Short
Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

Setelah Aku Mati, Suamiku Menyesal

Oleh:  Fathia Rara AdindaTamat
Bahasa: Bahasa_indonesia
goodnovel12goodnovel
14Bab
5.2KDibaca
Baca
Tambahkan

Share:  

Lapor
Ringkasan
Katalog
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi

"Ayah, kapan ayah pulang? Ibu terbaring di ranjang dan nggak bergerak!" Putraku menelepon Michael sambil terisak-isak hingga sulit bernapas. "Panggil saja kalau dia nggak bangun! Dasar pemalas, nggak kerja di rumah juga cuma malas-malasan seperti babi pemalas." "Cari saja ibumu kalau ada apa-apa. Aku sibuk kerja, jangan ganggu aku!" Usai bicara, Michael dengan kesal langsung memutus teleponnya. Saat itu, dia sedang sibuk bermesraan dengan sekretarisnya, sama sekali tidak punya waktu untuk pedui padaku. Hanya saja, dia tak tahu bahwa aku sudah meninggal. Aku tak akan pernah muncul lagi di hadapannya, tapi dia malah memeluk fotoku sambil menangis, memohon agar aku tidak pergi.

Lihat lebih banyak

Bab 1

Bab 1

Jantungku terasa seperti diremas oleh tangan yang kuat, bahkan napasku terasa terhenti.

"Ibu, kamu kenapa?"

Anakku duduk di sampingku dengan wajah penuh rasa takut.

Aku sudah kesulitan bernapas saat ini. Demi tidak membuatnya panik, aku mencoba tersenyum padanya.

Hanya saja, senyuman itu terasa sangat dipaksakan.

Aku ingin mengulurkan tangan untuk mengusap kepalanya, tapi tanganku malah terkulai lemas, tidak bisa digerakkan sama sekali.

"Ibu, apa kamu sudah mau mati? Jangan tinggalkan Jack!"

Wajah anakku menjadi pucat, menangis sekeras-kerasnya.

Tangisannya membuat kepalaku berdenyut sakit. Aku merasa jantungku semakin nyeri, bahkan bernapas pun makin sulit.

"Pergi ... telepon ... ayah."

Ujarku dengan terputus-putus.

Jack yang masih berusia tiga tahun tentu tidak mengerti apa yang sedang kualami. Aku hanya bisa memintanya mencari bantuan suamiku.

Dia menyeka air matanya, lalu buru-buru turun dari tempat tidur untuk mengambil ponselku di ruang tamu.

Setelah mendapatkan ponsel, dia mengarahkannya ke wajahku untuk membuka kunci layar.

Namun, aku sudah dalam keadaan tak sadarkan diri. Seluruh tubuhku terasa seperti terjebak dalam cangkang kosong, tidak bisa bergerak sama sekali.

Jack, ibu hanya bisa bergantung padamu sekarang.

Dia tidak tahu apa itu nomor darurat, jadi hanya bisa berharap dia menelepon suamiku, Michael.

Aku sudah mengatur nomor suamiku sebagai kontak darurat, cukup dengan menekan ikon kecil di layar, panggilan bisa langsung tersambung.

Jack menekan ikon itu, suara nada sambung pun terdengar di telepon.

Panggilan tersambung, tapi tak ada yang menjawab. Akhirnya terdengar suara operator otomatis.

Jack tidak tahu siapa yang berbicara, jadi dia terus-menerus memanggil, "Ayah, ayah!"

Sementara itu, kesadaranku semakin memudar dan pandanganku menjadi gelap total.

Aku memiliki riwayat penyakit jantung turunan. Ayah dan kakekku meninggal karena penyakit jantung.

Sejak kecil, aku rutin menjalani pemeriksaan kesehatan. Dokter bilang jantungku baik-baik saja.

Aku hidup dengan sangat berhati-hati setiap hari, tetapi tetap saja, akhirnya aku meninggal karena serangan jantung mendadak.
Tampilkan Lebih Banyak
Bab Selanjutnya
Unduh

Bab terbaru

Bab Lainnya

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Komen

user avatar
lia latifah
sudah selesai baca
2025-04-23 23:28:53
0
14 Bab
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status