KUTUKAN DARAH EMAS
Jika Api itu melemah, suhu luar akan segera mencengkeram paru-parunya, memberikan peringatan yang mematikan.
Di usia setengah tahun, ia mulai mencoba merangkak. Dinding gua yang dilapisi es terasa licin dan menusuk di tangannya. Ia sering mendengar lolongan angin di luar—bukan suara biasa, melainkan seperti ratapan iblis yang kelaparan—yang membuatnya merangkak kembali ke dalam kulit beruang. Kael hanya mengonsumsi bubur yang ditinggalkan Varthas, yang kini terasa pahit dan dingin di lidahnya, namun merupakan satu-satunya sumber energi.
Suatu sore, keheningan datang. Lolongan angin mendadak berhenti, digantikan oleh suara derap langkah yang sangat pelan di atas salju, suara yang berbeda da
Hot Chapters