Suamiku Selalu Ingin Bercerai
Aria duduk di meja makan kecil bersama Tiana, dua piring nasi, beberapa lauk hangat, dan sekotak kue yang ia bawa tersaji rapi di hadapan mereka.
Tiana mengenakan pakaian baru yang Aria belikan—blus sederhana dan celana katun longgar—jauh lebih layak dari baju lusuh yang ia kenakan kemarin. Tapi tetap saja, ada sesuatu yang tidak bisa dibersihkan oleh materi: aura getir yang tak hilang dari sorot matanya.
“Aku … tidak tahu harus bilang apa, Aria,” ucap Tiana, mengambil sendok pelan. “Kau membawakan semua ini untukku. Terima kasih, Nak.”
Bab Populer