Filter dengan
Status pembaruan
SemuaSedang berlangsungSelesai
Sortir dengan
SemuaPopulerRekomendasiRatingDiperbarui
Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Lima Tahun Kematianku, Ibu Masih Menginginkan Korneaku

Lima tahun setelah kematianku, ibuku menerima telepon dari polisi yang mengatakan bahwa ada kabar tentang diriku. Ibu bergegas pulang ke kampung halamannya bersama adik laki-lakiku. Setibanya di sana, dia langsung mendobrak pintu rumah nenek. "Mana Stella? Jago juga anak sialan itu bersembunyi. Cepat ambil kornea matanya buat adiknya." "Stella sudah meninggal," ucap Nenek terbata-bata sambil menangis. Ibu malah mencibir, "Bohong, polisi sudah meneleponku dan mengatakan kalau sudah ada kabar tentang dia." "Dasar nenek tua sialan! Kalau kamu nggak menyerahkannya sekarang, keluar sana dari rumah ini." Melihat sikap ibu, nenek menangis dan mengeluarkan fotoku dengan gemetar. "Stella, kamu nyesel tolongin adikmu?"
5.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 115 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Kutandatangani Dosa Mereka

Kutandatangani Dosa Mereka

Pada hari putusan pengadilan, tunanganku Ferdi Andrian membujukku untuk tidak lagi mempertahankan pembelaan tidak bersalah dan menandatangani surat pengakuan kesalahan. "Aku tahu kamu tidak bersalah, tapi Hanaya sedang mengandung anakku. Aku tidak bisa membiarkannya masuk penjara," katanya sambil menggenggam tanganku dengan air mata berlinang. Dia menggenggam tanganku sambil menangis tersedu-sedu, "Tiara, aku melakukan ini juga demi kebaikanmu. Tanpa ragu, aku menandatangani surat pengakuan kesalahan. Di kehidupan sebelumnya, aku mati-matian menolak menggantikan Hanaya Halim untuk dihukum. Namun pada akhirnya, bukan hanya aku yang dipenjara, aku juga disiksa oleh orang suruhan Ferdi hingga mandul seumur hidup. Dalam kehidupan kali ini, aku memilih untuk mengikuti keinginannya. Keesokan harinya, berita tentang aku mencuri rahasia dagang menyebar ke seluruh media. Hanaya bahkan tampil sebagai saksi mata. "Ya, itu dia. Aku melihat sendiri dia menyusup ke Perusahaan Lukito!" Namun pada siang harinya, saat persidangan dimulai, penggugat, Rian Lukito, tiba-tiba mencabut gugatan. Di tengah tatapan heran semua orang, dia berlutut dan mengeluarkan cincin berlian. "Tiara, di kehidupan ini maukah kamu menikah denganku?"
5.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 151 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Kau Menikah, Aku Mengikhlaskan

Felix Galvin akan menikahi cinta pertamanya. Adeline Joyce, wanita yang telah bersamanya selama tujuh tahun, tidak menangis atau membuat keributan. Ia justru turun tangan sendiri mengaturkan sebuah pernikahan megah untuknya. Di hari pernikahan itu, Adeline pun mengenakan gaun pengantin. Di sepanjang jalan, dua mobil pengantin berpapasan. Saat pengantin wanita saling menukar buket bunga, Felix mendengar Adeline berkata padanya, “Semoga kamu bahagia.” Felix mengejar mobil pengantin Adeline sejauh sepuluh mil penuh hingga akhirnya berhasil menyusul. Ia menarik Adeline sambil terisak, “Adeline, kaulah milikku.” Namun lelaki yang turun dari mobil pengantin itu langsung memeluk Adeline ke dalam dekapannya, lalu berkata, “Kalau dia milikmu, lalu aku ini milik siapa?”
9.2223.9K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 8.5K kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Badai Telah Reda, Kau Pun Tiada

Ketika Susan terluka parah akibat ledakan kompor gas, hanya putranya yang berusia lima tahun yang berada di sisinya. Rohnya berdiri di samping Julian, melihatnya menangis sambil menelepon dan memohon agar Ginos bisa pulang untuk menyelamatkan ibunya. Namun, Ginos hanya memarahi dan menyuruhnya untuk jangan belajar berbohong seperti ibunya, lalu menutup telepon. Julian menyeka air matanya dan akhirnya memanggil ambulans, tetapi ambulans malah direnggut oleh Ginos. "Ayah, Ibu berdarah banyak dan sekarat. Bisakah Ayah tidak merebut ambulans?" "Dasar penipu, jangan ribut! Minggir, Wenny akan melahirkan, dia lebih butuh ambulans daripada Susan!" Ginos mendorong Julian yang menangis sedih, lalu pergi membawa Wenny ke dalam ambulans tanpa menoleh. "Ayah... Ayah! Tolong Ibu!" Julian menangis dan mengejar ambulans, tanpa memperhatikan truk yang melaju kencang. Susan meneriakkan nama putranya sekuat tenaga dan mencoba mendorongnya. Namun, dia tak bisa berbuat apa-apa selain menyaksikan Julian terjepit di bawah roda truk. Lautan darah. Susan hampir gila! Beberapa tahun ini, Ginos berulang kali meninggalkan mereka demi Wenny dan putrinya. Susan bertengkar dengannya, tetapi Ginos bilang dia hanya membalas budi ayah Wenny karena telah menyelamatkannya. Dia mengira Ginos memang nggak bisa bedain mana yang pantas dan nggak. Siapa sangka, Ginos bahkan tidak peduli dengan nyawa mereka! Dialah yang membunuh Julian... Susan mengembuskan napas terakhirnya dengan rasa sakit yang menyayat hati. Kalau ada kehidupan selanjutnya, Susan tidak ingin berhubungan dengan Ginos!
16.8K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 587 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Rahasia di Balik Akad Nikahku

Rahasia di Balik Akad Nikahku

Perjuangan dua anak manusia yang sama-sama terusir dari keluarga karena sebuah akad yang sama sekali tidak mereka inginkan. Gendis Anandita Respati dan Maulana Ibra Rendiatama, harus hidup serba sederhana di pinggiran kota untuk menekan pengeluaran. Kejadian yang menimpanya adalah sebuah kesialan bagi mereka karena harus meninggalkan kehidupan yang serba berkecukupan. Tragedi di sebuah penginapan di kota Jogjakarta yang masih menyimpan seribu tanya membuat Lana diliputi kebimbangan. Keadaan Gendis pun tak kalah memprihatinkan, menangis, tertawa dalam kesendirian adalah hal yang kerap dia lakukan. Perceraian adalah hal yang sangat diinginkan oleh Gendis. Namun, tidak dengan Lana, meski dia tahu itu tidak mudah, tapi dia masih mempunyai akal sehat. Bagaimana mungkin meninggalkan seseorang yang terlunta-lunta karena kesalahan yang dia perbuat? Baginya, jika akad sudah terucap maka janji tidak hanya pada sesama manusia. Akan tetapi pada Tuhan. Bersama mereka hidup tanpa rasa, hingga akhirnya bergandeng tangan mengungkap peristiwa dan fakta kejadian di Jogjakarta.
1011.4K DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 431 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Lamaran yang Hilang Arah

Lamaran yang Hilang Arah

Ketika pacarku, Simon, berlutut untuk melamarku untuk ke-66 kalinya, aku akhirnya tersentuh oleh keteguhannya dan menerima lamarannya. Namun di hari menjelang pernikahan, dia tiba-tiba mengatakan bahwa dia ingin memiliki anak dengan adik tirinya, Fiona. Aku merasa itu tidak masuk akal dan bertengkar hebat dengannya. Yang tak kusangka, di hari pernikahan, aku berdiri di venue sambil memeluk buket bunga, menunggu selama tiga jam, tapi yang datang hanya sebuah kalimat ringan darinya, "Pernikahan ditunda." Hanya karena hari itu dia dan Fiona sudah janji untuk melakukan program bayi tabung bersama. "Fiona sejak kecil disiksa oleh ayah kandungnya. Seumur hidup dia tidak mungkin menikah dengan seorang pria. Aku hanya ingin memenuhi keinginannya untuk punya anak." "Ini cuma program bayi tabung, bukan seks sungguhan. Kamu jangan berpikiran sempit, bisa nggak?" Telepon pun diputus secara paksa. Dan aku ditinggalkan begitu saja di venue pernikahan, sendirian menghadapi tatapan ratusan tamu dan kamera wartawan. Ayah sangat marah sampai masuk ICU. Aku pun menggenggam tangannya sambil menangis di sisi ranjang. "Ayah, Ayah benar. Aku tidak akan menikah dengan Simon lagi." "Aku janji, minggu depan aku akan pulang dan mengambil alih perusahaan keluarga."
3.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 74 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Istri Ketiga Tuan CEO Muda

Istri Ketiga Tuan CEO Muda

Maudy Jenkins, gadis berumur sembilan belas tahun yang bekerja di sebuah club besar ibukota sebagai pelayan harus terlibat insiden salah paham dengan seorang CEO muda. Berawal dari rasa frustasinya, Maudy mencoba ingin merasakan minuman haram itu, tapi sayangnya baru seteguk kesadarannya mulai terenggut sementara dia harus tetap melakukan pekerjaannya. Berjalan sempoyongan sambil membawa pesanan seseorang, tapi sampai di depannya dia menumpahkan gelas berisi minuman mahal memabukkan kepada sang pemesan karena otaknya semakin melemah. Entah bagaimana selanjutnya, tapi saat terbangun Maudy sudah berada di samping pria tampan yang masih terlelap. Dengan perasaan panik dan takut, Maudy menjerit karena jelas dirinya masih gadis dan takut sesuatu yang sudah dijaga rusak begitu saja dalam ketidaksadarannya. Pria di sampingnya terbangun karena teriakan tersebut, matanya menatap tajam Maudy yang sudah sesenggukan karena ketakutan "Kenapa kamu menangis? Harusnya saya yang marah karena kamu terus menggoda saya?" ujar pria tersebut membuat Maudy tersentak. "Apa aku yang menggodamu?" tanyanya sambil terbata. Gadis itu ingat dia mabuk, tapi dirinya tidak ingat selanjutnya apa yang terjadi hingga dia bangun dengan keadaan seperti ini. "Menurut kamu, saya yang menggoda begitu?" sarkas pria itu sambil beranjak. "Meski kamu yang menggoda, tapi saya siap bertanggungjawab. Minggu depan kita akan menikah!" Maudy semakin tercengang mendengarnya, kepalanya menggeleng keras berharap semuanya hanya mimpi belaka. "Aku akan menjadikanmu istri ketiga," sambung sang pria berbisik sendiri tanpa bisa didengar oleh Maudy.
553 DibacaOngoingDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 18 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Malam Penuh Gelora Bersama Bosku

Malam Penuh Gelora Bersama Bosku

Sebagai seorang sekretaris, bagaimana cara menggoda bos presdir? Mantan pacar Livy meninggalkannya demi wanita kaya dan berselingkuh di belakangnya. Karena marah, dia tidur dengan presdir itu dan akhirnya menjadi bibi dari wanita kaya tersebut. Setelah menikah, Preston merasa Livy sangat mudah dikendalikan. Dia cocok menjadi seorang sekretaris, juga cocok menjadi seorang istri. Dia memanfaatkan Livy untuk menghadapi ayahnya dan mengurangi kekhawatirannya. Awalnya, ini hanyalah sebuah permainan tanpa perasaan. Namun, Livy benar-benar jatuh cinta. Sampai suatu hari, ketika cinta lama Preston kembali, dia baru menyadari bahwa kasih sayang Preston tidak pernah ditujukan untuknya. Livy merasa kecewa dan pergi tanpa menoleh sama sekali. Pada akhirnya, Preston berlutut di hadapan makamnya sambil menangis histeris. Livy: "Sialan, aku belum mati!"
9.6126.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 3.2K kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Cinta yang Menghanyutkan

Cinta yang Menghanyutkan

Suamiku marah besar karena kekasih lamanya terjebak di lift selama setengah jam. Karena marah, dia memasukkanku ke dalam koper dan menguncinya. “Kamu harus menanggung dua kali lipat dari semua penderitaan yang Enny alami.” Aku meringkuk, kesulitan bernapas, menangis sambil meminta maaf, tetapi yang kuterima hanyalah tuduhan dingin dari suamiku. “Terima hukuman ini. Hanya dengan dihukum, kamu bisa lebih patuh.” Dia mengunci koper yang berisi aku ke dalam lemari. Aku berteriak putus asa, berjuang untuk keluar. Tetapi darah mengalir dari koper dan membasahi lantai. Lima hari kemudian, hati suamiku luluh dan memutuskan untuk mengakhiri hukuman. “Ini hanya peringatan kecil, aku akan memaafkanmu kali ini.” Namun, dia tidak tahu bahwa tulang belulangku sudah membusuk dan tidak berbentuk lagi.
19.2K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 634 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Seratus Pengampunan

Seratus Pengampunan

Seseorang bisa sekaya apa? Suamiku sangat kaya, orang-orang menjulukinya Bayang Kota, karena hampir separuh properti di Kota Bara adalah miliknya. Selama lima tahun menikah, setiap dia pergi menemani cinta pertamanya, dia akan memberikan sebuah rumah padaku. Setelah aku memiliki 99 rumah, suamiku menyadari bahwa aku berubah. Aku tidak menangis dan mengeluh, bahkan tidak memohon padanya untuk menemaniku. Aku memilih sebuah vila terbaik di Kota Bara, lalu menyiapkan surat pengalihan properti dan memintanya untuk menandatangani surat itu. Setelah menandatangani surat pengalihan properti, suamiku mencoba untuk menghiburku. "Tunggu aku pulang, aku akan membawamu pergi melihat kembang api." Aku menyimpan surat itu dengan tenang sambil mengiakan. Namun, aku tidak memberitahunya bahwa surat yang ditandatangani kali ini adalah surat perceraian kami.
16.6K DibacaTamatDitambahkan ke Perpustakaan sebanyak 563 kali sebagai tertawa sambil menangis
Baca
+Pustaka
Sebelumnya
1
...
678910
...
50
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status