Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Menunggu Perceraian yang Dinantikan

Menunggu Perceraian yang Dinantikan

Ketika aku mengetahui bahwa Navish lebih memilih untuk mengantar obat flu untuk asistennya, sementara aku terjebak di lift dengan klaustrofobia, aku memutuskan untuk mengajukan cerai. Navish dengan cepat menandatangani dokumen itu. Dia bahkan tertawa santai kepada temannya dan berkata, "Dia cuma ngambek. Lagian, orang tuanya sudah meninggal, dia nggak mungkin benar-benar menceraikan aku." "Selain itu, bukankah ada masa tunggu 30 hari untuk perceraian? Kalau dia menyesal, aku bisa bermurah hati memaafkannya dan dia pasti akan kembali padaku," tambahnya sambil tersenyum percaya diri. Keesokan harinya, dia memposting foto pasangan dengan asistennya di media sosial, lengkap dengan caption. [ Merekam setiap momen malumu yang manis. ] Aku menghitung hari-hari dengan tenang. Setelah memastikan semuanya sesuai rencana, aku mulai membereskan barang-barangku dan menelepon seseorang. "Paman, tolong belikan aku tiket pesawat ke Nu York," kataku dengan suara tegas.
9.252.1K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.9K kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Balas Dendam Sang Istri Mafia

Balas Dendam Sang Istri Mafia

Pada hari ulang tahunku, salah satu anak buah suamiku membisikkan sesuatu dalam bahasa Russi kepadanya, "Malam ini, Nona Liana sudah menyiapkan kejutan untuk Anda." Suamiku dengan perhatian memotongkan kue untukku terlebih dahulu, lalu menjawab dalam bahasa yang sama sambil tersenyum, "Dia punya banyak trik di ranjang. Aku nanti akan menemuinya." "Jangan sampai nyonya mengetahuinya. Aku nggak ingin ditinggalkan olehnya." Semua orang tertawa paham dan berjanji akan merahasiakannya. Mereka tidak tahu bahwa sejak kecil aku menguasai banyak bahasa asing. Aku juga sudah lama menemukan ponsel yang dia sembunyikan di kompartemen tersembunyi, beserta semua video tidak senonoh dirinya dengan Liana. Aku tidak mengungkapkannya. Aku hanya menghubungi mantan orang kepercayaan Keluarga Fred untuk mengurus identitas baruku. Tiga hari lagi, identitas Anna Fred akan lenyap sepenuhnya, dan dia akan kehilangan aku untuk selamanya.
40.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 1.4K kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Kehangatan Cinta

Kehangatan Cinta

Tepat memasuki tahun ketujuh pernikahanku dengan Hans, cinta pertamanya, yaitu Yeni kembali dari luar negeri. Kini aku baru sadar bahwa Hans hanya menganggapku sebagai pengganti selama ini. Pada hari aku mengurus prosedur perceraian, aku juga memesan tiket kereta api. Satu-satunya anak yang kukhawatirkan, justru bersorak kegirangan. "Berarti Tante Yeni sekarang bisa menikah dengan ayah dan menjadi ibuku?" Anak ini memiliki selera wanita yang sama dengan ayahnya. Aku mengemasi barang-barang tanpa ragu, lalu pergi dari rumah. Tiga bulan kemudian, aku dan putriku tidak sengaja bertemu lagi dengan ayah dan saudaranya. Putriku bertanya dengan bingung, "Bu, kenapa anak laki-laki itu terus menatap ibu sambil menangis?" Aku menggandeng putriku dan langsung berbalik pergi. "Entahlah, ibu nggak kenal."
10.3K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 328 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Pembalasan Seorang Ibu

Pembalasan Seorang Ibu

Terjadi kebakaran di TK dan putriku yang berusia empat tahun berada di dalamnya. Aku berulang kali memberi tahu suamiku yang merupakan seorang pemadam kebakaran, "Nea ada di kelas tengah di lantai dua!" Namun, dia dengan kesal berkata, "Aku tahu kamu hanya ingin menghentikanku menyelamatkan putri Stella, bisakah kamu nggak begitu jahat?" "Stella sangat rapuh, aku nggak bisa melihatnya kehilangan putrinya." "Kalau dia kehilangan putrinya, dia pasti nggak ingin hidup lagi!" Malam itu, dia keluar dari gedung yang terbakar sambil memeluk putri wanita pujaan hatinya, Stella Prisa, dan menjadi seorang pahlawan. Saat tengah malam, aku masih memeluk kotak abu putri kami dan menangis sampai pingsan, sedangkan dia tetap menemani Stella. "Haris, aku akan membuatmu menyesal seumur hidup!"
6.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 153 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Pernikahan 10 Tahun Hancur Di Tangan Pelakor

Pernikahan 10 Tahun Hancur Di Tangan Pelakor

Setelah menikah tujuh tahun, Manuel merasa hidupnya terlalu datar, jadi dia memelihara seorang mahasiswi di luar. Burung kenari yang lemah dan menyedihkan itu memanfaatkan tubuhnya untuk membujuk Manuel sampai dia tidak pulang sebulan. Tidak peduli bagaimana aku memanggilnya, tetap tidak ada gunanya. Di hari ulang tahun anakku yang ketiga, aku menggendong anakku yang demam tinggi, berlutut di luar vila, demi memohon Manuel pulang. Namun, Manuel justru berulang kali menginginkan tubuh simpanannya itu di depan jendela kaca besar. Di tengah suara kenikmatan mereka, anakku akhirnya mengembuskan napas terakhir di pelukanku. Di pemakaman, Manuel memelukku sambil menangis tersedu-sedu, bersumpah akan kembali ke keluarga dan mencintaiku dengan sepenuh hati lagi. Aku menyetujuinya. Namun, hanya karena sebelum meninggal, anakku berharap aku dan dia bisa kembali seperti dulu. Empat tahun kemudian, taman kanak-kanak tempat anakku dulu belajar merilis sebuah video penghargaan keluarga terbaik. Di dalam video, Manuel merangkul Nelly yang tampak berseri-seri. Di pelukannya juga ada seorang anak laki-laki berusia tiga tahun. Anak kecil itu tersenyum ke arah kamera sambil mengangkat piala. "Papa, Mama, kita adalah keluarga paling bahagia!"
1.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 42 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya

Dia Meninggalkanku di Altar Demi Cinta Pertamanya

Di hari pernikahan kami, cinta pertama Jancent yang bernama Winny mengalami kecelakaan mobil. Mata Jancent langsung memerah dan dia ingin menemui Winny. Aku memohon padanya untuk jangan merusak pernikahan ini. Aku tidak ingin mengecewakan ayahku yang sakit parah. Namun, dia mendorongku dengan kasar, "Winny lagi dalam kondisi kritis. Apa kamu nggak punya hati? Dasar wanita nggak berperasaan!" Aku menangis sambil tersenyum. "Kalau kamu pergi hari ini, pernikahan ini nggak akan ada hubungannya lagi denganmu." Jancent mencibir, "Siapa yang mohon padaku untuk menikah? Jangan khawatir, meski kamu berlutut dan memohon padaku untuk kembali, aku juga nggak akan kembali!" Kemudian, Jancent akhirnya ingat untuk menghubungiku. Namun, yang didengarnya adalah suara pria lain yang sangat familiar. "Ssst, dia capek dan sudah tidur. Jangan ganggu dia."
3.4K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 129 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Jerat Cinta CEO Posesif

Jerat Cinta CEO Posesif

"Menikahlah dengan saya! Maka akan saya bantu menuntaskan balas dendammu pada wanita tadi, Nyonya Danira juga seluruh keluarganya!" ujar pria pemilik nama Leon itu. Mendengar nama itu disebut, Sera menghentikan langkahnya sejenak. Entah bagaimana ucapan pria itu membangkitkan gairahnya untuk membalas dendam pada keluarga Brian. Tapi …. "Saya masih waras dan tidak mungkin menikahi orang yang tidak saya kenal. Permisi!" ketus Sera menatap tajam mata elang milik Leon. Tatapan mereka sempat beradu sejenak. Lalu, tanpa menoleh lagi Sera kembali menjejakkan langkahnya meninggalkan tempat itu.  Leon tertawa hambar. Pria itu semakin tertantang untuk membuat gadis itu menjadi miliknya. Bukan karena cinta, sesuatu yang manis itu tidak ada di dalam kamus hidupnya. Melainkan untuk sebuah dendam. "Sepertinya permainan ini akan sangat … menarik!" gumamnya sambil bersiul riang. Bagaimana jika sebuah pernikahan bermula dari niat untuk membalas dendam?! Ikuti lika-liku kehidupan pernikahan Sera dan Leon.
104.5K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 157 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Ketika Aku Mengakhiri Semua, Mereka Pun Mulai Menghargaiku

Pagi ini, aku dan tuan muda kalangan elite ibu kota baru mendaftarkan pernikahan. Sore harinya, dia malah membawaku untuk bercerai. Aku memegang akta nikah dan akta cerai sambil terpaku di tempat. Di sekelilingku, terdengar tawa ejekan dari teman-temannya. "Roman, cuma karena satu kalimat dari Celia, kamu benar-benar bawa nona besar ini nikah lalu langsung cerai?" "Hahaha. Lihat tuh, muka si nona besar sampai pucat. Jangan-jangan mau nangis ya?" Roman malah merangkul adik angkat kami, Celia, dan berucap dengan nada lembut, "Sekarang dua akta sudah lengkap, kamu akhirnya mau senyum ke aku, 'kan?" Celia tertawa ringan. Wajah dinginnya pun merekah dengan senyuman. Aku ingin maju dan mempertanyakan semuanya, tetapi tiga kakakku menarikku kuat-kuat. Kakak pertama, seorang presdir, mengerutkan kening. "Celia cuma bisa tertawa kalau ada Roman. Anggap saja kamu kumpulin pahala." Kakak kedua, seorang aktor papan atas, mendorongku jatuh ke lantai. "Latar belakang Celia menyedihkan. Kamu 'kan punya kondisi bagus, jadi nggak bakal kekurangan pria." Kakak ketiga, profesor biologi, menatapku dengan dingin. "Roman memang sudah seharusnya menikahi Celia. Jangan lagi ganggu mereka." Mereka memaksaku masuk ke mobil, tidak mengizinkanku merusak kebahagiaan cinta pertama di hati mereka. Sistem yang sudah lama menghilang akhirnya muncul lagi. 'Host, misi penaklukkan terdeteksi telah selesai! Apakah ingin segera kembali ke dunia nyata?' Aku duduk di kursi belakang, menatap keluar jendela dengan murung, hampir tertawa. Drama penuh penderitaan yang kujalani demi misi ini akhirnya berakhir. Mulai sekarang, aku tidak akan ikut campur dalam kisah cinta dan benci mereka lagi!
4.7K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 158 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru

Baru Tiga Hari Dinas, Anakku Sudah Punya Ibu Baru

Pada hari ketiga dinas di luar provinsi, grup WhatsApp wali murid putraku yang sudah lama sepi tiba-tiba kedatangan seorang anggota baru. Saat aku mengeklik pesan suara yang dikirimnya, terdengar suara wanita yang asing dan manis. "Halo semuanya, saya guru bahasa Indonesia baru di sekolah ini, sekaligus ibunya Daniel. Mohon bimbingannya, semuanya!" Seluruh tubuhku kaku. Aku mengeklik daftar anggota grup dan membandingkannya berulang kali. Putraku bernama Daniel. Dia adalah ibu Daniel, lalu aku ini siapa? Aku segera menelepon suamiku, "Apa ada orang yang salah masuk ke grup wali murid anak kita?" Di ujung telepon, suaranya sempat terhenti sejenak, lalu dia tertawa seolah tidak terjadi apa-apa. "Oh, mungkin salah masuk. Ada banyak anak di sekolah, nama yang sama itu wajar. Ada apa memangnya?" Aku menjawab tidak ada apa-apa sambil tersenyum. Namun, setelah menutup telepon, malam itu juga aku langsung memesan tiket pesawat dan terbang menuju sekolah putraku.
2.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 60 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Misteri Rumah Nomor 13

Misteri Rumah Nomor 13

Maylafaisha
"Dasar wanita jalang! Kamu tidak pantas untuk hidup, kamu harus mati! Mati! Mati!" Terdengar sumpah serapah dari dalam sebuah rumah mewah yang berada di dekat sebuah perkebunan karet. "Tidak! Tidak! Jangan, saya tidak bersalah. Jangan bunuh saya, tolong jangan bunuh saya," pinta seorang wanita muda sambil mengesot menjauh. "Jangan lari kau, Jalang! Perempuan sundal sepertimu itu lebih baik menjadi penghuni neraka," caci seorang lelaki pada seseorang. Sebastiaan menatap puas tembok di depannya yang kini sudah berubah warna dengan semburat warna merah. Lelaki itu tertawa sambil memiringkan bibirnya seraya bergumam sendiri. "Sudah kubilang, jangan pernah berani bermain api denganku jika kau ingin selamat. Tapi, sayangnya kau tak percaya dengan semua ucapanku. Kau sudah kubereskan, tinggal laki-laki yang sudah berani menyentuhmu itu saja lagi yang harus kuselesaikan." Semenjak kejadian itu, suasana perkebunan itu menjadi suram dan mencekam, terlebih ketika rumah itu dijadikan tempat tinggal seorang resesi Perang Dunia II beserta istrinya dan pada akhirnya ditemukan sudah membusuk di dalam rumah itu, tidak ada satupun yang berani berbuat macam-macam meskipun hanya sekedar bercanda. Hingga berpuluh tahun kemudian, ketika ada serombongan kecil mahasiswa yang datang karena ingin mendaki gunung dan malah tersesat di rumah milik Sebastiaan Van de Kroft tersebut dan tidak bisa keluar lagi Suasana mencekam begitu terasa di rumah itu, terlebih saat satu per satu dari mereka harus menerima berbagai teror yang membahayakan nyawa.
102.0K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 71 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
7891011
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status