MasukAdik angkat suamiku mengajakku keluar makan, tapi saat makan terjadinya gempa bumi. Suamiku selaku seorang pemadam kebakaran di waktu pertama datang menolong kami. Tapi karena kami tertimpa di satu batu, dia hanya bisa menolong seorang dulu, akhirnya dia memilih menolong adik angkatnya yang banyak penyakit itu dan memilih tidak menolongku yang sedang hamil lima bulan. Aku meminta tolong dia untuk menolongku. Tapi dia hanya membiarkan batu besar menimpa patah kakiku. “Anggi sejak kecil banyak penyakit, kalau dia tetap di sini, dia akan mati.” Tapi setelah aku meninggal, dia malah gila.
Lihat lebih banyakPada hari pemakamanku, Ferry berdandan rapi dan menghadiri pemakamanku sambil mengenakan setelan hitam kesukaanku.Ricky awalnya tidak mengizinkannya untuk hadir di pemakamanku. Akan tetapi, pada akhirnya, dia dibujuk oleh ibuku. Ibu mengatakan jika Ferry, bagaimanapun adalah pasangan sah dan suamiku.Pemakamanku akan dihadiri oleh keluarga dan sahabat. Aku memang sudah meninggal, tetapi aku tidak ingin setelah mati sekalipun masih jadi bahan gunjingan.Ibu mertuaku juga datang. Ibu mertua yang sudah kurus dan kecil, bahkan terlihat lebih tua beberapa puluh tahun.Ferry terus berlutut di depan batu nisanku. Dia pikir dia bisa menebus dosanya. Namun, melihat dia sekarang membuatku jadi muak.Setelah pemakamanku, Ferry kembali ke apartemen kecil itu.Anggi sudah kelaparan selama tiga hari dan sekarang sedang sekarat. Saat melihat Ferry, secara naluriah Anggi mulai merasa takut."Kak, aku tahu aku salah. Seharusnya aku nggak berpura-pura menjadi Kak Vania. Seharusnya aku nggak kembali. Se
Aku tidak menyangka jika keesokan harinya, Ricky akan kembali datang ke rumah sakit. Dia berjalan memasuki ruang perawatan tanpa mengatakan apa pun. Kemudian, Ricky mencengkeram kerah baju Ferry dan menyeretnya keluar ruang perawatan.“Apa yang kamu lakukan? Apa kamu sudah gila?” Ferry sangat marah karena diseret keluar dari ruang perawatan."Kamu nggak percaya kalau kakakku sudah meninggal, ‘kan? Hari ini, aku akan membiarkanmu pergi dan melihat apakah kakakku benar-benar sudah meninggal." Ricky menyeret Ferry keluar dari rumah sakit dengan wajah muram.“Apa yang membuatmu jadi gila? Aku nggak akan pergi.” Tiba-tiba saja, Ferry bersikeras untuk menolaknya.“Bukankah kamu nggak percaya? Lalu, kenapa kamu menolak? Pergi dan lihatlah, kamu akan mengetahuinya. Dasar binatang!”Meskipun Ferry benar-benar menolak dan enggan, Ricky tetap menyeretnya ke rumah duka.Ricky menyeret Ferry ke lemari pembeku, menekan Ferry ke lemari pembeku dan memaksanya untuk melihatku yang membeku.Ferry tanpa
Menyaksikan adegan kasih sayang yang manis antara pria dan wanita ini, hatiku pun terasa seperti diiris-iris pisau.Jika aku masih hidup, aku pasti akan menjadi penghalang di antara mereka berdua.Ternyata, hanya butuh waktu sekejap untuk berhenti mencintai seseorang. Cinta obsesifku pada Ferry langsung lenyap sepenuhnya saat ini.Aku menyaksikan Ferry menghibur Anggi dengan suaranya yang lembut dan mendengarkan mereka merencanakan kehidupan masa depan yang bahagia sebagai keluarga yang beranggotakan tiga orang.Jelas-jelas aku sudah tidak lagi mencintai Ferry. Namun, kenapa hatiku masih terasa begitu pedih?Kupikir aku bisa meninggalkan Ferry jika sudah tidak lagi mencintainya. Akan tetapi, tetap saja aku hanya bisa terus berada di sisinya.Aku menyaksikan Ferry membujuk Anggi untuk tidur. Kemudian, Ferry pergi meninggalkan rumah sakit. Aku pun terus mengikutinya sepanjang jalan.Ferry pergi ke toko perlengkapan ibu dan bayi, lalu membeli beberapa perlengkapan bayi.Aku masih merasa a
Aku membelalakkan mataku dan tidak percaya dengan apa yang kudengar. Apa yang dikatakan Ferry ini?“Bajingan! Omong kosong apa yang kamu bicarakan? Vania itu kakakku. Meski bukan kakak kandung, dia sudah merawatku sejak kecil. Apa yang kamu bicarakan?” Mata Ricky tampak merah karena marah.“Ferry, putriku nggak melakukan kesalahan apa pun padamu. Meski dia dan Ricky bukan saudara kandung, kamu nggak bisa menghinanya seperti ini.”Ibu juga menatap Ferry dengan terkejut. Seakan-akan baru pertama kali ini ibu mengenal menantunya.“Apakah yang kukatakan ini omong kosong atau bukan, mereka tahu betul di dalam hati. Aku melihat dengan jelas Ricky tengah malam keluar dari kamar Vania. Kalau mereka nggak melakukan hal yang memalukan, kenapa tengah malam dia pergi ke kamar kakaknya? Sebulan kemudian, Vania hamil. Sebenarnya, itu anak siapa?” Ferry juga menatap Ricky dengan dingin.Aku menatap Ferry. Aku tidak menyangka, jika aku adalah orang yang tidak tahu malu di matanya. Malam itu, aku menga






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.