Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Pelayan cantik mencari cinta

Pelayan cantik mencari cinta

Fitt ramadhan
Berawal dari sebuah pertemuan yang selalu menjengkelkan hati, Indriani Putri seorang janda beranak satu dengan seorang pemuda tampan yang baru saja lulus sekolah menengah itu membuat wanita berumur 26 tahun itu, menggelengkan kepalanya melihat kelakukan pemuda yang baru menginjak usia 18 tahun itu, yang jauh dari kata seorang laki-laki 'dewasa' Namun... Takdir berkata lain pemuda itulah yang menjadi hidup seorang Indriani tidak akan lagi menyandang status sebagai seorang janda. "Mbak aku ini sudah besar lho. Mau bukti?" Seringai nakal senyum tersungging di bibir pemuda itu. "Apa nya yang besar? Jempol kaki?!" Sahut Indri dengan sedikit ketus, bisa-bisanya bocah ingusan yang kini adalah suaminya itu menggodanya. "Hahaha." Pemuda bernama Adrian itu tergelak dengan jawaban Indri. "Wah Mbak udah tahu kalau jempol kaki aku gede. Berarti Mbak udah berpengalaman." Goda nya lagi membuat ku menatap tajam padanya. "Kenapa? Mau coba ya sama aku?" Seru nya menyebalkan. "Aku siap kok kapan aja mbak mau." Goda nya lagi.  "Mimpi mu!" Ketus Indri seraya pergi. "Halal lho mbak." Teriaknya. "Yukkkk." Ucap nya mengikuti langkah pergi nya Indri.
106.0K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 131 kali sebagai senyum sedih
Baca
+Pustaka
TEMAN SEKAMAR

TEMAN SEKAMAR

Savitri
"Ayo tinggal bersama…" Pemuda itu memandang wanita di hadapannya dengan tatapan tak percaya seolah-olah gadis di hadapannya ini sudah gila. Tapi wanita ini kelihatannya sangat serius dengan ucapannya barusan. "Aku suka apartemen ini. Kau juga suka dengan apartemen ini kan? Kita tinggal bersama, kita bagi uang sewanya, kita buat perjanjian dengan Pak Evan untuk mengatakan pada semua orang kalau kita adalah sepupu dan membuat ia berjanji untuk tidak menaikkan uang sewa selama 1 tahun. Setelah 1 tahun, kita bisa putuskan apakah kita mau tetap di sini atau tidak?" Wanita itu menatapnya sekali lagi dengan lebih serius. "Bagaimana?" Raut wajah pemuda itu tampak gusar tapi setelah beberapa menit, ia merasa kalau semua ucapan wanita ini masuk akal juga. Terutama untuk masalah berbagi uang sewa. Win – win solution! Dompetnya benar-benar tipis sekarang! "Ok. Deal…" Mereka berdua lalu berjabat tangan sebagai tanda persetujuan. "Tapi aku juga ada persyaratan khusus." kata pemuda tersebut dengan tatapan menggoda. Agnes mengankat alisnya, "Apa itu?" "Kau tidak boleh sampai jatuh cinta padaku…" Seulas senyum mengejek tersungging di wajah Agnes. "Jangan kuatir. Aku aseksual…."
9.88.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 240 kali sebagai senyum sedih
Baca
+Pustaka
Cinta Untuk Si Ayam Kampus

Cinta Untuk Si Ayam Kampus

Choki Si Kopi
Kehidupan manusia bagaikan sebuah roda yang berputar. Terus berputar, sampai titik darah penghabisan. Tidak akan pernah ada yang berada di atas selamanya. Tidak akan pernah ada yang selalu tertawa bahagia, dan tidak akan pernah ada cinta yang berjalan mulus sampai habisnya nafas kehidupan manusia. Pun, tidak akan pernah ada manusia yang selamanya berada di bawah. Tidak akan pernah ada manusia yang menjadi buruk selamanya, menjadi kotor selamanya, dan ditindas sampai terkubur di bawah tanah. Flora, atau panggil saja Flo, adalah satu dari milyaran manusia di muka bumi Tuhan yang harus dipaksa merasakan manis sampai getirnya kehidupan. Takdir seolah sedang mempermainkannya. Atau, memang inilah kodrat kehidupan manusia yang harus siap menjadi wayang yang dipermainkan oleh Sang Dalang kehidupan? Menjadi korban broken home, hingga dicap sebagai Ayam Kampus, adalah takdir seorang Flora Putri Darmawan. Hingga, takdir mempertemukannya dengan seorang mahasiswa yang tampan dan cerdas, Rasya Gunawan, dan seorang dosen yang hatinya sedingin es, pemarah dan kakunya melebihi robot. Namanya, Beni Hamdani. Tidak ada kisah kehidupan dan hubungan yang harus diawali dengan perjumpaan yang manis. Dan, tidak ada kisah kehidupan serta hubungan yang harus berakhir dengan tragis. Flo, Rasya, dan Beni adalah anak-anak manusia yang sedang menjalani takdir, dan hanya Tuhanlah yang Maha Tahu, seperti apa takdir mereka di akhir. Akankah ada akhir yang bahagia, atau masing-masing akan sedih merana?
102.7K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 94 kali sebagai senyum sedih
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Ketika Susan terluka parah akibat ledakan kompor gas, hanya putranya yang berusia lima tahun yang berada di sisinya. Rohnya berdiri di samping Julian, melihatnya menangis sambil menelepon dan memohon agar Ginos bisa pulang untuk menyelamatkan ibunya. Namun, Ginos hanya memarahi dan menyuruhnya untuk jangan belajar berbohong seperti ibunya, lalu menutup telepon. Julian menyeka air matanya dan akhirnya memanggil ambulans, tetapi ambulans malah direnggut oleh Ginos. "Ayah, Ibu berdarah banyak dan sekarat. Bisakah Ayah tidak merebut ambulans?" "Dasar penipu, jangan ribut! Minggir, Wenny akan melahirkan, dia lebih butuh ambulans daripada Susan!" Ginos mendorong Julian yang menangis sedih, lalu pergi membawa Wenny ke dalam ambulans tanpa menoleh. "Ayah... Ayah! Tolong Ibu!" Julian menangis dan mengejar ambulans, tanpa memperhatikan truk yang melaju kencang. Susan meneriakkan nama putranya sekuat tenaga dan mencoba mendorongnya. Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan Julian terjepit di bawah roda truk. Lautan darah. Susan hampir gila! Beberapa tahun ini, Ginos berulang kali meninggalkan mereka demi Wenny dan putrinya. Susan bertengkar dengannya, tetapi Ginos bilang dia hanya membalas budi ayah Wenny karena telah menyelamatkannya. Dia mengira Ginos memang nggak bisa bedain mana yang pantas dan nggak. Siapa sangka, Ginos bahkan tidak peduli dengan nyawa mereka! Dialah yang membunuh Julian... Susan mengembuskan napas terakhirnya dengan rasa sakit yang menyayat hati. Kalau ada kehidupan selanjutnya, Susan tidak ingin berhubungan dengan Ginos!
16.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 385 kali sebagai senyum sedih
Baca
+Pustaka
Aku (Bukan) Jodohnya

Aku (Bukan) Jodohnya

"Andaikan saja dulu kalau kita jadi dan sudah menikah, mungkin kita juga akan mempunyai seorang anak seusia Gita, " ucapnya dengan senyuman cinta yang bisa kurasakan. "Key, apa kamu bahagia selama ini tanpa aku?"  Tuhan, kenapa Engkau mempertemukan kami lagi? Sudah lama aku belajar mengikhlaskan dan melupakan dia. Apa ini ujian-Mu yang harus aku hadapi? Bahkan dia datang saat yang tak tepat. Saat aku sudah mempunyai Mas Ikbal dan Gita. "Maafkan aku, Key. Tapi jujur, aku masih belum bisa melupakanmu. Aku masih mencintaimu sama seperti dulu, bahkan cintaku kini semakin besar untukmu." "Kamu adalah alasan aku bertahan hidup sampai sekarang," sambungnya sambil mengelus dan mengecup pucuk kepalaku. "Kamu tak mencintai suamimu, kan? Katakan, tidak, Key." Dia seolah mengetahui isi hatiku. Bukan, aku bukan tidak mencintainya, tetapi rasa cintaku lebih besar untukmu, Bas. Namun, bagaimana aku bisa berkata jujur kepadamu? Aku tidak bisa menghianati suami yang sudah baik dan bersikap lembut saat kamu meninggalkanku. Bagaimana kisah selanjutnya? Ada baper, sedih pilu, senang seperti merasakan jatuh cinta lagi. Ada yang terluka, ada yang tersaingi, ada yang merasa dirinya paling benar. Semuanya dikupas, dicampur aduk menjadi satu paket.  Apa alasan Bastian meninggalkan Keysha? Apakah Keysha akan memilih baikan dengan Bastian dan menggugat cerai suaminya? Ataukah Keysha akan tetap mempertahankan pernikahannya dengan Ikbal yang sudah membantu membalut luka lama selama Bastian menghilang entah ke mana.
1014.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 435 kali sebagai senyum sedih
Baca
+Pustaka
Cinta Semalam Sang CEO

Cinta Semalam Sang CEO

(18+ Mohon bijak memilih bacaan) Prakas dijebak oleh teman-temannya untuk melepas keperjakaanya saat menghadiri ulang tahun teman kuliahnya dulu di sebuah Club. Dia ditantang untuk melepas keperjakaannya pada malam itu juga. Dalam kondisi mabuk, akhirnya dia menerima tantangan itu. Temannya menyewa seorang perempuan yang masih perawan untuk menemani Prakas. Miona yang terpaksa menjual dirinya untuk melunasi hutang ibunya pada rentenir, akhirnya menemui Prakas yang tengah mabuk berat di sebuah hotel. Saat Prakas terbangun, dia kaget melihat Miona dan mengusir Miona dengan paksa. Prakas memarahi teman-temannya yang tega melakukan itu padanya disaat dia mabuk. Suatu hari, Pak Imam, seorang OB di kantornya yang sangat dekat dengan Prakas dikabarkan masuk rumah sakit. Pak Imam sudah dianggapnya sebagai orang tuanya sendiri, pengganti ayahnya yang meninggal dua tahun lalu. Saat Pak Imam meninggal, Prakas terkejut saat mengetahui kalau Miona yang sudah tidur bersamanya ternyata anak gadis Pak Imam. Kini Prakas mencoba mendekati Miona, dia tak ingin gadis itu bekerja di dunia hitam. Dia tak mau almarhum Pak Imam sedih di alam sana melihat anak gadisnya ternyata seorang PSK. Prakas diam-diam membantu melunasi hutang ibu Miona dan meminta Miona berhenti di dunia hitam. Tapi ternyata itu membuat Miona tersinggung. Dia tak mau dikasihani dan dia berjanji akan membayar kembali uang itu. Dia lebih baik mencari uang sendiri meskipun dengan jalan itu daripada harus dikasihani. Sanggupkah Prakas mengembalikan Miona ke kedihupannya yang dulu dan berhenti menjadi PSK?
1020.6K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 802 kali sebagai senyum sedih
Tampilkan Ulasan (39)
Baca
+Pustaka
Yeni Istiyanti
Aku tipe orang yang suka menyiksa tokoh utamaku juga kak Hakayi.... Entah, walau tema seperti ini bagi sebagian orang menganggapnya clasic, tapi bagi aku tetap punya kesan sendiri. Dan kenyataannya tetap memiliki peminat yang tak sedikit. Dan dialog tokoh pria yang kakak buat itu relate. Aku suka......
Aksara Rindu
Ceritanya ngalir gitu aja ya kayak sungai, hahahaha. Beruntung banget bisa baca karya dari Bang Hakayi meski temanya sama kayak yang lain tapi nggak ngebosenin bacanya. Meski kadang ada satu atau dua kata yang nggak paham karena sistem mungkin ya. Lanjut ya Bang,
Baca Semua Ulasan
Menghitung PELAKOR Di Hati Suamiku

Menghitung PELAKOR Di Hati Suamiku

#TERINSPIRASI KISAH NYATA [Rated 21+] Aku menemukan foto dan video mesum para wanita cantik di ponsel suamiku. Ada mantan dan ada juga pemain baru. Berusaha untuk kuat karena tidak semudah itu untuk membalas atau mempermainkan suamiku, meski ia berulang kali berkhianat. Satu hal lagi, tidak semudah itu bagiku untuk mengatakan kalimat "AKU MINTA CERAI!" Banyak pihak mengatakan aku bodoh dan kelewat sabar. Penakut karena tidak mau hidup mandiri. Ah, seandainya mereka mengalami apa yang aku alami. Mampukah mereka menjadi aku? Bertahan demi kebaikan buah hatiku yang berkebutuhan khusus, dan demi kesehatan orang tua. Sekali lagi, tidak semudah itu bagiku 'tuk pergi. Biarlah seisi dunia mengatakan aku pandir. Namun, aku pun tidak hanya diam. Aku berjuang dalam sabarku. Bertekad membalikkan keadaan, dan berada di atas mereka yang menyakitiku. Inilah jalan hidupku, khusus kuceritakan padamu. Untuk kalian para wanita kuat di antara deraan nestapa. Kisah ini adalah tentangmu, tentangku, tentang kita. Perjuanganku sebagai seorang ibu, seorang istri, dan seorang anak. Ya, kita para wanita dengan segala sisi manusiawi, ketakutan, dan kelebihan. Benarlah bahwa wanita adalah makhluk terkuat di muka bumi. Hatinya bisa hancur menjadi ribuan keping, tetapi senyum indah tetap terlukis di wajah. Adakah kebahagiaan menanti kita di ujung pelangi? *****
1013.8K DibacaTertahanDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 372 kali sebagai senyum sedih
Baca
+Pustaka
Cinta Pertama yang Tak Tergantikan

Cinta Pertama yang Tak Tergantikan

Selama delapan tahun, keberadaanku di kerajaan bisnis Leonardo Wistara bagaikan hantu yang tak terlihat. Pada siang hari, aku menjadi asisten eksekutifnya, bekerja bagaikan mesin yang menggerakkan bisnis gelapnya. Namun pada malam hari, aku menjadi burung peliharaan paling patuh di sangkar emasnya. Sesosok tubuh tanpa nama di ranjangnya. Aku mencintai dia dengan pengabdian yang nyaris berubah menjadi kegilaan, api cinta konyol yang kupelihara sejak aku masih jadi mahasiswa penerima beasiswa yang terseret masuk ke dalam orbit pria itu. Aku percaya cinta rahasiaku suatu hari bisa mencairkan hatinya. Namun, ternyata aku salah. Suatu hari Isabel, cinta pertama Leonardo yang sulit dilupakan, kembali muncul. Di hari yang sama, sosok pria yang selama ini kukenal langsung lenyap. Senyum langka yang dulu hanya untukku, kini semuanya untuk Isabel. Kebersamaanku dengannya seolah-olah dihapus begitu saja, digantikan dengan kehadiran cinta pertamanya. Bahkan ketika Isabel menjebakku, Leonardo tetap memercayainya tanpa ragu. Dia selalu memilih Isabel, setiap saat. Aku pun menyerahkan surat pengunduran diri. Leonardo menandatanganinya tanpa menoleh padaku. Dia mengira aku akan merangkak kembali padanya, memohon dengan hati yang hancur. Namun, dia salah. Sementara dia sibuk bermain rumah-rumahan dengan "Darling" kesayangannya, aku diam-diam menata ulang seluruh hidupku. Bersiap-siap untuk menghilang dari dunia pria itu, untuk selamanya.
9.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 235 kali sebagai senyum sedih
Baca
+Pustaka
JANGAN AMBIL TUBUHKU

JANGAN AMBIL TUBUHKU

Butterfly
Duwi Luna, nama yang diberikan secara sembarangan pada anak kedua yang tidak diinginkan kehadirannya yang terlahir dari pasangan Gilang dan Natasha. Duwi tidak diinginkan sebab mereka mengharapkan anak laki-laki.Hingga satu tahun berlalu dan mereka pun dikaruniai anak laki-laki yang sangat mereka dambakan. Sejak kehadiran anak ketiga, perhatian dan kasih sayang Gilang dan Natasha semakin jauh dari Duwi. Mereka sangat memanjakan anak ketiga mereka, sementara Duwi hanya dibiarkan dan bahkan sering ditelantarkan. Kehadiran Duwi di rumah terasa seperti angin lalu yang tidak berarti.Meski terabaikan oleh orang tua yang seharusnya melimpah kasih sayang, Duwi tumbuh menjadi gadis cantik nan anggun. Ayu wajahnya serta senyum manis yang menghiasi bibirnya, bagai magnet yang menarik perhatian banyak orang. Namun, derita hidupnya tidak berhenti sampai di situ. Terasingkan oleh orang tuanya, Duwi tumbuh sebagai sosok yang senang menyendiri dan menutup diri dari dunia luar. Dalam penjara kesepian, ada cerita yang jauh lebih kelam, menggantung dihantui oleh makhluk gaib yang menjengkelkan, menambah penderitaan Duwi tanpa henti. Lalu, bagaimana perjalanan hidup Duwi selanjutnya? Akankah dia menemukan kebahagiaan yang selama ini ia dambakan, atau justru terjerumus semakin dalam dalam kisah yang memilukan bersama makhluk gaib?
1.3K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 33 kali sebagai senyum sedih
Baca
+Pustaka
Balada Cinta Sang Presdir

Balada Cinta Sang Presdir

Andreas Wirawan, seorang presiden direktur berusia 38 tahun, hidup dalam bayang-bayang duka setelah lima tahun merawat istrinya, Maya, yang koma akibat kecelakaan. Di tengah tekanan pekerjaan dan rasa bersalah yang tak kunjung usai, Maya meninggal dunia, meninggalkan Andreas dalam kehampaan. Suatu sore di sebuah kafe di Thamrin, ia bertemu Lara, desainer freelance berusia 29 tahun yang ceria dan penuh percaya diri. Pertemuan tak sengaja itu membawa sedikit kehangatan dalam hidup Andreas yang dingin. Ketika Lara ternyata menjadi bagian dari proyek besar perusahaannya, SmartGrid, interaksi mereka semakin intens. Andreas, yang awalnya hanya ingin fokus pada pekerjaan, mulai merasakan perubahan—senyum kecil dan obrolan ringan bersama Lara membuatnya melupakan beban, meski hati masih bergulat dengan kenangan Maya. Di sisi lain, Lara, yang menikmati kebebasan hidupnya bersama kucing oren bernama Milo, mulai penasaran dengan sosok Andreas yang misterius namun hangat. Ketika proyek sukses diluncurkan, Andreas mengajak Lara ngopi—langkah kecil yang membukanya pada dua sisi: kesetiaan pada masa lalu dan kemungkinan baru di depan mata. Akankah Andreas menemukan cara untuk melangkah maju tanpa kehilangan jejak cintanya pada Maya? Dan apakah Lara, yang menghindari ikatan, bersedia membuka hati untuk pria yang membawa luka mendalam?
666 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 13 kali sebagai senyum sedih
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
2829303132
...
36
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status