, pemeriksaan kesehatan Emilia lebih penting! Dia butuh aku sekarang.” Penjahat itu tertawa jahat. “Nah, nah… sepertinya detektif hebat itu lebih menghargai hidup mantan cintanya daripada istri sahnya.” Beberapa jam kemudian, ketika Marcell sampai di tempat kejadian, dia ketakutan melihat kekejaman yang diterapkan pada tubuh yang telah dimutilasi. Ia marah dan menyalahkan pembunuh karena terlalu kejam terhadap wanita hamil. Namun ia tak menyadari bahwa tubuh yang dimutilasi di hadapannya adalah istrinya sendiri, aku.
Cerita Pendek · Romansa
19.5K DibacaTamat
Baca
Tambahkan
Kalau Cinta, Pasti Sayang

Kalau Cinta, Pasti Sayang

Aku sudah mencintai suamiku selama lima tahun, tapi tidak pernah mendapatkan balasan apa pun darinya. Hari pertama aku meninggal, suamiku langsung pergi mencari cinta pertamanya. Diwaktu aku hilang, dia hanya berkata dengan senyum cemooh, "Onar apalagi?" Saat dia mengangkat telepon untuk pergi memastikan aku sudah meninggal atau belum, dia kira bisa mengungkapkan kebohonganku. Tapi dia tidak tahu kalau aku sudah meninggal beberapa hari.
Baca
Tambahkan
Sebelumnya
1
...
7891011
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status