PELUKAN PANAS SANG PRESDIR
Naina tersenyum tipis, “aku baik-baik saja. Tapi… ada apa dengan Rosana? kenapa kamu tidak seperti biasanya.”
Marven menghela napas panjang, seolah mencoba menyusun kata-kata yang tak akan menyakiti hati Naina lebih dalam.
“Ada hal yang terjadi saat aku ke luar kota tadi siang,” jawabnya perlahan. “Rosana diculik… dan saat aku menemukannya… dia sudah dalam kondisi yang sangat buruk. Terluka, ketakutan, dan—” Marven tak melanjutkan, tapi sorot matanya berkata lebih banyak dari kata-kata.
ตอนยอดนิยม