Ditipu Mertua dan Suami
"Kamu tahu, Ra. Waktu kuliah di Yogya aku pernah main ke Surabaya, ke rumahmu. Sekedar pengin tahu khabarmu juga sekali lagi pengin nembak kamu. Siapa tahu kamu mau menungguku lulus kuliah dan dapat kerja."
Iya, aku ingat waktu itu, Mbak Arum pernah cerita, ada teman SMP ku yang main. Tapi tak terbersit kalau itu Mas Putra.
"Tapi kata Mbak Arum kamu sudah menikah. Luluh lantak, Ra, jiwaku saat itu. Aku tidak mengira, kamu secepat itu menikah. Sempat down, kehilangan semangat kuliah. Buat apa? Toh tidak ada impian yang ditunggu. Tapi seiring waktu, aku mulai bisa bangkit lagi. Mulai belajar mengikhlaskan, cinta tak harus memiliki. Yang terpenting orang yang kita cintai bahagia maka aku pun ju