Harga Sebuah Pengkhianatan dan Penghinaan
Baru saja, setelah hampir mati kehabisan darah, aku berhasil melahirkan pewaris untuk Keluarga Rosano.
Namun suamiku, Jerry sebagai orang nomor dua setelah bos di Keluarga Rosano, justru membiarkan orang kepercayaannya yang bernama Sofia merekam proses persalinanku hanya karena bilang dia bosan.
Dia merekam semuanya, termasuk saat aku kehilangan kendali atas tubuhku, jeritanku, wajahku yang meringis kesakitan.
Setelah itu, dia mengambil tangkapan layar, dan mengubahnya menjadi gambar stiker, lalu menyebarkannya di grup obrolan pribadi keluarga dekat.
Dari balik pintu kamar rumah sakit, aku masih bisa mendengar tawa Sofia yang liar.
"Jerry, ini hiburan terbaik sepanjang masa. Kau selalu tahu persis apa yang aku inginkan."
"Tapi Rana pasti akan mengamuk saat dia bangun dan melihat ini."
Efek anestesi belum sepenuhnya hilang. Kelopak mataku terasa berat, namun dalam keadaan setengah sadar, aku masih bisa mendengar nada suara Jerry yang santai dan acuh tak acuh seperti biasa.
"Dia nggak akan benar-benar marah. Kau tahu sendiri Rana, dia selalu patuh padaku."
"Aku hanya perlu sedikit membujuknya. Lagipula, anak kami sudah lahir sekarang, dia nggak mungkin meninggalkanku."
Jari-jariku yang tersembunyi di bawah seprai sutra mengepal erat. Pikiranku dipenuhi dengan semua hal yang telah kukorbankan untuknya selama bertahun-tahun ini.
Jerry mungkin telah lupa siapa yang sudah membuatnya menjadi pria yang menguasai jalanan ini.
Karena kau sangat suka bermain, maka aku akan memainkan permainan sungguhan denganmu.
Pada hari aku pergi, kau akan menyesali semuanya!