Insinyur Termalas Dari Dunia Lain
Tidak ada desir gaun sutra, tidak ada aroma kuno perpustakaan istana, tidak ada desir panah yang melesat di udara, atau kekuatan magis yang tersembunyi di balik senyum seorang bangsawan.
Hanya Stella, dan rutinitasnya, dan keheningan apartemennya yang rapi namun sunyi sepulang kerja.
Lalu, dalam mimpi itu, pandangannya tertuju pada sebuah foto di layar laptopnya
Sebuah gambar latar desktop yang ia ambil sendiri: pemandangan matahari terbenam di atas tebing berbatu, dengan sungai berkelok di bawahnya. Pemandangan yang anehnya mirip dengan lanskap di dunia Felicity. Saat menatapnya, rasa rindu yang tak tertahankan dan sakit yang menusuk menyergapnya.
Hot Chapters