Suamiku Pura-pura Amnesia Demi Selingkuhannya
Suamiku, Vincent Cornela adalah seorang bos mafia, dia diserang dalam sebuah transaksi. Begitu bangun, dia ingat semua orang, kecuali diriku.
Di depan anak buahnya, dia mengumumkan bahwa Angela adalah nyonya yang baru dan memberinya posisi sebagai ahli mekanik presisi.
Namun, tanpa sengaja aku mendengar percakapan mesra mereka di gudang senjata,
“Kamu meminjamkan identitas nyonya padaku selama tujuh hari. Selama tujuh hari itu, aku boleh melakukan apa saja pada tubuhmu, ‘kan?
“Tentu saja! Aku pura-pura amnesia hanya untuk membuatmu senang.”
Aku bersembunyi di balik bayangan, kukuku menusuk telapak tangan. Aku memilih untuk tak membongkar kebohongannya.
Keesokan harinya di pertemuan keluarga, Vincent merenggut paksa cincin batu hitam dari jariku. Dia membentak, menyatakan bahwa Angela adalah nyonya satu-satunya. Lalu mengusirku dari Napol dan menuntutku menyerahkan semua gambar desain senjata.
Semua anak buahnya menatapku, menunggu perlawananku.
Namun, aku diam saja.
Detik itu juga, aku mengajukan pengunduran diri dan gugatan cerai.
Vincent tak tahu bahwa hanya aku yang paham tentang teknologi perakitan senjata model baru itu dan batas waktu pengirimannya hanya tersisa tujuh hari.
Tujuh hari kemudian, saat pengiriman barangnya bermasalah dan posisi keluarganya terancam hancur, aku sudah menghilang sepenuhnya.
Saat kami bertemu lagi, Vincent dengan panik mencengkeram tanganku dan bertanya, “Valen, kamu ke mana saja? Kok kamu meninggalkanku?”
Aku berpura-pura bingung dan bertanya, “Maaf tuan, kamu siapa? Kita kenal?”