Gelora Hasrat Pewaris Takhta Dhirendra
geramnya
Isla tetap tenang, tubuhnya bersandar, matanya menatap tenang ke arah Kilan. “Aku nggak bilang kamu kotor. Tapi, bau persetubuhanmu masih tercium, Kilan. Bau menyengat… sisa aktivitasmu di atap dengan wanita dari divisi pemasaran itu” ucapnya datar, seolah itu hanya fakta biasa, tapi nada menyindirnya tajam, menusuk harga diri Kilan.
“ISLA!!!” Kilan menggeram, tangannya mengepal, seluruh tubuhnya bergetar oleh ledakan amarah dan malu yang bercampur menjadi satu.
Hot Chapters