Cinta Yang Lain
“Aku merasa hutang budi banget. Aku nggak tahu gimana cara balasnya.”
Davin berdeham, lalu sejurus kemudian ia menunjukkan senyum miringnya yang khas. “Oh, mau balas budi? Gampang. Besok pagi, jangan telat datang ke kafe, terus bikin latte art bentuk angsa yang bener. Kemarin kamu bikin angsa tapi malah mirip leher ayam kejepit.”
“Davin!” Bella memukul lengan Davin pelan, pipinya merona merah.