Obsesi Gila Suamiku
Ia melangkah perlahan ke arah jendela kaca berukuran raksasa yang membentang di sudut kamar, menjaga jarak agar gesekan langkahnya tak mengusik tidur Ellena.
Di balik kaca, gemerlap pemandangan kota Tokyo memamerkan lautan cahaya yang tak pernah benar-benar mati.
Mahesa merogoh ponselnya.
Kali ini, bukan obrolan dengan Damar yang ia buka. Jemarinya menelusuri daftar kontak, berhenti tepat pada satu nama: Agus.
Tanpa membuang waktu dengan basa-basi, Mahesa mulai mengetik pesan panjang. Rangkaian instruksi tegas, langkah antisipasi, serta satu perintah krusial yang harus dieksekusi.