Bos, Jangan! Nanti Ketahuan
Angin membawa aroma asin, dan matahari perlahan turun, mewarnai langit dengan jingga yang lembut.
“Kalau seandainya aku datang lebih dulu daripada Anton, mungkin sekarang kita sudah punya anak yang lucu-lucu,” ujar Haris sambil menatap Selena.
Sejak tadi, Haris sama sekali tidak memandang laut. Matanya hanya tertuju pada Selena. Baginya, pemandangan di sampingnya jauh lebih menarik. Selena dengan dress satin bertali satu itu tampak tenang, cantik tanpa usaha. Kulitnya tampak cerah diterpa cahaya senja.